Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Real Madrid Tanpa Trofi (Lagi), Saatnya Buang Vini

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
16 April 2026
A A
Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Share on FacebookShare on Twitter

Musim ini adalah musim kedua Real Madrid tanpa gelar sama sekali.

Ini bukan hal yang normal. Kita bicara tentang Real Madrid, tim yang menganggap piala adalah bare minimum. Tim yang tak peduli pencapaian macam mengorbitkan pemain atau hal-hal sepele lainnya kecuali piala. Tapi, nyatanya, ini musim kedua tanpa piala.

Dan tak cukup di situ. Tim ini bermain amat buruk. Performa babak pertama lawan Bayern Munchen semalam itu adalah anomali. Selama dua musim belakangan, tim ini bermain amat buruk. Saking buruknya, tim ini pernah bergantung pada Ceballos.

Bajingan, Ceballos cuk.

Sebagai fansnya, saya bahkan sudah bingung lagi mau nyalahin siapa. Soalnya semua salah. Ya pemain, ya pelatih, ya board yang tolol, semuanya salah. Masalahnya, ini Real Madrid, tim yang selalu dipuji karena gelaran piala serta selalu berhasil merengkuh revenue yang bagus. Jadi ini anomali: sebuah tim yang harusnya bisa mendominasi, tapi nyatanya disfunctional?

Real Madrid harus jual pemain ini

Rasa-rasanya, mengutuk performa tim ini sudah nggak perlu. Kamu nggak perlu ngejek sesuatu yang memang sudah jelek. Yang lebih penting, setelah ini, mau ngapain?

Sederhana, major overhaul squad, alias tendang semua pemain yang levelnya kek sempak itu.

Secara pribadi, saya ingin Camavinga, Ceballos, Alaba, Fran Garcia, angkat kaki dari klub ini. Saya tentu punya alasan jelas kenapa ingin mereka hengkang. Yang pertama, Camavinga.

Baca Juga:

Ketika 30 Juta Orang Ingin Kylian Mbappe Angkat Kaki dari Real Madrid

Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Oke, Camavinga adalah unpolished gem yang dulu pernah jadi pemain yang amat penting untuk Real Madrid. Tapi Madrid bukan tim yang fokus pada nostalgia. Sekarang Camavinga jelek. Jelek banget. Bagaimana bisa ada pemain konsisten dapat kartu merah di dua laga perempat final UCL dalam dua musim?

Lalu lihat performa di match lain. Dia nggak jelek cuma saat lawan Munchen, tapi juga di match lain. Kalau pas bagus, dia bener-bener tak tersentuh. Tapi itu jarang. Kenapa juga kita harus bergantung pada pemain yang inkonsisten?

Ceballos dan Alaba sama. Mereka amat inkonsisten, plus mereka sudah tidak sesuai standar Real Madrid. Untuk Fran Garcia, saya benci mengatakan ini, tapi Mendy dan Carreras levelnya kelewat jauh dibanding dirinya. Jujur, saya suka Fran. Dia pemain yang dulu bikin saya excited, tapi nyatanya, dia tidak berkembang lebih jauh.

Tapi ada satu pemain yang harusnya juga pergi, dan kalian tentu saja sudah tahu: Vinicius Junior.

BACA JUGA: Real Madrid: Ekonomi Elit, Transfer Sulit

Vini

Tidak, saya tak percaya performa buruk Madrid itu disebabkan oleh Mbappe. Bahwa dia kadang bermain amat tolol, saya setuju. Match lawan Munchen itu bikin saya pening karena positioning dia amat buruk. Tapi Vini, jauh lebih bikin pening ketimbang Mbappe.

Kalau Mbappe sering buang peluang, Vini membuat kesempatan bikin peluang menghilang. Dia selalu memaksakan 1 v 3 atau kelewat egois. Oke, itu dirinya, itu kekuatannya, saya setuju. Tapi bisa melewati 3 pemain itu bukan fokus utama, fokus utamanya ya menang. Real Madrid butuh kemenangan, sekalipun bermain amat buruk. Ugly or not, win is a win.

Vini kini kerap jadi liability. Egonya dan antic-nya yang tidak perlu kadang malah jadi fokus ketimbang performa tim di lapangan. Bagi saya, lebih mending jual pemain yang bikin distraksi, sekalipun itu jago.

I love Vini, dia alasan Real Madrid memenangkan 2 UCL sebelumnya. Tapi kalau sekarang fokusnya adalah pencapaian individu, mohon maaf, Madrid tidak peduli (harusnya). Kalau pintu Real Madrid pernah terbuka lebar untuk Ronaldo saat pergi, kenapa tidak untuk Vini?

Lalu, pelatih. Misalnya ganti pelatih, tak ada yang di kepala saya selain Jurgen Klopp.

Klopp yang klop

Saya jujur saja bingung menjawab kenapa Klopp cocok untuk Madrid, padahal belum lama ini, mereka menendang Xabi Alonso?

Klopp punya ide permainan yang jelas, sama seperti Xabi. Klopp juga punya authority yang jelas, sama seperti Xabi. Lalu kenapa dia lebih cocok? Sederhana, bukti.

Ini juga argumen yang lemah sebenarnya, saya paham. Xabi unbeaten di Leverkusen, pemutus dominasi Munchen. Tapi kenapa saya pilih Klopp, karena pertama, dia pernah membawa Liverpool juara UCL, memutus dominasi City yang digelontor uang tak terbatas, serta, mengangkat derajat Liverpool ke titik yang seharusnya.

Pemain Real Madrid mendengarkan pelatih yang sudah terbukti juara. Dan saya rasa, Klopp sudah punya hal itu.

Sebagai penutup, saya hanya bisa berpesan pada sesama Madridista: we are Real Madrid. Kita pernah terjatuh lebih parah ketimbang ini, dan musim depan, kita akan bangkit lagi. Percayalah pada tim ini, percayalah bahwa akan banyak pemain baru yang akan bikin kalian percaya lagi dengan tim ini.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 April 2026 oleh

Tags: camavingareal madridvinicius junior
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Casemiro, Bukti Bahwa Dunia Tak Berputar Mengelilingi Inggris

Casemiro, Bukti bahwa Dunia Tak Berputar Mengelilingi Inggris

28 Februari 2023
Rodrygo, The Starboy

Rodrygo, The Starboy

4 Mei 2022
eden hazard carlo ancelotti luis enrique david alaba vinicius junior real madrid vs chelsea mojok

Real Madrid vs Chelsea 1-1: Werner yang Kebangetan dan Rapuhnya Pertahanan Los Blancos

28 April 2021
Hasil Undian Perempat Final UCL 2021/2022: Siapa yang Akan Lolos?

Hasil Undian Perempat Final UCL 2021/2022: Siapa yang Akan Lolos?

20 Maret 2022
ballon d'or cristiano ronaldo real madrid mojok

Real Madrid Tidak Butuh dan Tidak Perlu Cristiano Ronaldo Lagi

16 Maret 2021
Sumber gambar: Akun Twitter Eduardo Camavinga

Camavinga Bukanlah Pelarian, dan Ia Tak Muncul Tiba-tiba

8 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Orang dengan Logat Bekasi yang Hidup di Solo (Unsplash)

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

10 Mei 2026
Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

9 Mei 2026
Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026
Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

6 Mei 2026
Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak Mojok.co

Alasan Sate Klopo Surabaya Masih Kalah Populer dari Sate Madura, padahal Sama-sama Enak

7 Mei 2026
Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam PPG Calon Guru

Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku

6 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.