Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Kosakata Bahasa Jawa Khas Orang Pati yang Sulit Dimengerti Orang Demak

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
14 Februari 2024
A A
5 Kosakata Bahasa Jawa Khas Orang Pati yang Sulit Dimengerti Orang Demak

5 Kosakata Bahasa Jawa Khas Orang Pati yang Sulit Dimengerti Orang Demak (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang Pati dan orang Demak sama-sama menggunakan bahasa Jawa, tapi kok beda?

Menurut data Ethnologue, Indonesia merupakan negara dengan jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia. Indonesia punya sekitar 720 bahasa. Uniknya, kalau diperhatikan secara serius, meski bahasa daerahnya sama, misalnya sama-sama bahasa Jawa, tapi setiap daerah memiliki karakter masing-masing.

Hal demikian saya jumpai saat pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Mina Tani. Saya yang asli Demak lumayan kagok mendengar diksi khas masyarakat Pati-nan. Beberapa kali saya sempat menanyakan maknanya karena kurang paham. Sebab, meskipun sama-sama menggunakan bahasa Jawa saat berkomunikasi, seperti yang saya katakan di awal, antara daerah satu dengan yang lain tentunya memiliki perbedaan.

Setidaknya saya telah mengumpulkan lima kosakata bahasa Jawa khas orang Pati yang sulit dimengerti orang Demak kayak saya. Berikut daftarnya.

#1 Batur yang artinya teman

Bagi masyarakat Demak, “batur” identik dengan proses penggarapan sebuah bangunan. Lebih spesifik lagi, ada yang mendefinisikan kata tersebut sebagai proses memasukkan batu brangkal untuk pondasi. Misalnya, “Bapak lagi mbatur omah,” yang berarti bapak sedang memasukkan adonan batu brangkal untuk pondasi rumah.

Akan tetapi saat saya tinggal di Pati, kata “batur” memiliki makna yang jauh berbeda. Di kabupaten yang tetanggaan dengan Rembang tersebut, “batur” diartikan dengan teman. Saya sempat ngang-ngong ketika teman saya mengatakan, “Rudi iku batur kelasem.”

Bingung, kan? Rudi dan batur. Kok nggak nyambung?

Setelah diberi tahu kalau dalam bahasa Jawa Pati “batur” berarti teman, saya baru ngeh bahwa maksudnya Rudi adalah teman kelasmu. Ealah.

Baca Juga:

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

#2 Luru bermakna cari

Kalau di Demak, bahasa Jawa dari cari itu ya “nggolek”. Misalnya saya mengatakan “Aku meh mangkat kerjo kanggo nggolek duit,” yang berarti saya mau berangkat kerja buat cari uang. Namun di Pati berbeda, mereka menyebutkan “luru”. Agak asing, kan? Saya pun merasa demikian saat pertama kali mendengarnya.

Pernah suatu ketika saya mendapat kiriman wesel. Saat itu, teman kamar saya yang asli Pati menuturkan, “Koe diluru Pak Jamal saiki, beliau ngenteni ndok gerbang.” Karena saya nggak paham ucapannya, saya menanggapi dengan “ya” saja. Setelah itu, saya melanjutkan aktivitas mencuci baju.

Alhasil, sekitar sepuluh menitan setelah itu, teman saya kembali menemui saya dengan marah-marah. Ia menanyakan apakah saya telah menemui Pak Jamal. Terus terang saya jawab, belum. Dengan penuh amarah ia menandaskan informasi yang maksudnya saya mendapat kiriman wesel, sekarang saya dicari Pak Jamal dan beliau menunggu di gerbang.

Kalau mengingat cerita itu saya jadi ngakak sekaligus merasa bersalah. Sebab, gara-gara saya teman saya ini jadi kena marah Pak Jamal juga. Namun yang paling terkenang saat teman saya geram sambil mengatakan, “Kan aku wes ngomong nek koe diluru saiki, piye leh?”, yang artinya kan aku sudah bilang kalau kamu dicari sekarang, gimana sih? Sejak saat itu saya jadi tahu kalau “luru” itu berarti cari.

