Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan Semarang

Auliasari Citra Syamsura oleh Auliasari Citra Syamsura
11 Maret 2026
A A
Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan

Blok GM Semarang: Ketika Estetika Anak Skena Menumbalkan Hak Pengguna Jalan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Tiap kali lewat Jalan Gajahmada Semarang, alias Blok GM pas hari sudah gelap, saya sering geleng-geleng kepala sendiri. Rasanya kayak lagi masuk ke panggung raksasa yang nggak pernah istirahat. Tapi sialnya panggung ini memakan aspal yang seharusnya milik kendaraan.

Kawasan yang kalau siang isinya ruko-ruko kaku dan membosankan itu mendadak amnesia identitas, lalu berubah total jadi Republik Skena Gajahmada. Sebuah tempat di mana kasta manusia ditentukan dari seberapa niat outfit-nya dan seberapa presisi posisi parkir motornya demi menasbihkan diri jadi penguasa trotoar paling “kalcer” se-Semarang.

Jujur saja, pemandangan di sana sering bikin saya heran sekaligus emosi. Ada aturan tidak tertulis kalau mau nangkring di sini: penampilan harus paripurna, tapi etika lalu lintas boleh ditinggal di rumah atau dititipkan di laci kos-kosan.

Dari ujung jalan ke ujung satunya, mata saya disuguhi barisan anak muda yang sibuk menenteng gelas kopi mahal, sambil membiarkan motor modifikasi mereka terparkir “estetik” sampai memakan separuh badan jalan. Di Blok GM Semarang, fungsi jalan raya sudah resmi kalah telak oleh algoritma Instagram.

Estetika yang zalim di atas aspal Gajahmada

Daya tarik utama Blok GM Semarang ini katanya ada pada kafe-kafe desain industrial yang menjamur itu. Masalahnya, mereka nggak cuma jualan kafein, tapi juga jualan ruang pameran otomotif dadakan di atas trotoar.

Motor-motor itu diparkir dengan sudut yang sangat presisi agar masuk ke feed, seolah-olah ban belakangnya lagi meditasi di atas aspal publik. Mereka nggak peduli kalau moncong knalpotnya sudah menghalangi laju kendaraan lain yang cuma ingin pulang cepat demi bisa selonjoran setelah lelah kerja atau kuliah.

Budaya nongkrong ini menciptakan gaya hidup yang penuh pretensi. Orang tidak lagi sekadar berhenti untuk minum kopi, tapi benar-benar untuk pamer eksistensi di ruang publik.

Saya sering melihat mereka sibuk mengatur posisi duduk di area outdoor cuma demi dapat pencahayaan yang pas dari lampu jalan. Sebuah usaha yang lebih gigih ketimbang mahasiswa tingkat akhir yang lagi berburu tanda tangan dosen pembimbing. Kafe yang tadinya cuma deretan gedung lama, kini punya “nyawa” yang sangat riuh. Sekaligus jadi biang kerok kemacetan yang bikin tensi pengendara lain naik melebihi harga beras.

Baca Juga:

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

Blok GM, labirin ego di tengah padatnya pusat kota

Setiap kali saya harus berjuang melewati kerumunan motor dan mobil, saya merasa ada yang salah besar. Masalah parkir di Blok GM Semarang ini amat ruwet. Tingkat ruwetnya sudah hampir menyamai birokrasi kelurahan.

Trotoar yang seharusnya jadi hak mutlak pejalan kaki malah beralih fungsi jadi lantai pameran sepatu brand lokal dan motor restorasi yang harganya mungkin setara DP rumah di pinggiran Semarang.

Bagi pejalan kaki, melintasi Blok GM Semarang saat malam Minggu itu murni misi bunuh diri. Kamu harus berjalan mepet ke arah jalur cepat karena trotoarnya sudah penuh sesak sama kursi lipat dan orang-orang yang sibuk bikin konten estetik. Seolah-olah, Jalan Gajahmada sudah dibeli secara pribadi oleh konsorsium anak skena Semarang.

Akses jalan tersendat, knalpot motor saling adu suara, dan kebersihan jalan jadi urusan nomor sekian di bawah kepentingan “konten”. Dan nggak ada lagi ruang buat orang biasa, yang ada cuma ruang buat mereka yang merasa paling estetik se-kabupaten.

Haus tempat nongkrong atau haus validasi?

Fenomena Blok GM ini membuktikan kalau warga Semarang memang haus tempat nongkrong yang berkarakter. Tapi sayangnya, karakter yang muncul di Gajahmada adalah karakter yang egois.

Kita butuh tempat yang nyaman, tapi bukan tempat yang menjadikan kemacetan sebagai aksesori gaya hidup. Ironis memang, deretan ruko bisa mengubah wajah kota, tapi sekaligus jadi pengingat kalau “keren” itu nggak ada gunanya kalau ujung-ujungnya cuma jadi beban jalanan.

Melihat drama anak-anak yang sok keren di sana sebenarnya melelahkan. Apalagi kalau kita cuma orang lewat yang pengen pulang tanpa harus kena macet gara-gara ada yang lagi photoshoot di pinggir jalan.

Kalau memang niatnya mau pamer eksistensi sampai menumbalkan hak orang lain, sekalian saja pasang portal dan pungut tiket masuk. Biar kami, warga biasa yang cuma ingin pulang dengan sisa kewarasan yang ada, tahu diri untuk tidak lewat di “panggung suci” penuh pretensi ini.

Karena pada akhirnya, sehebat apa pun hasil color grading fotonya, ia tetap tidak akan bisa menutupi fakta bahwa ego estetika yang berlebihan hanyalah polusi bagi kelancaran jalan raya.

Penulis: Auliasari Citra Syamsura
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tips Bleaching Rambut biar Putih kayak Ganjar Pranowo

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2026 oleh

Tags: blok GM semarangjalan gajahmada semarangSemarangtempat nongkrong semarang
Auliasari Citra Syamsura

Auliasari Citra Syamsura

Alumnus Universitas Brawijaya yang sehari-hari bekerja sebagai Assistant Manager. Seorang peminat literasi yang gemar mengulas berbagai anomali sosial melalui tulisan.

ArtikelTerkait

Kuliner Semarang Timur yang Wajib Dikunjungi agar Makin Mengenal Semarang secara Lengkap|

Kuliner Semarang Timur yang Wajib Dikunjungi agar Makin Mengenal Semarang secara Lengkap

29 September 2025
5 Nama Jalan Unik dan Aneh di Semarang, Ada Jalan Macet hingga Tanjakan Luna Maya Mojok.co

5 Nama Jalan Unik dan Aneh di Semarang, Ada Jalan Macet hingga Tanjakan Luna Maya

14 Februari 2025
Es Teh Jumbo, Bisnis yang Cuannya Manis, Semanis Rasanya

Es Teh Jumbo, Bisnis yang Cuannya Manis, Semanis Rasanya

17 Oktober 2023
Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto Mojok.co

Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto

5 April 2025
Culture Shock Orang Pati yang Minum Es Gempol Pleret di Solo

Culture Shock Orang Pati yang Minum Es Gempol Pleret di Solo

27 Mei 2023
Jalur Gaza, Jalan Tembusan yang Bisa Memperlancar LDR-an Anak UNNES dan Undip

Jalur Gaza, Jalan Tembusan yang Bisa Memperlancar LDR-an Anak UNNES dan Undip

16 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo Mojok.co

Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo

26 Maret 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Menyenangkan Naik Kereta Whoosh, Kereta Cepat yang Jauh Lebih Baik ketimbang Kereta Cepat Taiwan

26 Maret 2026
Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.