Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Betapa Beruntungnya Punya Rumah Dekat Jalan Lingkar Utara Kudus, Selalu Ada Hiburan Balap Liar Datang Tanpa Undangan

Budi oleh Budi
5 Maret 2026
A A
Betapa Beruntungna Punya Rumah Dekat Jalan Lingkar Utara Kudus, Selalu Ada Hiburan Balap Liar Datang Tanpa Undangan

Betapa Beruntungna Punya Rumah Dekat Jalan Lingkar Utara Kudus, Selalu Ada Hiburan Balap Liar Datang Tanpa Undangan

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Kudus tulen, saya sudah terbiasa dengan hiruk-pikuk kota ini. Dandangan yang meriah menyambut Ramadan, aroma jenang, cengkeh dan sate kerbau, sampai suara azan yang mengalun dari Menara Kudus. Tapi ada satu hal yang bikin hati gondok setiap tahun, terutama pas bulan puasa seperti sekarang ini, yaitu kebisingan di Jalan Lingkar Utara Kudus.

Jalan yang seharusnya jadi jalur lancar buat warga sekitar Peganjaran, Bae, atau yang lewat dari arah Jepara-Pati, malah sering berubah jadi arena drag liar atau balap liar remaja. Suara knalpot menggelegar tengah malam, lampu jalan remang-remang, bikin istirahat puasa terganggu, dan rasa aman pun menguap begitu saja.

ADVERTISEMENT

Saya mau cerita pengalaman pribadi ini, sekaligus soroti kenapa masalah di Jalan Lingkar Utara Kudus ini makin parah di bulan suci.

Suara knalpot brong yang tak kenal ampun

Puasa bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga menjaga hati dan pikiran tetap tenang untuk ibadah. Tapi di Jalan Lingkar Utara Kudus, terutama malam hari setelah tarawih atau menjelang sahur, ketenangan itu sering dirampas oleh aksi drag liar.

Saya tinggal tak jauh dari ruas jalan ini, dan hampir setiap malam sejak awal Ramadan, suara motor modifikasi meraung seperti petir. Knalpot brong yang sengaja dibuat kencang, ditambah akselerasi gas pol-polan saat drag race pendek, bikin rumah bergetar. Anak kecil di rumah tetangga sering terbangun nangis, sementara orang yang gampang ter-distract seperti saya susah tidur lagi setelah terbangun.

Yang bikin tambah kesal, aksi ini makin sering pas puasa. Mungkin karena jalan lebih sepi setelah maghrib—warga pada buka puasa atau tarawih—jadi remaja merasa bebas. Saling tantang drag di ruas lurus yang panjang. Polisi memang sering razia, seperti yang viral baru-baru ini di mana puluhan remaja kocar-kacir dan belasan motor diamankan.

Tapi sayangnya, setelah razia selesai, besok malamnya muncul lagi. Di bulan puasa, seharusnya suasana lebih khusyuk, tapi malah jadi lebih berisik. Banyak warga yang mengeluh, bilang ini mengganggu tadarus malam atau sekadar istirahat setelah seharian puasa.

Keamanan yang terancam: remang-remang dan risiko kecelakaan di Bulan Suci

Selain kebisingan, yang paling bikin ngeri adalah kondisi jalan itu sendiri. Lampu jalan (LPJU) di banyak titik Jalan Lingkar Utara Kudus masih remang-remang atau bahkan mati total di beberapa bagian. Tiang-tiangnya berdiri kokoh tapi kurang terang saja.

Baca Juga:

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Coba bayangkan betapa bahayanya saat malam gelap. Motor balap liar ngebut tanpa lampu utama yang terang (banyak yang modif supaya lebih “keren”), ditambah warga biasa yang lewat untuk ke masjid tarawih atau pulang dari buka bersama. Risiko tabrakan sangat tinggi.

Tak sedikit yang curhat pernah nyaris kecelakaan tahun lalu pas lewat sana malam-malam. Sebuah motor drag liar nyelonong dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi, hampir nyenggol.

