Bakmi Mewah Rasa Sop Buntut, Mi Instan yang Menurut Saya Cukup Mewah – Terminal Mojok

Bakmi Mewah Rasa Sop Buntut, Mi Instan yang Menurut Saya Cukup Mewah

Artikel

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, tahu-tahu sudah masuk akhir bulan saja. Bagi saya serta teman teman yang ekonominya menengah dan sering kali dompetnya kering kerontang di tanggal tua, adalah wajib hukumnya memutar otak agar bisa survive dengan sisa uang yang ada sambil menunggu tanggal gajian bagi yang sudah bekerja, atau menunggu kiriman ikan bilis dan makanan dari orang tua bagi yang merantau ataupun anak kos. Selama berjuang bertahan hidup, mi instan menjadi andalan serta juru selamat bagi kami yang sekadar mengganjal perut, dan tentunya ada rasa enak.

Selain mudah didapatkan dan harganya murah, mi instan hadir dengan varian rasa yang cukup banyak. Seperti ayam bawang, soto medan, kaldu ayam, dan mi goreng. Seiring perkembangan zaman, muncul varian baru yang lebih kekinian untuk memanjakan lidah konsumen. Seperti rasa bulgogi, sambal matah, spicy ramyeon, dan lain-lain. Jadi, bagi yang ingin makan makanan mahal tapi dompet lagi defisit, mi instan bisa jadi solusi merasakan makanan mewah tanpa harus sedih karena mesti merogoh kocek terlalu dalam.

Di Indonesia, merek yang populer sebagai pilihan mi instan adalah Indomie dan Mie Sedaap. Selain harganya terjangkau, mereka saling berkompetisi menarik hati konsumen dengan beragam varian asal daerah maupun rasa yang sedang tren saat ini. Di saat kompetisi antar kedua merek tersebut berlangsung ketat, muncul satu pesaing yang mencoba ikut meramaikan pasar mi instan. Yak, pesaing yang saya maksud adalah Bakmi Mewah.

Baca Juga:  Makanan Dibungkus Jadi Nggak Enak, Bukan Berarti Pakai Pesugihan!

Bakmi Mewah adalah salah satu produk mi instan yang menurut saya punya misi membawa rasa premium lewat seporsi mie. Brand yang berasal dari Mayora Group ini awal kemunculannya memang berbeda dengan yang lain. Di saat mayoritas mi instan menggunakan bungkus plastik, Bakmi Mewah hadir dengan bentuk kotak seolah-olah mengisyaratkan “ini brand elit, loh.” Dari yang saya amati, sudah ada empat varian rasa yang ditwarkan oleh Bakmi Mewah, yaitu daging ayam, sambal matah, bakmi goreng komplit, dan terakhir sop buntut. Dari keempat varian tersebut, lidah saya condong ke sop buntut.

Saya pertama kali tahu kalau Bakmi Mewah mengeluarkan rasa sop buntut saat mampir ke sebuah Supermarket ternama. Diterpa rasa penasaran, saya pun mencoba membeli satu bungkus untuk dimasak di rumah. Isi di dalamnya ternyata cukup beragam. Ada mi tentu saja, bumbu penyedap rasa, bubuk chili, minyak, sayuran kering, dan yang menjadi andalan ada daging sapi yang dipotong halus yang sudah tercampur dengan kaldu sop.

Cukup 5 menit untuk memasak mi tersebut. Setelah mengaduk mi agar bumbu merata, saya mencoba merasakan kuah dari bakmie mewah sop buntut itu. Kesan pertama saya cukup puas karena kaldu sop buntutnya sangat terasa. Selain itu, tekstur minya kenyal dan berpadu serasi dengan kuah cita rasa sop buntut tersebut.

Baca Juga:  Merindukan Tini Wini Biti, Jajanan yang Jadi Primadona Saat Kecil

Yang menjadi nilai minus bagi saya ada di daging sapi. Porsi daging sapi yang diberikan sedikit. Seperti jadi hiasan saja. Selain itu, sayuran keringnya hanya wortel dan sop. Padahal dengan harga satu bungkusnya sekitar Rp12 ribu, saya berharap lebih pada mi ini.

Overall, Bakmi Mewah rasa sop buntut ini menurut saya cukup berhasil membuat saya puas dan merekomendasikannya untuk kalian coba. Mi ini sungguh menggoda kalau dikonsumsi saat hujan, apalagi ditambah telur setengah matang dan seporsi nasi hangat. Namun, harganya yang nyaris 6 kali lipat dari mi instan kebanyakan memang bikin Bakmi Mewah jadi terasa mewah dan elit. Jadi, coba sesekali, deh, biar nggak bikin kalian penasaran.

Sumber Gambar: YouTube Ridwan Spektra

BACA JUGA SuperMi Nutrimi Adalah Inovasi yang Lebih Superior Dibandingkan Lemonilo dan tulisan Muhammad Afhan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.