Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kenapa Salatiga Menjadi Kota Madya, tapi Kudus yang Lebih Mewah Justru “Cuma” Kabupaten?

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
14 Juli 2025
A A
Kenapa Salatiga Menjadi Kota Madya, tapi Kudus yang Lebih Mewah Justru "Cuma" Kabupaten?

Kenapa Salatiga Menjadi Kota Madya, tapi Kudus yang Lebih Mewah Justru "Cuma" Kabupaten? (Visual Karsa via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Salatiga adalah kota, sedangkan Kudus, yang megah itu, “cuma” kabupaten. Nah, kenapa bisa?

Di Indonesia, kita mengenal istilah kota madya yang merujuk pada penamaan sebuah Kota dengan status otonom yang secara administratif terpisah dari kabupaten dan memiliki pemerintahan sendiri (wali kota dan DPRD kota). Ada beberapa daerah yang berstatus kota dan kabupaten dengan nama yang sama persis, di antaranya ada Semarang, Pekalongan, dan Tegal. Sementara di sisi lain, ada daerah yang memang hanya berstatus kota tanpa daerah kabupaten, contohnya adalah Salatiga.

Salatiga menjadi salah satu Kota madya di Jawa Tengah melalui UU No. 17 Tahun 1950. Kalau diamati dengan seksama, sedikit memunculkan pertanyaan di kepala. Kenapa daerah ini bisa mendapatkan status kota madya? Sementara daerah atau kabupaten lain yang secara ekonomi lebih kaya, misalnya Kudus, justru tidak menjadi Kota madya? Bahkan Salatiga menjadi sebuah daerah otonomi khusus yang tak punya kembaran seperti halnya Pekalongan yang ada kota dan kabupatennya.

Sebelum membedah lebih dalam apa alasannya, tentu kita perlu tahu, apa sih syarat dan ketentuan sebuah daerah itu bisa berstatus Kota madya. BTW, sekarang istilah kota madya sudah nggak ada, dianggap kota saja. Tapi for the sake of argument, kita tetep tulis kota madya saja.

Peraturan tentang kota madya

Peraturan yang mengatur tentang aspek atau kriteria tentang Kota madya tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Mengacu ke UU tersebut, setidaknya ada 4 aspek yang perlu dipenuhi, yaitu pertama aspek administratif yang meliputi usulan dari Gubernur setempat kepada pemerintah pusat dan persetujuan DPRD provinsi dan kabupaten.

Kedua, aspek teknis yang terdiri dari jumlah penduduk yang besar (di atas 100.000), jadi pusat kegiatan ekonomi mulai dari industri, perdagangan, dan jasa, ketersediaan sarana dan prasarana pemerintahan yang memadai, serta kemampuan ekonomi dan PAD yang memadai (biasanya dilihat apakah daerah tersebut PAD-nya bergantung dari dana pusat atau pendapatan atas kebijakannya sendiri).

Ketiga adalah aspek kewilayahan yang mencakup luas wilayah yang mencukupi, biasanya minimal 50-100 km persegi sehingga mampu untuk menjalankan fungsi kota secara maksimal, termasuk ekspansi jangka panjang. Kemudian adalah lokasinya yang strategis dan mudah diakses. Nggak terletak di daerah terpencil.

Keempat adalah aspek historis dan sosiologis yang dilihat dari statusnya yang pernah menjadi kota administratif saat zaman kolonial Belanda. Sebutannya gemeente. Selain itu punya identitas dan karakter masyarakatnya yang urban.

Baca Juga:

Slow Living di Magelang Adalah Keputusan Orang Kota yang Paling Bijak

6 Hal yang Bikin Salatiga Jadi Kota yang Sebenarnya Red Flag untuk Slow Living

Nah dari empat aspek itu, kita jadi tahu bahwa untuk menjadi kota madya, sebuah daerah tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan ekonomi. Ada aspek pendukung lainnya yang perlu diperhatikan. Sekarang kita lihat dan singkronkan dengan Salatiga.

Kenapa Salatiga?

Faktor utama mengapa Salatiga berstatus kota madya adalah karena penetapannya sebagai gemeente (kota administratif) sejak zaman Belanda. Berdasarkan catatan Staatblad No. 266 Tahun 1917, Salatiga ditetapkan resmi sebagai Stadsgemeente pada 1 Juli 1917 dengan meliputi 8 desa. Kemudian pada tahun 1926-1929. Statusnya berubah menjadi Pelnoprawna gemeente atau kota administratif (Stadsgemeente).

Penetapan Salatiga sebagai gemeente didasari pada pertimbangan perihal posisinya yang strategis. Luas wilayah dari Salatiga yang lebih dari 54 km persegi dan populasi penduduknya yang mencapai 192 ribu lebih membuat Salatiga pun ditetapkan sebagai gemeente. Selain itu, yang paling penting adalah lokasi dari Salatiga yang strategis. Salatiga menjadi penghubung antara dua kota besar, yaitu Semarang (selatan) dan Solo (utara). Ditambah dengan adanya Benteng De Hersteller. Benteng tersebut didirikan oleh VOC pada tahun 1746. Fungsinya adalah untuk infrastruktur pertahanan yang dapat menjadi spot pengawasan terhadap gerakan pemberontak. 