#3 Ora nda ndeh maksudnya nggak apa-apa

Pertama kali mendengar “ora nda ndeh”, tentu saya sangat bingung. Selain nggak paham maksudnya, di Demak pun nggak ada kosakata yang mirip-mirip atau paling nggak nyerempet sedikit dengan kata tersebut. Untuk mengatakan nggak apa-apa, orang Demak cukup mengatakan “ora popo” dalam bahasa Jawa.

Jadi, dulu saya dibuatkan Facebook oleh salah satu teman. Saya pun menyampaikan terima kasih, “Suwun yo ndak malah ngerepoti,” yang artinya terima kasih ya malah ngerepotin. Kemudian teman saya membalas, “Ora nda ndeh.”

Bahasa Jawa yang lumayan asing ini kemudian saya tanyakan maksudnya. Ealah, ternyata artinya nggak apa-apa.

#4 Gagego yang berarti ayo cepat

Kata “gagego” ini, kalau dilihat-lihat sekarang sudah menjadi trademark tulisan kaos khas Pati. Dulu saya sempat bingung saat pertama kali mendengar kosakata ini. Namun setelah tahu penggunaannya saat konteks apa, kata “gagego” jadi melekat di ingatan. Dalam bahasa Jawa khas Pati, “gagego” berarti ayo cepat.

Biasanya teman saya yang asli Pati menggunakannya ketika sudah hilang kesabaran. Misalnya, saat sudah terlalu lama antre di kamar mandi. Jika orang-orang Demak ngomong, “Lek ndang cepet!”, orang Pati akan mengucapkan, “Gagego!”

#5 Penter berarti menjemur

Kata “penter” ini berbeda dengan “pinter” ya, Gaes. “Penter” di sini menurut orang Pati artinya menjemur. Ada yang mengatakan “penter”, ada pula yang mengucapkan “pentir”. Meski beda pengucapan, maknanya sama-saman menjemur.

Jujur saat pertama kali mendengar kata ini saya langsung merasa bingung. Soalnya buat orang Demak, menjemur menggunakan istilah “meme”. Misalnya, “meme klambi” yang artinya menjemur baju, “meme gabah” yang artinya menjemur gabah, dll.  Jadi ketika mendengar bahasa Jawa “penter”, saya nggak paham. Apalagi waktu mendengar teman saya bertanya, “Klambimu wes dipenter?” Tapi setelah tahu maknanya, saya jadi mengerti.

Itulah kelima kosakata bahasa Jawa khas Pati yang sulit dimengerti orang Demak. Meski sama-sama berada di Jawa Tengah dan berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa, namun ternyata banyak kata yang berbeda. Tentu hal ini merupakan kebanggaan sekaligus bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang multikultural.

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Logat Khas Pati yang Malah Jarang Dipahami Orang Pati Sendiri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2024 oleh

Tags: bahasa daerahBahasa JawademakKabupaten Demakkabupaten patipati
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

Kesulitan Bocah Jawa Suroboyoan Belajar Bahasa Jawa di Sekolah

Kesulitan Bocah Jawa Suroboyoan Belajar Bahasa Jawa di Sekolah

10 Januari 2023
Bahasa Jawa yang Kaya, "Minum" Bisa Diterjemahkan Jadi 8 Kata Berbeda Mojok.co

Bahasa Jawa yang Kaya, “Minum” Bisa Diterjemahkan Jadi 8 Kata Berbeda

6 Juli 2024
7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit Mojok.co

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

14 Februari 2026
30 Istilah dalam Bahasa Jawa yang Diawali Kata “Mak”, Mulai dari Mak Plengeh hingga Mak Jegagik

30 Istilah dalam Bahasa Jawa yang Diawali Kata “Mak”, Mulai dari Mak Plengeh hingga Mak Jegagik

27 Oktober 2024
Derita Menjadi Buruh di Sayung Demak

Derita Menjadi Buruh di Sayung Demak

1 Mei 2023
20 Kosakata Daerah Plat AG yang Wajib Dipahami Perantau biar Nggak Plonga-plongo Saat Diajak Ngobrol Warlok

20 Kosakata Daerah Plat AG yang Wajib Dipahami Perantau biar Nggak Plonga-plongo Saat Diajak Ngobrol Warlok

16 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Jalan Godean Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat Mojok

Jalan Godean yang Ruwet Konsisten Menguji Kesabaran Warga Sleman Sisi Barat

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.