Di bulan puasa, insiden seperti ini lebih bahaya karena banyak orang yang fisiknya lemah setelah seharian puasa—reaksi lambat kalau ada bahaya mendadak. Belum lagi kalau ada peziarah ke makam Sunan Kudus, mereka juga lewat jalur ini.

Polisi memang patroli intens menjelang subuh atau malam, tapi jalan sepanjang ini luas, sulit diawasi 24 jam. Hasilnya, warga merasa tidak aman, apalagi perempuan atau anak muda yang harus pulang malam setelah pengajian. Di Ramadan, seharusnya bisa fokus pada ampunan dan kebaikan, bukan malah was-was kecelakaan gara-gara aksi ugal-ugalan.

BACA JUGA: Kabupaten Kudus Memang Layak Dinobatkan sebagai Kabupaten Terkaya di Jawa Tengah, Inilah Alasannya

Harapan di tengah puasa: solusi yang harus ada untuk Jalan Lingkar Utara Kudus

Sebagai warga Kudus, saya bangga dengan tradisi Ramadan—Dandangan, takjil di Kampung Ramadan Demaan, ziarah ke Menara Kudus. Tapi balap liar di Jalan Lingkar Utara Kudus ini seperti noda yang mengganggu keberkahan. Makin sering sekarang karena mungkin remaja bosan atau cari sensasi di bulan puasa yang “terbatas” hiburannya.

Saya sering mikir, kenapa tidak ada solusi permanen? Misalnya, pasang lebih banyak CCTV, perbaiki lampu jalan secepatnya, atau buat pos ronda malam khusus di titik rawan. Polres Kudus sudah bagus sering razia dan amankan motor, tapi perlu kerja sama dengan Dishub untuk tutup sementara ruas tertentu malam hari atau sosialisasi ke sekolah-sekolah soal bahaya balap liar. Warga sekitar juga bisa lebih aktif lapor via 110 atau medsos polisi.

Saya harap Jalan Lingkar Utara Kudus, kembali jadi jalan biasa, tenang, aman, dan bercahaya, bukan arena drag liar yang bikin warga gelisah.

Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2026 oleh

Tags: balap liarbalap liar di kudusjalan lingkar utara kuduskudus
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

3 Hal yang Lumrah di Kudus, tapi Nggak Biasa bagi Orang Jogja

3 Hal yang Lumrah di Kudus, tapi Nggak Biasa bagi Orang Jogja. Salah Satunya Pakai Sarung ke Mall

18 September 2024
4 Tempat di Kudus yang Cocok buat Menambah Pahala di Bulan Ramadan

4 Tempat di Kudus yang Cocok buat Menambah Pahala di Bulan Ramadan

31 Maret 2023
Alasan Orang Jepara Malas Liburan di Daerah Sendiri dan Memilih Plesir ke Kudus Mojok.co

Alasan Orang Jepara Malas Liburan di Daerah Sendiri dan Memilih Plesir ke Kudus

10 Desember 2025
Kuliner Indonesia yang Terdengar Jorok, tapi Rasanya Enak

Kuliner Indonesia yang Terdengar Jorok, tapi Rasanya Enak

26 September 2022
Di Universitas Muria Kudus, meski Skripsimu Kelar, Nggak Berarti Kamu Bisa Lulus!

Di Universitas Muria Kudus, meski Skripsimu Kelar, Nggak Berarti Kamu Bisa Lulus!

12 Desember 2023
Kenapa Salatiga Menjadi Kota Madya, tapi Kudus yang Lebih Mewah Justru "Cuma" Kabupaten?

Kenapa Salatiga Menjadi Kota Madya, tapi Kudus yang Lebih Mewah Justru “Cuma” Kabupaten?

14 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026
Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

Saya kapok pakai tumbler mahal yang tahan panas dingin, mendingan tetap setia pakai botol Tupperware jadul kesayangan Ibu

29 Juli 2026
Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

30 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.