Pemerintah Belanda kemudian mengembangkan berbagai fasilitas pemerintahan dan infrastruktur publik di Salatiga. Hal itu pun memperkuat fungsi Salatiga sebagai salah satu kota strategis yang penting bagi Belanda. Seiring berjalannya waktu, status Stadsgemeente atas Salatiga dari Belanda dilanjutkan oleh pemerintah RI pasca kemerdekaan melalui UU No. 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kota, menjadikan Salatiga sebagai kota madya secara resmi.

Lalu bagaimana dengan daerah yang kaya secara ekonomi seperti Kudus? Mengapa tidak bisa menjadi Kota madya?

Kenapa Kudus tidak?

Kudus memang jadi kabupaten terkaya di Jawa Tengah. PDB per kapitanya pun sangat tinggi. Iklim bisnis dan usaha pun sangat baik. Lokasinya yang terletak di jalur Pantura juga membuat Kudus sangat strategis.

Tapi, Kudus tidak pernah menjadi gemeente pada zaman kolonial, sehingga tidak otomatis diangkat sebagai kota saat penetapan UU No. 17 Tahun 1950. Sejak UU itu diterbitkan, Kudus langsung diberi status Kabupaten. Bila ingin diubah statusnya menjadi Kota, Kudus harus melakukan pemekaran wilayah secara khusus. Namun hal itu tidak bisa dilakukan karena sisi barat, timur, selatan, dan utara Kudus sudah terdapat kabupaten lainnya yaitu Demak, Pati, dan Jepara.

Lagi pula, umumnya, sebuah daerah diubah statusnya menjadi Kota madya karena ingin menguatkan peran ekonominya. Nah di sisi lain, daerah yang kaya seperti Kudus, sudah maju secara ekonomi dan dan administratif tanpa perlu menjadi kota otonom.

Salatiga, gambaran tentang warisan dan sejarah

Itulah beberapa pertimbangan mengapa Salatiga bisa menjadi Kota madya. Tapi pada intinya daerah yang menjadi Kota madya adalah wilayah yang punya lokasi strategis, karakteristik dan fungsi perkotaan yang memadai. Itu terlihat dari sektor penggerak ekonominya didominasi jasa atau pelayanan, perdagangan, industri padat modal. Tidak lagi pertumbu pada sektor pertanian. Selain itu, memiliki mobilitas dan kepadatan penduduk yang tinggi.

Pada akhirnya, Salatiga adalah gambaran tentang warisan sejarah dan perannya di masa lalu bisa membantuk identitas administratif yang bertahan hingga kini. Di sisi lain, daerah seperti Kudus memperlihatkan bahwa kemajuan daerah tidak perlu dipaksa dengan dibarengi perubahan status otonomi.

Apa pun status daerahnya, yang paling penting adalah peran dan kemampuan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang baik, memberdayakan potensi lokal, dan menjaga keberlangsungan sosial dan lingkungan dalam jangka panjang.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Salatiga, Tempat Slow Living Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2025 oleh

Tags: kotakota madyakudusSalatiga
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Seserahan Bikin Pemuda Plat K Trauma Nikah, karena Gengsi dan Jumlah Seserahan Jauh Lebih Penting ketimbang Cinta dan Kesiapan

Seserahan Bikin Pemuda Plat K Trauma Nikah, karena Gengsi dan Jumlah Seserahan Jauh Lebih Penting ketimbang Cinta dan Kesiapan

23 September 2025
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
Bukit Puteran, Sebaik-baiknya Tempat Menyaksikan Romantisnya Kudus kabupaten kudus DEMAK

Bukit Puteran, Sebaik-baiknya Tempat Menyaksikan Romantisnya Kudus

13 November 2023
Pelafalan Nama Daerah di Jawa Tengah (Unsplash.com)

Pelafalan Nama Daerah di Jawa Tengah Sesuai Lidah Penduduk Asli

14 Oktober 2022
Kabupaten Bogor yang Membuat Salah Paham Orang Kudus (Unsplash)

Fakta Kabupaten Bogor: Jauh dari Pusat Kota dan Membuat Beberapa Orang Kudus Kenalan Saya Jadi Salah Paham

21 Oktober 2023
facebook ngawi ngawinan mojok

Dear Facebook, Plis Banget Taruh Ngawi pada Provinsi yang Sebenarnya. Masak Ngawi di Jawa Tengah?

12 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Jalan-jalan di Surabaya Itu Mudah dan Murah, tapi Jadi Mahal karena Kebanyakan Tukang Parkir Liar

21 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

20 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.