Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Apa pun Bencana yang Menimpa Barcelona, Real Madrid lah (yang Dituduh Jadi) Penyebabnya

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
9 Januari 2025
A A
3 Hal yang Bikin Pendukung Barcelona Optimis meski Habis Dikalahkan Real Madrid laporta

3 Hal yang Bikin Pendukung Barcelona Optimis meski Habis Dikalahkan Real Madrid (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tiap kali ada kesialan yang menimpa Barcelona, Real Madrid akan dituduh jadi pelakunya. Bukan Joan Laporta yang akan diarak, tapi Florentino Perez lah yang jadi sasaran.

Setiap kali ada postingan tentang kasus Dani Olmo, di situlah ada komen bahwa La Liga adalah anak buah Madrid. Javier Tebas, orang memuakkan yang jelas tak akur dengan Perez, dianggap oleh para fans Barcelona sebagai anak buah Perez. Intinya, Barcelona vs dunia.

Dunia uopooooh. Wong kok pede temen, merasa pusat dunia.

Masalah keuangan Barcelona itu bukan hal yang baru. Joan Laporta tiap musim selalu menarik tuas-tuas apalah itu demi mendaftarkan pemain. Krisis ekonomi yang ada tidak diselesaikan, tapi memaksa untuk tetap relevan. Akhirnya, tiap musim masalah yang sama terulang, dan bikin Barca jadi bahan guyonan di internet, ketiga setelah MU dan blunder ETI.

Saya tahu, tim sekelas Barca tentu saja harus berusaha untuk bertarung di kasta tertinggi. Bagaimanapun, uang yang didapat dari kompetisi itu tidak sedikit, dan harus diupayakan. Tetapi jika krisisi tidak diselesaikan dengan cara yang masuk akal serta masih memaksa ini-itu, saya yakin krisis ini akan berlangsung lama dan akhirnya bikin Barca bangkrut beneran.

Sebagai fans Madrid, saya kok nggak rela kalau Lamine Yamal dijual Barcelona untuk menghindari kebangkrutan. Yamal memang menakutkan, dan saya tak pernah bahagia melihat dia mengobok-obok Madrid. Tapi kalau dia pergi karena masalah Barca yang ini, saya sama sekali nggak rela.

Barca memang rival, tapi mereka adalah musuh yang harus kalian beri respek.

Barcelona di bawah Laporta tak lebih mendingan

Kita harus sepakat, krisis Barcelona sekarang itu bukan salah Laporta, tapi Bartomeu. Hanya saja, tangan Laporta tak serta merta bersih tanpa noda. Kebijakan tuas-tuas ini tak lagi sebagai langkah putus asa untuk menyelamatkan diri, tapi malah semacam langkah populis semata.

Baca Juga:

Real Madrid Tanpa Trofi (Lagi), Saatnya Buang Vini

Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Sekarang bayangkan, sekelas Barcelona jualan kursi. Kan konyol.

Laporta tetap melakukan tarik tuas-tuas ini tiap musim, demi memperkuat skuat. Bahwa langkah ini diperlukan, saya setuju. Tapi kalau tiap tahun hanya ini yang dilakukan, kok rasanya kayak nggak bakal selesai ya masalahnya.

Jujur saja sebagai orang luar, saya susah untuk relate dan bingung dengan krisis ini. Saya fans Real Madrid, tiap tahun disuguhi berita positif tentang keuangan Madrid. Seperti salary caps tertinggi, nggak pernah bermasalah dengan transfer. Gaji pemain ya masuk akal, pemasukan ya bagus, transfer keluar pemain kerap tidak merugi.

Yang saya bingungkan itu cuman satu: kenapa Barcelona tidak bisa seperti Madrid, padahal sama-sama tim besar?

Tak boleh menyalahkan Messi

Tentu saja saya terganggu dengan tuduhan-tuduhan tidak bermutu dari fans terhadap Madrid. Lha ndasmu, timmu sing kocak, kenapa harus tim lain yang bertanggung jawab?

Sudah jadi rahasia umum kalau gaji pemain Barcelona itu kelewat tinggi. Saya nggak perlulah bawa-bawa gaji Messi. Kalian pun tak seharusnya mengutuk Messi, karena tetap yang salah ya direksi. Kalau saya jadi Messi, katakanlah tiba-tiba disodori kontrak dengan gaji 10 kali lipat gaji saya sekarang, ya saya terima. Bodo amat keuangan kantor kayak apa, kan bukan urusan saya. Itu kerja direksi, bukan urusan saya.

Kalian minta Messi memahami keuangan klub? Yo nggak apa-apa, tapi ya ngapain ngegaji pemain fantastis kalau neraca keuanganmu kacau. Petinggi yang kocak, kenapa karyawan yang disalahin?

Wahai fans Barcelona, menyalahkan Madrid terus-terusan hanyalah bikin kalian makin jadi bahan olok-olok terbaik. Sudahlah, fokus ke tim kalian sendiri. Kutuk direksi kalian sendiri. Saya sih cuman ketawa aja ngeliat atraksi tolol kalian. Mbok ya jangan jadi fans yang menyedihkan dan sukanya menyalahkan tim lain.

Masak ya kalian mau terus-terusan bela Laporta yang tiap tahun atraksinya sama dengan menyalahkan Tebas dan Madrid? Kok lucu sampeyan.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Derita Real Madrid: Pemain Kelelahan, Diterpa Badai Cedera, Pelatih Keras Kepala, Manajemen Bebal, Lengkap!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.a

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2025 oleh

Tags: barcelonadani olmoflorentino perezjoan laportareal madrid
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Belum Terlihat Sesuai Ekspektasi, Apakah Mbappe Ternyata Nggak Sebagus yang Kita Kira?

7 November 2024
Menyongsong Madrid yang Lebih Kokoh Bersama Rudiger

Menyongsong Madrid yang Lebih Kokoh Bersama Rudiger

12 Mei 2022
Tak Hanya Tsubasa Ozora, Kawan-kawannya juga Berhak Bermain di Eropa terminal mojok.co

Menghitung Penghasilan Tsubasa Ozora di Barcelona

2 Maret 2020
Barcelona

Europa League, Tempat yang Tepat bagi Xavi untuk ‘Test Drive’

10 Desember 2021
Memburu Frenkie de Jong, Langkah Pertama Revolusi Erik ten Hag

Memburu Frenkie de Jong, Langkah Pertama Revolusi Erik ten Hag

13 Mei 2022
Cerita tentang Desa yang Tidak Memiliki Lapangan Sepak Bola terminal mojok.co

Tiga Kebahagiaan Seorang Fans Liverpool

8 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot

1 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.