Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bukti Wali Kota Tegal Adalah Superhero bagi Warganya

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
17 Mei 2020
A A
isolasi wilayah karantina wilayah tegal local lockdown laporan pandangan mata proses situasi mojok.co, wali kota tegal

isolasi wilayah karantina wilayah tegal local lockdown laporan pandangan mata proses situasi mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Meskipun saya sekarang tinggal di Kabupaten Tegal, tapi pernah lahir dan tinggal selama 22 tahun di Kota Tegal membuat hati saya tetap terpaut pada kota yang terkenal dengan wartegnya ini. Berbagai berita tentang Kota Tegal saya ikuti. Dari berita-berita tersebut, saya berkesimpulan bahwa Bapak Wali Kota Tegal adalah superhero bagi warganya. Tidak percaya? Ini dia buktinya :

1. Tercatat sebagai Wali Kota pertama yang berani me-lockdown wilayahnya

Sebelum pemerintah merilis istilah PSBB, kata ‘lockdown’ lebih dulu populer. Dan siapakah Wali Kota pertama di Indonesia yang berani me-lockdown wilayahnya? Wali Kota Tegal, duong~

Beritanya sempat menjadi headline di beberapa media massa, bahkan sampai diundang ke TV nasional segala. Maaf ya, bukan sombong, biasanya kepala daerah yang bisa masuk TV itu kalau nggak kesandung korupsi ya karena prestasi. Karena beliau tidak terkait kasus korupsi, berarti kemunculannya di TV itu (anggaplah) sebagai prestasi.

Cie…cie…orang Tegal wali kotanya masuk tipii~

Embel-embel ‘walikota pertama di Indonesia’ itu loh yang bikin nggak kuat. Emang nih kadang media suka le to the bay, alias lebay. Tau aja cara bikin orang keblinger seneng. Saya yakin banyak warga Tegal yang merasa bangga punya wali kota seperti beliau. Kyehhh, wali kotane enyong kyehh!

Ditambah lagi, kala itu banyak yang menganggap parameter cepat atau lambatnya kepala daerah dalam menangani kasus corona adalah dilihat dari berani atau tidaknya kepala daerah menerapkan sistem lockdown di wilayahnya. Wali Kota Tegal? Berani duong~ Superhero kali, kan belio?

2. Statement Pak Wali

Bukti lain Pak Wali adalah superhero bagi warganya adalah statement beliau saat jumpa pers yang menyebut bahwa beliau lebih baik dibenci daripada maut menjemput mereka (warga-red).

Cuit…cuit…’uwu’ banget, kan? Care banget sama warganya. Superhero panutan warga emang. Itu sebabnya beliau tetap kekeuh melaksanakan lockdown dengan pasang beton di sana-sini. Betonnya pakai semen pula, yang nggak bisa digeser dengan mudah. Sungguh nyusahin totalitas Bapak Wali yang satu ini.

Baca Juga:

3 Harapan Saya untuk Calon Wali Kota Tegal: Tertibkan Gelandangan, Bangkitkan Persegal!

Wali Kota Tegal: Wali Kota kok Isinya Cuma Kontroversi

Perkara beton itu cuma bertahan dalam hitungan hari, alias kemudian dibongkar lagi, nggak apa. Yang penting kan sudah dapat predikat ‘Wali Kota pertama di Indonesia’. Bonus masuk tipi pula. Jadi, jangan suudzon dengan menyebut beliau plin-plan hanya karena masang beton trus dibongkar lagi. Apalagi menyebut beliau dapat tekanan dari pengusaha yang merasa dirugikan dengan kebijakan lockdown. Anggaplah pasang bongkar tersebut sebagai buah dari pemikiran beliau yang panjang. Lebih menentramkan hati rasanya timbang misuh. Etapi, gimana rasanya kena prank? Xixixi…

3. Relaksasi PSBB dan Kaos ‘Mr.LockDown’

Setelah 2 bulan menerapkan PSBB, pada tanggal 15 Mei lalu Kota Tegal menyatakan diri sebagai wilayah zona hijau covid-19 sehingga akan menerapkan relaksasi PSBB. Jadi, akses ke Tegal kembali dibuka lebar. Lampu penerangan jalan kembali dinyalakan, pusat perbelanjaan buka lagi, restoran pun sudah diperbolehkan untuk melayani makan di tempat. Kurang superhero apalagi coba? Tau aja nih Pak Wali kalau warganya kangen nge-mall dan bukber.

