Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

Balada Pengguna WhatsApp: Jika Penting dan Genting Itu Telepon, Bukan PING!

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
22 Juli 2019
A A
ping

ping

Share on FacebookShare on Twitter

Suatu ketika, saya kaget ketika mendapati notifikasi WhatsApp sampai dengan 10 chat dari seorang teman. Saya sempat khawatir karena sepertinya ada sesuatu yang amat sangat penting. Lebih jauh lagi, saya bahkan berpikir mungkin ada kabar duka atau kemalangan. Tidak lama setelah itu, tanpa berpikir panjang lagi saya langsung membuka notifikasi tersebut.

Betul-betul dibuat kaget setelah saya mengetahui isi chat-nya, bukan karena adanya kabar duka atau kemalangan melainkan hanya pertanyaan “lagi di mana?” dan sisanya adalah kata “PING” 9 kali. Lalu saya pun sempat berpikir sejenak, rasa-rasanya BBM (BlackBerry Messanger) sudah tutup dan tidak digunakan lagi, kok ya masih saja menggunakan fitur PING. Ditambah, dia menghubungi saya melalui WhatsApp—yang kita semua tahu tidak ada fitur PING di dalamnya.

Biasanya selain kata PING, orang yang sama atau beberapa diantara teman menggunakan huruf P sebagai pengganti. Intinya sih sama, meminta si penerima chat untuk segera membalas. Sungguh, hal tersebut sangat menyebalkan dan mengganggu. Selain terlalu banyak notifikasi meski tidak memakai nada dering, tetap saja berlebihan karena hanya sembarang tanpa mau tahu sedang apa si penerima chat.

Bisa jadi penerima chat sedang sibuk atau tidak memegang handphone—itu kenapa tidak bisa dengan segera membalas juga merespon chat. Memang apa salahnya sih bersabar sedikit saja. Toh kalau memang ada pertanyaan—apalagi penting—pasti di jawab, kok. Wajar saja jika tidak dijawab, coba dicek kembali isi chatmu pertanyaan atau pernyataan? Tentu kedua hal tersebut berbeda dan wajar saja jika tidak dibalas kalau memang chat terakhir adalah pernyataan.

Seingat dan sepengetahuan saya, jika memulai atau membuka obrolan di melalui chat, normal dan sewajarnya adalah mengucap salam. Baik dalam bahasa arab sesuai dengan anjuran agama, bahasa Indonesia, daerah, atau bisa juga langsung membuka obrolan dengan cara bertanya atau mengajak sesuatu jika ingin melakukan kegiatan bersama.

Namun, kembali lagi sepertinya kata PING maupun huruf P menjadi pengganti salam pembuka pada suatu obrolan di aplikasi chatting. Maksud saya sih, kenapa nggak salam atau menyebutkan nama saja? Mau bagaimana pun hal demikian lebih baik dibanding tidak jelas berbasa-basi seperti itu. Walau terkadang menyebalkan, karena adanya sapaan dalam huruf P maupun kata PING saya malah merindukan bagaimana cara seseorang mengawali percakapan dengan berbasa-basi.

Mengutip sedikit dari Wikipedia, PING sendiri merupakan singkatan dari Packet Internet Gopher, sebuah program yang dapat digunakan untuk memeriksa induktivitas jaringan berbasis teknologi. Lebih lanjut lagi, fungsi PING pada aplikasi BBM bahkan untuk memastikan apakah jaringan milik BlackBerry berfungsi atau tidak atau dengan kata lain untuk tes server jaringan agar dapat reaktif. Jadi, sudah jelas bukan untuk test contact, pengganti kata salam, apalagi meminta seseorang untuk segera membalas chat yang diterima.

Bagi saya sendiri, penggunaan PING secara berlebihan bahkan dirasa tidak sopan dan benar-benar menjengkelkan, “bahasa anak Jaksel”-nya sih annoying. Saya cukup yakin beberapa orang sependapat dengan saya, kecuali mungkin bagi mereka yang selalu menggunakan fitur PING secara sembarang, terlebih di aplikasi WhatsApp. Mungkin mereka akan berkomentar, “yaelah sepele banget”—intinya sih mempermasalahkan. hehe.

Baca Juga:

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Jadi, gini lho, sewaktu-waktu khususnya kepada teman dekat mungkin bisa menggunakan PING dalam kondisi apa pun—walaupun tetap menyebalkan—tapi tentu perbuatan sekaligus kebiasaan ini tidak bisa disamaratakan ke banyak orang—salah satunya saya. Bahkan pernah ada orang yang baru kenal dan kali pertama menghubungi saya, dengan tidak merasa bersalah mengawali chat dengan PING baru memperkenalkan diri.

Perlu saya tegaskan, ini bukan soal saya yang terkesan kolot atau kaku dalam berkomunikasi. Sadar atau tidak, penggunaan PING tidak pada tempatnya dan tidak sesuai dengan fungsinya dapat membuat malu diri sendiri. Sebelum jauh ke arah itu, saya tentu selalu menegur teman secara langsung akan penggunaan kata PING di setiap chat-nya. Bukan untuk menyakiti, tapi lebih kepada agar tersadarkan dan hanya sekadar saran. Mau diikuti silakan, kalau pun tidak ya kalau bisa usahakan diikuti.

Bagaimana, dapat dan mudah dipahami, kan? Kok nggak ada respon, sih?

PING!!!

PING!!!

PING!!!

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: chatCurhatppingsahabatTemanWhatsapp
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Belakangan Ini Semua Media Sosial Terasa Toksik Kecuali Quora terminal mojok.co

Tidak Ada Paksaan Untuk Saling Follow di Media Sosial

21 Juni 2019
salah jurusan

Masuk Kuliah: Saatnya Salah Jurusan

2 Agustus 2019
fresh graduate

Galaunya Fresh Graduate Sarjana Pendidikan: Gaji Idealis vs Gaji Realis

13 Agustus 2019
Rupa-rupa Konten Chat Penghuni Grup WhatsApp Kompleks Perumahan terminal mojok.co

Rupa-rupa Konten Chat Penghuni Grup WhatsApp Kompleks Perumahan

22 Desember 2020
pasal

Menghakimi Status di Instastory: Pasal Mana Pasal?

19 September 2019
Polresta Banyuwangi Launching Hotline Wadul, Bagaimana Nasib para Pelapor? Bisa Dijamin Aman?

Polresta Banyuwangi Launching Hotline Wadul, Bagaimana Nasib para Pelapor? Bisa Dijamin Aman?

29 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.