Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

BTC Sepi dan Gagal Menjadi Solusi Masalah PKL di Kota Batu

Iqbal AR oleh Iqbal AR
8 Januari 2024
A A
BTC Sepi dan Gagal Menjadi Solusi Masalah PKL di Kota Batu

Batu Tourism Center Sepi dan Gagal Menjadi Solusi Masalah PKL di Kota Batu (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kini, lebih dari 10 tahun keberadaannya, BTC berubah menjadi bangunan sepi, dan gagal jadi solusi bagi Kota Batu

Satu hal yang perlu disadari dari Kota Batu adalah, Kota Batu itu kerap berhasil dalam membangun tempat wisata. Batu kerap berhasil dalam menciptakan identitas kotanya. kerap berhasil mengangkat namanya di level nasional, maupun mancanegara. Namun, Batu juga kerap gagal dalam merumuskan solusi untuk setiap masalah yang ada.

Kota Batu kerap gagal mencari solusi ketika ada konflik antara pengusaha hotel/tempat wisata dengan masyarakat terkait keberlangsungan sumber air. Batu kerap gagal mencari solusi untuk permasalahan sampah yang menumpuk. Selain itu, Batu kerap gagal mencari solusi terkait permasalahan macet ketika musim liburan. Dan yang paling utama, Kota Batu benar-benar gagal mencari solusi untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Alun-alun Kota Batu.

Sekitar tahun 2011, Kota Batu dihadapkan dengan sebuah masalah. PKL di sekitar alun-alun semakin padat dan dianggap mulai mengganggu kenyamanan. Jalanan di sekitar alun-alun yang sudah sempit, bertambah sempit dengan adanya PKL yang mengisi kedua sisi trotoar jalan. Lalu pemerintah Kota Batu muncul dengan sebuah solusi: relokasi PKL dan memindahkannya secara terpusat di barat alun-alun, di sebuah tempat baru bernama Batu Tourism Center (BTC).

Lalu sekitar tahun 2011, Batu Tourism Center (BTC) dibangun. BTC tidak hanya digunakan sebagai tempat baru para PKL di sekitar alun-alun. BTC juga diproyeksikan sebagai pusat lokasi perbelanjaan untuk warga Batu dan wisatawan, sesuai dengan namanya. Akhirnya, di tahun yang sama (atau setahun setelahnya) BTC sudah jadi, dan para PKL direlokasi ke BTC.

Rencana ini jelas tak mulus. Saat itu, ada cukup banyak PKL yang menolak rencana ini. Tentu juga ada banyak yang sepakat. Akhirnya, setelah beberapa kali mediasi dan diskusi, para PKL sepakat untuk pindah ke BTC yang sebenarnya hanya berjarak puluhan meter dari tempat mereka berjualan di alun-alun.

Bagus, tapi tidak terurus

Kalau melihat tata letak dan bangunan, Batu Tourism Center ini sebenarnya adalah bangunan yang bagus. Bentuk bangunannya beratap tinggi, dua lantai, dan semi terbuka. Selain itu, BTC ini cukup luas (cukup lah untuk menampung 70-80 pedagang), terpusat, dan lokasinya juga masih berada di komplek alun-alun, di pusat kota. Dilihat dari segi ini saja, pedagang harusnya tidak perlu khawatir kehilangan pelanggan.

Adanya BTC pun akan membuat pengunjung lebih enak dalam berbelanja. Bayangkan saja, pusat perbelanjaan terpusat akan membuat pengunjung lebih enak dalam mencari barang/sesuatu yang ingin dibeli. Kalau mau beli makanan, ya tinggal menuju ke area makanan. Kalau mau beli pakaian, ya tinggal menuju ke area pakaian. Tidak perlu panas-panasan, tak perlu khawatir kehujanan.

Baca Juga:

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Namun, kenyataan ternyata berkata lain. BTC tidak mampu bertahan. Bukan hancur, hanya ditinggalkan. Para pedagang “tidak betah” berada di sana. Sepertinya, Pemerintah Batu gagal mengurus BTC sebagai pusat perbelanjaan baru. Sanitasi air tidak terurus, kebersihan juga tidak terurus. Tak heran jika hanya dalam kurun waktu tidak sampai dua tahun, para pedagang satu per satu cabut dari BTC dan kembali ke area alun-alun.

