Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

7 Hal Biasa tapi Pemkab Bangkalan Madura Nggak Bisa Kasih buat Warga, Bukti kalau Kabupaten Ini Nggak Punya Apa-apa

Abdur Rohman oleh Abdur Rohman
9 Juni 2025
A A
7 Hal Biasa tapi Pemkab Bangkalan Madura Nggak Bisa Kasih buat Warga, Bukti kalau Kabupaten Ini Nggak Punya Apa-apa

7 Hal Biasa tapi Pemkab Bangkalan Madura Nggak Bisa Kasih buat Warga, Bukti kalau Kabupaten Ini Nggak Punya Apa-apa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

#3 Bikin taman kota selain alun-alun

Bangkalan Madura juga kekurangan ruang publik. Taman kota yang nyaman saja hanya alun-alun. Itu pun terpaksa saya katakan nyaman karena tidak ada pilihan lain. Sebenarnya ada juga Taman Rekreasi Kota (TRK) di belakang stadion, tapi lebih terlihat seperti taman yang tidak terurus.

Oleh karena itu alun-alun menjadi pusat keramaian satu-satunya. Mulai dari orang berolah raga, berjualan, bersantai, bikin agenda kegiatan, dan lain sebagainya. Akhirnya, malah nggak nyaman karena terlalu ramai!

#4 Bangkalan Madura nggak bisa buat transportasi umum antarkecamatan

Saya tidak akan menjelaskan ini seandainya Pemkab Bangkalan Madura lebih dahulu mengkaji sebelum mengoperasikan bus Trans Bangkalan. Ya, beberapa bulan lalu ada bus Trans Bangkalan yang menjadi transportasi antarkecamatan di Bangkalan. Tetapi karena pemerintah tidak memiliki manajemen yang baik, transportasi ini berhenti beroperasi.

Tidak perlu salahkan masyarakat kurang antusias, masalah ini datang karena pemerintah saja yang tida niat. Buktinya, transportasi umum lain masih bertahan beroperasi dari Blega sampai Kamal.

#5 Jalan tidak rusak

Pernah dengar hukum fisika tentang lama waktu tempuh suatu benda dipengaruhi oleh jarak dan kecepatannya? Jika kalian pernah dengar, saya yakinkan bahwa hukum tersebut tidak berlaku di Bangkalan Madura.

Di kabupaten ini, selain jarak dan kecepatan, jalanan yang rusak akan membuat waktu tempuh kalian 2 kali lebih lama dari yang seharusnya. Belum lagi kalau ketemu kemacetan di Pasar Blega, Galis, Tanah Merah, dan Potemun. Bisa-bisa, kalian menua di jalan!

#6 Gaji yang manusiawi

UMK Bangkalan Madura terbilang rendah, yakni di bawah Rp2,4 juta. Hal ini semakin tidak masuk akal setelah kita sadar bahwa kabupaten ini adalah kawasan kota metropolitan Surabaya. Tak jarang warga kabupaten ini bolak-balik ke Surabaya. Dengan gaji di bawah 2,4 juta, kami bisa apa di Surabaya?

Itu kalau gajinya sesuai UMK, faktanya lebih banyak gaji pekerja di kabupaten ini yang tidak sampai 1 juta. Entah, apakah memang UMK ini dibuat untuk menaikkan gaji pejabatnya saja? 

Baca Juga:

Pemkab Bangkalan Madura Diisi oleh Pejabat Lebay, Banyak Ritual Cuma Pengen Dapat Pujian!

3 Olahan Topak yang Jarang Dapat Sorotan padahal Asli Madura dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain

#7 Pejabat yang bisa kerja

Sebagai penutup, inilah akar dari semua masalah di atas. Bangkalan Madura tidak punya pejabat yang benar-benar mau bekerja untuk rakyat. Kasus jual beli jabatan tahun lalu dapat menjadi buktinya. Yang punya jabatan bukan karena mereka bisa, tapi karena mereka punya dana.

Pejabat saat ini pun saya juga tidak yakin benar-benar punya kompetensi kerja. Apalagi DPR-nya? Haduh, tak bisa dipegang janjinya.

Ya sudah, itu saja hal yang sebenarnya biasa tapi Bangkalan Madura nggak bisa. Saya harap ke depannya kabupaten ini bisa lebih baik. Kasian warganya tiap tahun menjerit!

Penulis: Abdur Rohman
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Strategi Bertahan Hidup di Bangkalan Madura supaya Tetap Waras dan Bahagia, Setidaknya Tidak Sampai Gila!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2025 oleh

Tags: Bangkalanbangkalan maduramadura
Abdur Rohman

Abdur Rohman

Seorang warga sipil Bangkalan dengan selera yang kontradiktif: mencintai segala jenis olahan mie, namun memiliki alergi akut terhadap mie-literisme.

ArtikelTerkait

Sapeken, Pulau Tertinggal di Sumenep Madura yang Tak Layak Diremehkan

Sapeken, Pulau Tertinggal di Sumenep Madura yang Tak Layak Diremehkan

12 Desember 2024
BRI Ambunten Sumenep Mengajarkan Saya Arti Kesabaran

BRI Ambunten Sumenep Mengajarkan Saya Arti Kesabaran

28 Mei 2023
Kelakar Orang Madura yang Bikin Kita Kenal Lebih Dekat dengannya

Kelakar Orang Madura yang Bikin Kita Kenal Lebih Dekat dengannya

11 Maret 2020
Jangan Naik Bus AKAS NR kalau Mabuk Perjalanan Terminal Mojok

Jangan Naik Bus AKAS NR kalau Gampang Mabuk Perjalanan

5 Januari 2023
Pamekasan Bukan Kabupaten Paling Maju di Madura, Ada Bangkalan yang Siap Bersinar!

Pamekasan Bukan Kabupaten Paling Maju di Madura, Ada Bangkalan yang Siap Bersinar!

15 Februari 2024
Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

11 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Pekalongan Masuk Jawa Tengah, tapi Secara Budaya Lebih Dekat dengan Atlantis

28 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.