Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
6 Agustus 2026
A A
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini istilah burnout kembali ramai dibicarakan setelah IDI menyebut kelelahan emosional sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku sebagian tenaga kesehatan di media sosial. Saya tidak kesulitan memahami penjelasan itu. Menjadi dokter atau tenaga kesehatan memang bukan pekerjaan ringan. Ada jam kerja panjang, tekanan mengambil keputusan, dan tanggung jawab yang menyangkut keselamatan orang lain.

Yang mengganggu pikiran saya justru hal lain. Setiap kali kata burnout muncul, perhatian publik seolah langsung tertuju pada profesi tertentu. Seakan-akan kelelahan mental baru layak dibahas ketika dialami pekerjaan yang dipandang bergengsi atau memiliki tanggung jawab besar. Padahal, dunia kerja jauh lebih luas daripada itu.

ADVERTISEMENT

Coba datang ke minimarket saat malam hari. Kasir masih berdiri melayani pembeli yang datang silih berganti. Datang ke pabrik saat pergantian sif, buruh keluar dengan wajah lelah setelah mengulang pekerjaan yang sama selama berjam-jam. Lihat pengemudi ojek online yang tetap menunggu pesanan meski hujan turun sejak sore. Mereka mungkin tidak menyebut dirinya mengalami burnout. Kalimat yang lebih sering terdengar justru sangat sangat sederhana jauh dari istilah asing,”Capek.”

Burnout tidak pilih-pilih profesi

Kelelahan itu sering kali dianggap biasa karena terlalu sering kita lihat. Buruh yang lembur dianggap bagian dari target produksi. Karyawan toko yang harus tetap ramah kepada pelanggan dianggap konsekuensi pekerjaan. Guru honorer yang membawa pekerjaan sampai ke rumah dianggap bentuk pengabdian. Sedikit sekali yang bertanya apakah mereka masih baik-baik saja.

Bukan berarti tenaga kesehatan tidak pantas mendapat empati. Mereka tetap layak memperoleh lingkungan kerja yang lebih sehat dan dukungan ketika beban kerja sudah melampaui batas. Hanya saja, empati semestinya tidak berhenti di satu profesi. Burnout tidak pernah bertanya seseorang memakai jas dokter, rompi ojek online, seragam minimarket, atau sepatu keselamatan di pabrik.

Hal lain yang juga perlu dibedakan adalah antara memahami penyebab dan membenarkan tindakan. Seseorang bisa mengalami burnout, tetapi itu tidak otomatis membuat setiap perilakunya menjadi benar. Dokter tetap terikat kode etik. Guru punya tanggung jawab kepada murid. Polisi, wartawan, pegawai pelayanan publik, hingga pekerja sektor swasta juga memiliki standar profesional yang harus dijaga. Memahami penyebab bukan berarti menghapus tanggung jawab.

Persoalan dunia kerja, bukan hanya satu profesi

Mungkin persoalan terbesarnya bukan terletak pada siapa yang paling lelah. Hampir setiap pekerjaan memiliki tekanannya sendiri. Ada yang dibebani target, ada yang diburu waktu, ada yang menghadapi risiko keselamatan, ada pula yang harus terus tersenyum meski pikirannya sedang berantakan. Bentuknya berbeda, tetapi rasa lelahnya tidak bisa diadu.

Sudah saatnya burnout dipandang sebagai persoalan dunia kerja, bukan label yang hanya muncul ketika dialami profesi tertentu. Banyak orang pulang ke rumah dengan tenaga yang habis setiap hari tanpa pernah mendapat ruang untuk bercerita. Esok paginya mereka tetap berangkat kerja karena tagihan tidak ikut mengambil cuti.

Baca Juga:

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

Kalau empati memang ingin dibagikan, jangan pilih-pilih seragam lah. Sebab burnout tidak pernah memilih profesi kan. Kitalah yang sering memilih siapa yang pantas dikasihani dan siapa yang dianggap cukup kuat untuk terus menanggung semuanya sendiri.

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Memahami Sindrom Burnout: Kelelahan yang Sering Dianggap Wajar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Agustus 2026 oleh

Tags: burnoutDokterkaryawan biasaojol
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

4 Hal Menyebalkan saat Periksa di Puskesmas, Saya Tulis karena Banyak Orang Nggak Peka Mojok.co

4 Hal Menyebalkan saat Periksa di Puskesmas, Saya Tulis karena Banyak Orang Nggak Peka

24 Oktober 2024
Ekstra Bagasi + Jaket Wajib Dipertimbangkan Gojek dan Grab Sebagai 2 Fitur Baru Selain Fitur Memilih Motor (Unsplash)

Ekstra Bagasi + Jaket Wajib Dipertimbangkan Gojek dan Grab Sebagai 2 Fitur Baru Selain Fitur Memilih Motor

24 Oktober 2022
Jangan Sakit di Bengkayang Kalimantan Barat: Rumit!

Jangan Sakit di Bengkayang Kalimantan Barat: Rumit!

18 Maret 2024
Driver Ojol Harusnya Punya Standar Skill Wajib terminal mojok.co

3 Hal Paling Berkesan Selama Jadi Penumpang Ojol

6 September 2020
Menjadi Driver Ojol Adalah Jalan Ninjaku Hadapi Susahnya Cari Pekerjaan demi Wujudkan Mimpi

Menjadi Driver Ojol Adalah Jalan Ninjaku Hadapi Susahnya Cari Pekerjaan demi Wujudkan Mimpi

15 November 2024
dokter

Dokter, Pasien Butuh Senyum Bukan Cuma Resep Obat

24 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

Ospek kampus masih gini-gini aja, masih tidak berguna dan nggak ngasih apa-apa

6 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura Mojok.co

Stadion karapan sapi di Bangkalan terlalu bapuk, orang sulit percaya ini ikon budaya Madura

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.