Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Belajar dari Geger Kemkominfo, Sudah Saatnya Staf Kementerian Tidak Kebal Pecat

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
2 Agustus 2022
A A
Belajar dari Geger Kemkominfo, Sudah Saatnya Staf Kementerian Tidak Kebal Pecat

Belajar dari Geger Kemkominfo, Sudah Saatnya Staf Kementerian Tidak Kebal Pecat (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Geger Kemkominfo harusnya mengajarkan satu hal: sudah seharusnya staf kementerian atau ASN tak kebal pecat

Pada 2018 saya pernah mencoba peruntungan menjadi ASN. Sebenarnya malas juga ikut rangkaian tes bersama jutaan muda-mudi Indonesia ini. Tapi orang tua menawarkan berbagai privilese sebagai ASN. Dari uang pensiun, tunjangan beragam, sampai mimpi, “Kalau kamu di swasta, kamu lebih mudah dipecat.”

Dan geger Kemkominfo membuat saya teringat tawaran ini. Terutama ketika banyak yang membela Johnny G. Plate. Banyak yang menyebut Kemkominfo tidak 100 persen salah saat usil memblokir berbagai aplikasi seperti Steam dan Paypal kemarin. Mereka menyalahkan staf kementerian.

Menurut mereka, mau ganti menteri berkali-kali akan sama saja. Alasannya, staf kementerian tetap akan sama seperti menteri sebelumnya. Diistilahkan sebagai fosil, staf ini akan tetap membawa mindset dan kinerja yang itu-itu saja. 

Lho he?

Berarti sudah jelas kan solusinya? Jika reshuffle kabinet tidak menghasilkan perubahan, berarti harus ada perombakan staf kementerian. Harus ada audit besar-besaran untuk memperbaiki kinerja kementerian. Dan harus ada gebrakan sehingga mitos “kebal pecat” dalam kementerian ini berakhir. 

Sek, sek. Untuk staf kementerian atau Kemkominfo yang baca ini jangan marah dulu. Tapi kalaupun marah, saya juga tidak peduli.

Sebagai negara presidensial, presiden menjadi kepala negara sekaligus pemerintahan. Bagi rakyat, seluruh dosa dan pencapaian pemerintahan dibebankan pada presiden. Turun sedikit, ada menteri. Nah, setiap ada masalah yang melibatkan kementerian, pasti yang dituntut adalah reshuffle kabinet. Ini wajar, karena rakyat melihat kepala dan bukan ekor. Efek budaya feodal sih.

Baca Juga:

Sisi Gelap Kerja di Perusahaan Konstruksi yang Katanya Bergaji Besar

5 Hal yang Mungkin Terjadi Andai Saya Jadi Karyawan MR DIY

Tapi, tidak ada wacana untuk perombakan kementerian. Rakyat juga tidak pernah, atau jarang, menuntut audit di dalam kementerian. Solusi yang diharapkan selalu ganti kepala. Seolah dengan mengganti kepala akan menyelesaikan masalah. Mbok pikir sulapan?

Bukan bermaksud membela presiden dan menteri. Mereka semua juga perlu diaudit, apalagi yang milih rakyat baik langsung maupun tidak langsung. Tapi, gini lho ndan. Seperti menyiangi rumput, percuma mencabut pucuk daun ketika akarnya masih merajalela. Percuma gonta-ganti kepala tapi bawahannya masih fosil.

Mau dipimpin oleh Elon Musk sekalipun, Kemkominfo tidak akan berbeda dengan hari ini. Dan ini berlaku untuk semua kementerian. Kinerja kementerian ini akan tetap dimotori oleh staf yang out of the touch. Paling perubahan yang terasa sekadar tidak ada opini menteri yang ndlogok saja.

Tentu audit dan reshuffle ini berbeda dengan logika perusahaan swasta. Perusahaan swasta melakukan audit dan reshuffle karyawan untuk memastikan profit mereka terjaga. Sedangkan selevel kementerian sudah jelas: memastikan pemerintah bisa melayani rakyat dengan optimal. Jadi jangan juga dibayangkan pemecatan gila-gilaan.

