Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Bus Pariwisata Adalah Bencana bagi Orang Jogja: Sopirnya Ugal-ugalan dan Nggak Tahu Diri

Georgius Cokky Galang Sarendra oleh Georgius Cokky Galang Sarendra
16 September 2024
A A
Bus Pariwisata Adalah Bencana bagi Orang Jogja: Sopirnya Ugal-ugalan dan Nggak Tahu Diri

Bus Pariwisata Adalah Bencana bagi Orang Jogja: Sopirnya Ugal-ugalan dan Nggak Tahu Diri (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dengan labelnya sebagai “Kota Wisata”, nggak heran jika kita bakal menjumpai banyak orang dari berbagai daerah yang berbondong-bondong masuk ke Jogja setiap harinya. Antrean padat kendaraan besar seperti bus pariwisata maupun kendaraan pribadi sudah jadi sesuatu yang nggak asing lagi, terutama untuk orang Jogja.

Akan tetapi di balik itu semua, sebagai orang Jogja saya menyimpan keluh-kesah dan kritik yang cukup serius terhadap eksistensi kendaraan besar, terutama bus pariwisata. Bukan tanpa alasan, saya merasa bahwa bus-bus besar seperti bus pariwisata ini sering menimbulkan keresahan yang cukup mengganggu bagi masyarakat Jogja. Berikut saya jelaskan.

Banyak sopir bus pariwisata yang sembrono dan ugal-ugalan di jalan

Masyarakat Jogja yang sering papasan dengan rombongan bus pariwisata di jalan, pasti setuju kalau kelakuan sopir bus pariwisata itu bikin jantungan. Tingkah mereka yang sering asal ngeblong dan nyalip kendaraan lain tanpa perhitungan yang matang itu jadi salah satu hal yang membahayakan dan sembrono. Saya nggak tahu apakah para sopir bus beralasan mengejar target atau waktu, tapi yang jelas, tindakan seperti itu nggak boleh ada pembenaran.

Masalah ini bisa lebih parah saat masuk musim liburan, ketika Jogja sedang padat-padatnya dikunjungi wisatawan. Jumlah bus-bus yang datang bisa lebih banyak dan bikin tambah waswas. Ya logika saja, sudah jalanan macet, ketambahan bus besar seperti itu, belum lagi masih diuji dengan kelakuan sopir yang ugal-ugalan.

Ini baru keresahan di area Kota Jogja, buat masyarakat di area Gunungkidul, keresahan mereka bisa lebih dari itu. Coba perhatikan saja kelakuan para sopir bus pariwisata itu ketika menuju area pantai di Gunungkidul. Saya bisa jamin bikin ngelus dada buat yang melihatnya.

Jalanan di Kota Jogja itu sempit, kok malah jadi rute lewat bus

Saya sangat kaget ketika suatu waktu saya berkendara melewati Jalan Ibu Ruswo, dan mendapati ada satu bus pariwisata yang melintas. Kok bisa bus sebesar itu lewat Jalan Ibu Ruswo yang sudah sempit gara-gara banyak mobil parkir di bahu jalan? Apa kru dan sopir bus nggak tahu kalau jalanan di Jogja itu sempit-sempit? Belum lagi kalau macet, semrawutnya minta ampun.

Nggak heran jika banyak masyarakat Jogja yang memilih untuk berdiam diri di rumah ketika momen liburan, terutama saya. Momen seperti ini bisa dibilang momen “ngalahnya” orang Jogja buat mereka yang lagi wisata. Tentu agar bisa menghindari masalah dengan oknum sopir-sopir bus yang problematik tadi.

Melarang bus pariwisata dan kendaraan besar lain masuk ke area Jogja kota bukan ide buruk

Serius, tapi ide melarang kendaraan besar seperti bus dan jenis kendaraan besar lain masuk ke Kota Jogja bisa dipertimbangkan oleh pihak berwenang. Peraturan itu bisa jadi seminimalnya sebuah upaya membuat arus kendaraan bisa lebih tertib. Mencampuradukkan berbagai jenis kendaraan masuk di jalanan sempit kota malah membuat berbagai masalah yang fatal.

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Memang nanti yang dirugikan adalah para penumpang dan wisatawan itu sendiri. Tapi demi keselamatan dan kenyamanan bersama, saya kira risiko itu tidak masalah diambil. Lagi pula jarak dari perbatasan Kota Jogja menuju pusat wisata di tengah kota—yang sering dikunjungi wisatawan—seperti Malioboro, dkk. itu nggak terlalu jauh. Mengaksesnya dengan kendaraan yang lebih kecil bisa lebih efisien dari pada memaksakan menggunakan bus besar seperti bus pariwisata.

Pada akhirnya, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Penulis: Georgius Cokky Galang Sarendra
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Trans Jogja di Mata Pendatang, Transportasi yang Berguna walau Awalnya Saya Kira Bus Wisata.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2024 oleh

Tags: bus pariwisataJogjasopir bus
Georgius Cokky Galang Sarendra

Georgius Cokky Galang Sarendra

Penulis dengan perspektif khas Mas-mas Jawa. Tumbuh besar dengan lagu-lagu Oasis dan drama Manchester United, kini sedang meniti jalan panjang (dan pasti) menuju kesuksesan

ArtikelTerkait

Derita Lulusan S2 Jogja, Dikasihani dan Ditolak Puluhan Sekolah (Unsplash)

Lulusan S2 Kesulitan Cari Kerja di Jogja: Ditolak Puluhan Sekolah karena NU dan Tidak Punya KTA Muhammadiyah Sampai Nggak Tega Ngasih Gaji Kecil

3 Agustus 2025
gentrifikasi romantisisasi jogja mojok

Romantisisasi, Gentrifikasi, dan Jogja yang Menjadi Tamu di Rumah Sendiri

31 Januari 2021
memborong rumah perumahan banguntapan mojok

Seperti Angkringan di Jogja, Mari Romantisasi Perumahan di Banguntapan

19 Agustus 2020
Bukit Bintang Adalah Warpat Puncak tapi Punya Orang Jogja (Unsplash) bukit bintang jogja

Bukit Bintang Patuk, Tempat Nongkrong Malam Terbaik di Jogja

19 Juni 2024
Ramainya Jogja Sudah Nggak Masuk Akal, bahkan bagi Orang Luar Kota Sekalipun kota jogja

Jogja Itu Emang Romantis, tapi buat Pendatang dan Turis Aja

5 Agustus 2025
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.