Disebutkan di laman FB infotegal, tidak ada acara seremonial khusus terkait adanya pembukaan relaksasi PSBB di Kota Tegal. Hanya ada buka bersama antara Wali Kota Tegal dengan beberapa komunitas. Acara tersebut dilangsungkan secara sederhana di salah satu mall yang namanya mirip seperti nama stasiun TV.

Catat: sederhana dan tanpa seremonial. Perkara foto yang menyertai terlihat gambar orang-orang berdesak-desakan… Ahhh…itu tukang fotonya aja yang kurang pinter cari angle. Mbok ya cari angle yang lebih sepi, gitu. Di pojokan toilet atau belakang pot bunga. Pasti kan sepi, nggak ada orang.

Lanjut. Yang menarik dari acara relaksasi PSBB di Kota Tegal adalah adanya atribut kaos yang dipakai oleh komunitas yang hadir. Kaos yang dikenakan adalah kaos hitam bertuliskan ‘MR.LOCKDOWN’, lengkap dengan foto gamtenk Pak Wali yang sedang pakai kacamata hitam, topi baret sambil mengepalkan tinju satu tangannya.

Cuit…cuit…semakin terbukti kan bahwa Pak Wali ini superhero bagi warganya? Sampai disematkan julukan ‘Mr.Lockdown’, gitu loh! Kaos ini juga dijual untuk umum, loh…Per item harga seratus ribu. Minat? Chat me ya, Sis…huehehehe…

Tulisan ‘Mr.Lockdown Indonesia’ juga terpampang nyata di baliho super besar yang ada di jembatan penyebrangan Jalan Mayjen Sutoyo, arah ke Pasific Mall Tegal. Seperti biasa, ada gambar Pak Wali disitu plus tulisan ‘WAJIB PAKAI MASKER’ di bagian bawah. Etapi kalau kebetulan kalian melintas di Tegal dan lihat baliho ini, please jangan tanya ‘Wajib pakai masker kok gambar Pak Walinya gak pakai masker??’

Jangannn….

Foto: Twitter Humas Pemkot Tegal

BACA JUGA Pujian untuk Wali Kota Tegal yang Gercep Lakukan Local Lockdown dan tulisan Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2020 oleh

Tags: lockdownrelaksasi PSBBwali kota tegal
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Lockdown dan Darurat Sipil: Saya Sedang Déjà vu atau Memang di Negeri Wano?

Lockdown dan Darurat Sipil: Saya Sedang Déjà vu atau Memang di Negeri Wano?

1 April 2020
cara petani bantul membawa gabah kronjot Starter Pack Wajib Perempuan Saat Lockdown dengan Kearifan Lokal aka Menjemur Padi

Starter Pack Wajib Saat Lockdown dengan Kearifan Lokal alias Menjemur Padi

10 April 2020
Wali Kota Tegal Wali Kota kok Isinya Cuma Kontroversi (Shutterstock)

Wali Kota Tegal: Wali Kota kok Isinya Cuma Kontroversi

21 Januari 2023
darurat sipil

Yang Terjadi Kalau Darurat Sipil Betulan Dilakukan

31 Maret 2020
Bahagianya Warga Kota Tegal Punya Walikota sang Inspirator Pembangunan terminal mojok.co

Bahagianya Warga Kota Tegal Punya Walikota sang Inspirator Pembangunan

7 Desember 2021
pengalaman lockdown

Pengalaman Tidak Menyenangkan Selama ‘Lockdown’ di Wall Maria

1 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja Aneh, Membiarkan Tukang Becak Mati dalam Kemiskinan (Unsplash)

Jogja Itu Aneh: Becaknya Dianggap Warisan Budaya, tapi Pengemudinya Dibiarkan Menua, Lalu Mati dalam Kemiskinan

21 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM  Mojok.co

Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM 

21 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.