Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Gundam Itu Bukan Mainan Murah, Wajar kalau Diambil Bisa Bikin Marah

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
31 Januari 2022
A A
Gundam Itu Bukan Mainan Murah, Wajar kalau Diambil Bisa Bikin Marah terminal mojok.co

Gundam Itu Bukan Mainan Murah, Wajar kalau Diambil Bisa Bikin Marah (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sewaktu scroll lini masa Twitter di sore hari sambil menikmati cuaca mendung di sekitaran Depok, saya cukup antusias ketika melihat utas bertemakan Gundam. Sayangnya, bukan soal promo harga Gundam yang sedang diperbincangkan atau hal menyenangkan lainnya. Melainkan, ada seseorang yang bercerita tentang koleksi Gundam-nya dibawa oleh keponakan tanpa seizin dan sepengetahuannya.

Menurut pengakuan orang yang spill di status Facebook itu, Gundam yang dibawa bertipe Barbatos dan GP-03 yang kisaran harganya Rp1.800.000. Kalau ditotal, sekitar harga satu unit hape Xiaomi gitu, lah.

Bagi saya yang juga punya hobi koleksi sekaligus rakit Gundam, rasanya sakit banget, sih. Kebayang betul gimana rasanya Gundam dirusak secara serampangan atau sampai diambil keponakan tanpa minta izin terlebih dahulu. Suwer, ini bukan soal lebay, pelit, atau nggak sayang keponakan, Bung. Ini soal tata krama, etika, dan menghargai kerja keras orang lain.

Biar saya jelaskan sedikit poin pentingnya biar nggak melebar ke mana-mana, ya.

Pertama, Gundam itu bukan mainan murah. Saya tegasin, ya, harganya bukan Rp50.000-an. Untuk jenis tertentu ada sih yang harganya segitu. Tapi, model lama yang bisa dibilang dari tampilan sudah kurang menarik lagi. Atau yang ukurannya SD (Super Deformed)/kecil, itu pun lagi promo besar-besaran. Selebihnya, kisaran harganya mulai dari ratusan ribu sampai jutaan, Tuan dan Nyonya.

Selain itu, proses perakitan Gundam dilakukan dengan penuh kehati-hatian, ketelitian, juga kebahagiaan. Jadi, rasa kecewa, patah hati, campur marah, akan menyatu jadi satu setelah Gundam-nya jadi, eh malah dirusak, dimainkan, atau diambil tanpa izin.

Kedua, apa yang diceritakan oleh seseorang di postingan tersebut, sebetulnya menjadi persoalan klasik dari kolektor atau perakit Gundam. Mungkin juga bagi beberapa orang yang punya hobi lainnya dan masih berkaitan dengan mainan.

Namun, mohon dipahami, Bapak/Ibu, Om/Tante, Gundam atau mainan yang kami pajang di meja, lemari kaca, atau ruangan khusus itu, ya untuk di-display dan termasuk koleksi kami, loh. Belinya pun harus kerja dulu. Menyisihkan uang jajan. Cari kerjaan sampingan biat dapat uang tambahan. Bersusah payah belinya sampai harus minta izin pasangan.

Baca Juga:

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

Bahkan, sebelum akhirnya memutuskan beli Gundam, ada yang sampai bergelut dengan pemikiran sendiri, “Beli nggak, ya? Beli nggak, ya? Kalau beli, nanti nggak ada uang yang disisihkan buat sekolah anak. Kalau beli, nanti kepenginnya istri nggak kebeli. Nanti nggak ada tabungan,” dan lain sebagainya.

Jadi, pikir-pikir lagi buat memainkan Gundam secara serampangan. Apalagi diambil tanpa sepengetahuan yang punya.

Ketiga, ini menjadi hal mendasar yang perlu kita sepakati bersama dalam persoalan yang cukup pelik ini. Memainkan kepunyaan orang lain tanpa izin itu bukan hal yang baik. Apalagi yang dimainkan itu bukan barang murah. Untuk bisa membeli barang tersebut, ada usaha, jerih payah, keringat, dan pening dari apa yang dikerjakan orang lain.

Selain itu, membawa barang yang bukan milik kalian itu nggak baik, Bund. Itu termasuk mencuri, kan? Iya, kan? Iya, dong? Kok, tega banget mempersilakan anak membawa barang yang bukan miliknya, sih? Itu kan sama saja mengajarkan anak untuk memaklumi dan menanamkan paham bahwa “Nggak apa-apa ngambil barang milik saudara. Kan kita kenal sama orangnya. Apalagi sama keponakan sendiri. Pasti dikasih, dong.”

Konsepnya nggak gitu, Om/Tante.

Makanya, saya betul-betul heran. Kok ada orang yang malah membenarkan sekaligus membela persoalan tersebut dengan beragam alasannya. Jangan pelit sama keponakan, lah. Masa sama keponakan sendiri nggak mau ngasih, lah. Dibilang nggak sayang saudara, dan seterusnya.

Menghormati orang yang lebih tua, sayang keluarga dan keponakan, membeli atau memberi keponakan mainan, itu hal yang semestinya dipisahkan dan punya tempat tersendiri, Kawan. Ada batasan-batasan atau privasi yang sebaiknya dijaga. Lagian, Gundam itu bukan mainan murah. Dengan segala daya upaya yang dikerahkan sampai bisa membeli, merakit, dan mengoleksi, rasanya nggak berlebihan amat jika pemilik Gundam atau hobi sejenis, meluapkan kekecewaannya saat hobinya tersebut diusik.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2022 oleh

Tags: gundamhobimahalmainan
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Kumpulan ‘Mendadak Hobi’ di Tahun 2020 terminal mojok.co

Kumpulan ‘Mendadak Hobi’ di Tahun 2020

31 Desember 2020
uang laki buat hobi mojok

Pentingnya Transparansi Uang Laki dalam Hubungan

5 Oktober 2021
Bocoran 5 Tanaman Hias Paling Banyak Diburu Belakangan Ini aglaonema anthurium gelombang cinta terminal mojok.co

Bocoran 5 Tanaman Hias Paling Banyak Diburu Belakangan Ini

29 September 2020
Di Balik Hobi Memancing yang Terlihat Sia-sia Mojok.co

Di Balik Hobi Memancing yang Terlihat Sia-Sia

22 November 2024
tren bersepeda di tengah pandemi wabah corona tren olahraga mojok.co

4 Alasan Orang Tiba-tiba Suka Bersepeda Belakangan Ini

11 Juni 2020
Kuliah UIN Jogja Buat yang Mampu-mampu Aja

Kuliah UIN Jogja Buat yang Mampu-mampu Aja

27 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Jalan Alternatif Jogjakarta-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

Jalan alternatif Jogja-Purworejo tidak boleh dianggap remeh, tanjakan dan turunan yang panjang bisa merenggut nyawa

2 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.