Wong ko ngene ojo dibandingne, yo mesti kalah.

Saya mencoba mencari skema pemberhentian staf kementerian. Memang ada sih, dengan birokrasi panjang untuk itu. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Dan sekelas menteri mosok tidak bisa mengganti staf mereka. Lalu apa fungsi menteri selain jadi pion yang tidak bisa bekerja optimal? Mosok menteri kalah sigap, tegas, dan bijak dari bos toko kelontong?

Ngene lho, Buos, biar lebih mudah memahami. Kan menteri harusnya punya power untuk mengganti staf deadwood atau nggak kompeten. Kalau menterinya nggak kepikiran itu, ya nggak bisa bilang “bukan salah menteri doang, stafnya juga”. Ha wong udah ngerti nggak kompeten, kok tetep dipake? Yo menterine melu salah. Dari masalah Kemkominfo ini harusnya sudah bisa bikin kita berpikir ke situ.

Saya tahu menteri itu jabatan politis. Partai yang menang, punya jatah menteri banyak. Tapi, mosok nggak bisa sih politis, tapi tetep kompeten? Ya harusnya bisa dong. Partai punya kader banyak, mosok nggak bisa milih satu gitu yang paling kompeten di bidangnya?

Kalau sistem audit atau reshuffle yang pas, ya itu bisa dipikirkan mereka. Mosok aku sing mikir? Kecuali saya digaji untuk itu, aku mangkat ngarep dewe! Nggak digaji, suruh mikir. Ra sisan kon mikirne cicilanmu, Buos?

Mungkin artikel saya ini terkesan merendahkan staf kementerian atau ASN secara luas. Tidak kok. Selama kinerja baik, tulisan ini bukan untuk Anda. Tapi, jika memang anda merasa tulisan ini menyerang, kembali pada diri sendiri saja. Karena staf kementerian digaji untuk memastikan negara berjalan dengan baik. Dan negara berjalan dengan baik jika kebutuhan dan aspirasi rakyatnya terpenuhi.

Jika memang tidak mungkin dilakukan audit dan reshuffle staf, bisa kita lihat betapa memuakkan sistem pemerintahan. Atas dasar menjaga staf, kebutuhan rakyat yang jadi korban. Keputusan yang dikerjakan serampangan tidak lain akan merugikan rakyat.

Mosok rakyat sudah patungan membayar pemerintah, tapi outputnya sering ndlogok seperti sekarang? Bintang satu, tidak merakyat!

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Steam Diblokir, Judi Slot Bebas Merdeka, Kemkominfo Mikir Apa?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2022 oleh

Tags: auditKaryawankementeriankemkominfostaf
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

blokir gim voucher game online mending rakit pc steam dark souls III genre game menebak kepribadian dota 2 steam esports fall guys mojok

Blokir Gim Online Itu Solusi Bodoh yang Muncul dari Pemikiran Bodoh

29 Juni 2021
5 Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan ke Anak Karyawan Pabrik Indofood

5 Pertanyaan yang Kerap Ditanyakan ke Anak Karyawan Pabrik Indofood

19 Maret 2022
5 Rekomendasi Situs Belajar Excel Gratis dari Nol sampai Mahir. Pekerja Kantoran Wajib Tahu!

5 Rekomendasi Situs Belajar Excel Gratis dari Nol sampai Mahir. Pekerja Kantoran Wajib Tahu!

23 November 2023
5 Keuntungan Bekerja di Perusahaan Jepang yang Ada di Indonesia Terminal Mojok

5 Keuntungan Bekerja di Perusahaan Jepang yang Ada di Indonesia

12 Oktober 2022
Kasus Holywings dan 3 Tips Menghadapi Atasan yang Cuci Tangan

Kasus Holywings dan 3 Tips Menghadapi Atasan yang Cuci Tangan

27 Juni 2022
5 Penderitaan Karyawan Toko Sepatu dan Baju (Unsplash)

5 Penderitaan Karyawan Toko Sepatu dan Baju

29 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.