Bocoran 5 Tanaman Hias Paling Banyak Diburu Belakangan Ini

ArtikelFeatured

Gusti Aditya

Saya hanya melewati dua zaman tanaman hias kala naik-naiknya. Dari dua zaman tersebut, terdapat perbedaan yang amat mencolok.

Pertama, pada era gelombang cinta, saat tanaman daun hijau segar, bergelombang, dan bentuk daunnya unik menjadi primadona. Jutaan rupiah rasanya sangat enteng untuk orang yang sedang keranjingan.

Kedua, di masa sekarang. Kenapa era emas tanaman hias yang sempat meredup kini kembali naik? Alasannya karena pada masa pandemi, minat untuk menyalurkan hobi naik kembali. Dari sekian banyak hobi di muka Bumi, merawat tanaman hias adalah jalan yang sahih untuk ditempuh. Di era ini, tanaman dengan daun berwarna lah yang sedang jadi unggulan.

Melalui riset dari satu toko tanaman hias ke toko lainnya, saya merangkum setidaknya ada lima tanaman yang menjadi primadona dan selalu dicari oleh pembeli. Mulai dari harga puluhan ribu sampai puluhan juta.

#1 Aglonema

Nama Indonesianya adalah Sri Rejeki yang dominan warna hijau dengan aksen corak putih bersemburat di permukaannya. Tapi, bukan warna ini yang diburu, melainkan aglonema dengan corak warna cerah di dalamnya. Varietas aglaonema dengan warna eksotis selain indah, disinyalir bisa membuat sirkulasi udara di ruangan menjadi segar.

Jika kamu mau memulai mengoleksi, ada baiknya memulai dengan aglonema donacarmen, lipstik, dan big roy. Di pasaran, harganya masih cukup terjangkau. Kalau ada dana lebih, ada baiknya intip aglonema suksom, red Sumatra, dan red gold. Akses warna, tingkat kecerahan, jumlah daun, besar daun, menentukan semakin tingginya harga.

#2 Anthurium

Masih satu famili dengan aglonema, yakni Araceae, anthurium merangsak masuk daftar tanaman yang sedang hits saat ini. Gelombang cinta masuk jenis ini, namun terdapat pemisah antara anthurium yang sudah habis masanya dan yang sedang naik-naiknya.

Anthurium yang menjadi indah dan diburu (menurut penuturan penjual tanaman hias) justru dari perawakan daun yang hijau tegas dan tulang daun yang terkesan jelas. Selain itu, katanya, tanaman ini selalu ada di altar istana raja-raja Jawa. Si pemilik tanaman sudah dipastikan berada di kasta teratas.

Yang menjadi favorit menurut saya pribadi adalah anthurium regale x magnificum. Daunnya yang lebar, kokoh dan cenderung bulat, mengindikasikan keidentikannya dengan keladi hias yang lebih elegan. Tapi, menurut fakta di lapangan, jenis anthurium yang menjadi primadona saat ini adalah anthurium veitchii dan giganteum. Untuk veitchii sendiri, harga paling murah ada di angka Rp2,5 juta rupiah. Bisa beli nasi kucing berapa bungkus, ya? Tapi, nggak masalah, namanya juga hobi.

#3 Philodendron

Tanaman hias ini memang pernah “naik” bersama gelombang cinta. Beberapa jenisnya masih konsisten menjadi ladang cuan bagi pemilik toko dan tanaman indah bagi kolektor. Secara terminologi, philodendron sendiri memiliki arti dari ‘philo’ yang artinya cinta dan ‘dendron’ yang artinya pohon. Ada indikasi bahwa daun philodendron itu rata-rata mirip seperti hati.

Philodendron imperial red cardinal disinyalir menjadi primadona di segmentasi ini. Warnanya yang merah tua, namun tegas, daunnya yang mirip seperti plastik dan tebal, menjadikan harganya melambung tinggi. Kata penjual tanaman dekat rumah saya, menjual tanaman ini dihitung harganya per daun. Brengseknya, di galeri miliknya, tanaman ini sudah ada sekitar puluhan daun dan rumpun.

Philodendron monstera deliciosa juga sedang naik-naiknya. Iya, daun yang sedang naik daun. Halah, begitulah pokoknya. Monstera obliqua juga wajib dimiliki para kolektor. Yang terkecil saja, harganya bisa menyentuh Rp50 ribu. Tahu nama pasaran monstera obliqua itu apa? “Janda bolong”!

#4 Alocasia

Tanaman ini sering disebut dengan “sente” oleh masyarakat Jawa. Sebenarnya salah sekaligus benar. Menjadi salah banget kalau semua tanaman alocasia itu diberi nama sente. Mari kita mengenal beberapa jenis alocasia yang menarik untuk diperbincangkan. Pertama, locasia reginae yang daunya berbentuk layaknya bulan. Ditunjang dengan daun yang gelap dan lebar.

Dua, alocasia reginula “black velvet” atau permata. Bentuknya unik dan tulang daunnya memiliki warna tegas dan menarik. Tiga, alocasia sanderiana yang memiliki daun seperti trisula dan batangnya bermotif seperti bintik-bintik coklat dan hitam. Harganya? Tergantung dari toko masing-masing, deh. Saya nggak berani menyebutkan secara spesifik. Yang jelas, alocasia layak menjadi koleksi di rumahmu.

#5 Calathea

Bisa dibilang, jenis tanaman ini adalah pesaing serius dari aglonema. Serupa, tapi tak sama. Sama, tapi berbeda dari sisi rupa dan harga. Calathea kesannya lebih sederhana, tidak se-show-off aglonema dengan rentetan warna terang di daunnya. Calathea lebih kalem, sederhana, namun tetap saja tidak mengurangi kesan indah si daun ini.

Calathea makoyana adalah varietas yang paling jamak ditemukan. Coba cek di halaman rumahmu, kalau ada, simpan dan rawat baik-baik. Kalau sudah rumpun dan banyak daunnya, disyukuri saja. Nggak ada yang tahu di masa yang akan datang harganya bisa melambung tinggi. Ada pula calathea lancetolistna yang daunnya membujur, tidak seperti makoyana yang cenderung bulat.

Kalau untuk koleksi, calathea cyntia dan calathea black lipstick bisa jadi rujukan karena daunnya yang indah, sepertinya Tuhan melukisi langsung daun tersebut. Edyan, kesurupan Mas Fiersa.

Ya, itulah daftar yang saya ringkas dari beberapa best seller di toko tanaman hias. Pun saya nggak mencatut nama-nama besar seperti anggrek hitam, bonsai, sampai shenzhen nongke karena tanaman itu tidak pernah lekang oleh zaman. Selalu ada peminatnya. Intinya, merawat hobi itu selalu menyenangkan, tapi lebih menyenangkan lagi jika menyesuaikan budget yang kamu miliki. Selamat berburu!

Photo by Tiia Pakk via Pexels.com

BACA JUGA Tidak Perlu Jadi Sempurna kayak Si Doel, Mirip Atun Nggak Kalah Bikin Bangga dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Baca Juga:  Pengalaman Absurd Punya Bapak Kos yang Hobi Pelihara Ayam

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
4


Komentar

Comments are closed.