Sepi dan gagal menjadi solusi untuk Kota Batu

Kini, lebih dari 10 tahun keberadaannya, BTC berubah menjadi bangunan sepi. Hanya ada beberapa kios saja yang bertahan, dan nyaris semuanya adalah kios-kios yang ada di bagian depan, bagian ruko-rukonya. Di bagian belakang atau bagian dalam, hanya tinggal beberapa kios saja yang tetap bertahan. Sisanya, kosong. Sepi, kotor, dan tak terurus.

Bahkan yang lebih parah lagi, pernah ada penemuan mayat (diduga bunuh diri) di lingkungan Batu Tourism Center (BTC) sekitar tahun 2022. Kejadian ini semakin membuat BTC semakin ditinggalkan dan dilupakan. Sudah mah sepi, ditambah ada kejadian seperti ini. Ya tidak heran kalau para pedagang yang masih tersisa merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk pergi.

Padahal, BTC ini sebenarnya bisa jadi solusi semrawutnya para PKL di kawasan alun-alun Kota Batu. Bayangkan saja, lokasinya masih di kawasan alun-alun, tempatnya bisa dibilang cukup enak dan nyaman, dan yang pasti terpusat. Tapi, karena pemerintahnya ngga becus untuk memelihara dan memenuhi semua hak dan keinginan para pedagang, BTC ini ya jadi terlupakan. BTC menjadi sepi, dan benar-benar gagal jadi solusi, dan alun-alun Kota Batu jadi semrawut kembali. Sayang sekali.

Sangat disayangkan memang, bahwa kejayaan BTC tidak bertahan lama. Saya pun tidak sempat untuk ngulik atau menelusuri BTC ketika masa kejayaannya. Saya baru ngulik dan menelusuri BTC ketika sudah sepi. Dan satu-satunya ingatan saya akan BTC ketika sudah sepi adalah ada warung mie ayam yang murah dan enak di sana. Saya dan teman-teman menyebutnya “Mie Ciki”. Kami sering ke sana, terutama ketika bulan puasa. Tentu saja untuk mokel.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Tempat Wisata Overrated di Kota Batu. Apanya yang Spesial, sih?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2024 oleh

Tags: BTCKota Baturelokasi PKLsolusi
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Andai Dulu Kota Batu Nggak Memisahkan Diri dari Malang, Ini yang Akan Terjadi

Tidak Ada Hal Paling Menyebalkan dan Bikin Lelah selain Menjelaskan Perbedaan Kota Batu dan Malang

20 April 2025
Sistem Satu Arah 24 Jam Kampus (Masih) Bukan Solusi Kemacetan Jember, yang Ada Justru Nambah Masalah

Sistem Satu Arah 24 Jam Kampus (Masih) Bukan Solusi Kemacetan Jember, yang Ada Justru Nambah Masalah

29 Oktober 2023
5 Warung Bakso di Kota Batu yang Wajib Dicoba

5 Warung Bakso di Kota Batu yang Wajib Dicoba

28 Juli 2022
Etalase Ganjar Pranowo (Mungkin) Obat Mujarab bagi Setengah Abad Pungli di Indonesia

Etalase Ganjar Pranowo (Mungkin) Obat Mujarab bagi Setengah Abad Pungli di Indonesia

9 Agustus 2023
Alun-alun Kota Batu dan Masalah Penataan Parkir yang Rumit

Alun-alun Kota Batu dan Masalah Parkir yang Rumit

11 Juli 2023
Halte Bentuk Buah dan Sayur Landmark Kota Batu yang Gagal, Cuma Jadi Sarang Sampah Mojok.co

Halte Bentuk Buah dan Sayur Landmark Kota Batu yang Gagal, Malah Bikin Kumuh

3 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Keresahan Ibu-Ibu Usai Terbongkarnya Kasus Daycare Little Aresha: Gaji Ortu Semungil itu Harus Berhadapan dengan Absennya Negara dan Sesama WNI Jahat
  • Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal
  • Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang
  • Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan
  • Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah
  • Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.