Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bagi Saya, Facebook Adalah Media Sosial Paling Sentimental

Siti Halwah oleh Siti Halwah
25 April 2020
A A
facebook media sosial kenangan nostalgia fitur mojok

facebook media sosial kenangan nostalgia fitur mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya adalah pengguna aktif media sosial. Ada beberapa media sosial yang selalu rajin saya kunjungi—meskipun untuk melihat-lihat saja. Pasalnya, ada beberapa teman saya yang nomor kontaknya nggak saya miliki. Jadi, kami biasanya hanya saling melihat situasi dan keadaan masing-masing melalui update media sosial. Seperti di Facebook dan Instagram.

Ada juga media sosial lain yang saya gunakan hanya sebagai tempat menyepi dari kesibukan dan sambat akan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan saya—khususnya sambat tentang teman-teman saya di dunia nyata. Hehehe. Biasanya, saya memilih melakukannya di Twitter.

Tetapi, dari semua media sosial yang saya gunakan, hanya Facebook yang menurut saya memberikan dampak emosional dan bernuansa sentimental—halah bahasanya sok-sokan banget, wqwq.

Sebagai pengguna setia Facebook sejak masa SMP, saya merasa bahwa dia adalah contoh media sosial yang kompleks. Selain karena menghubungkan banyak orang-orang di berbagai belahan dunia, dia juga memiliki fitur-fitur yang suka sekali bikin terharu—seenggaknya sih, bagi saya.

#1 Improvisasi fitur like yang ciamik

Dahulu, fitur like di Facebook hanya jempol berwarna biru saja. Jika seseorang menyukai suatu postingan, ia hanya perlu menekan tombol jempol tersebut. Seketika tombol jempol tersebut akan berubah warna menjadi biru.

Sekarang, Facebook mengimprovisasi fitur like-nya. Nggak cuma ada jempol, tetapi juga ada tombol sad, love, ha-ha, angry. Hanya dengan adanya kumpulan emoticon tersebut, sudah dapat dilihat betapa sentimental dan emosionalnya Facebook. Kita juga dapat mengetahui isi suatu postingan hanya dengan melihat reaksi emoticon yang paling banyak ditimbulkan. Misalnya, ketika ada postingan yang berbau empati dan kesedihan, maka emoticon sad akan mendominasi di bagian reaksinya.

#2 Facebook selalu mengingat tanggal lahir seseorang

Oh, tentu saja tanggal lahir seseorang yang diingat oleh Facebook adalah yang sesuai dengan data yang dimasukkan oleh si pemilik akun. Fitur ulang tahun dari Facebook ini adalah yang paling bikin saya emosional. Pasalnya, nggak semua orang ingat dengan tanggal lahirnya sendiri dan Facebook rajin banget mengingatkannya. Hebatnya, Facebook nggak cuma membuat seseorang mengingat tanggal lahirnya, tetapi ia juga sering membuat seseorang mengingat hari ulang tahun teman-temannya.

Baca Juga:

Facebook Marketplace, Titik Kumpul Barang Unik dan Berguna, sekaligus Surganya para Penipu

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Suatu kali, saya pernah bangun tidur dan terkaget-kaget dengan banyaknya mention di beranda akun Facebook saya. Beberapa teman saya secara serentak mengirimkan ucapan selamat ulang tahun. Dari mana mereka tahu? Karena Facebook sudah mengirimkan semacam notifikasi akan tanggal ulang tahun saya pada mereka. Saya benar-benar terharu, hiks.

Bahkan, nggak cukup dapat ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman, saya juga mendapatkan kado ucapan berupa kue ulang tahun yang sangat besar dari Facebook. Ya, meskipun kadonya hanya berbentuk video dan kuenya nggak bisa dimakan, tetap saja saya merasa terharu.

Saya juga merasa terbantu dengan adanya fitur ini. Pasalnya, saya adalah orang yang pelupa pada bagian ingat-mengingat tanggal lahir. Jangankan hari lahirnya teman, tanggal lahir saya sendiri saja kadang lebih sering kelewatan kok. Makanya, saya mau berterima kasih kepada Facebook atas fitur pengingat ulang tahunnya yang kece badai ini.

#3 Facebook sering memunculkan kenangan-kenangan masa lalu

Sering saat membuka-buka beranda Facebook, saya mendapati banyak orang yang mengunggah banyak sekali foto secara bersamaan. Bahkan kadang hingga lebih dari dari 50 foto sekaligus. Template caption yang ditulis biasanya nggak jauh-jauh dari “Save Moment” atau “Save di sini biar nggak hilang”.

Pertama kali melihat fenomena tersebut, saya merasa aneh. Untuk apa orang-orang ini menyimpan kenangannya di Facebook? Mengapa nggak cukup menyimpan foto-fotonya di memori gawainya saja? Hingga akhirnya saya merasakan sendiri manfaatnya.

Tadi pagi, Facebook memberikan saya notifikasi untuk melihat kenangan di masa lalu saya, sekitar 6 tahun yang lalu. Di sana, berisi foto-foto saya di masa-masa SMA. Saya bahkan masih ingat dengan jelas di kelas mana, hari apa, dan di kegiatan apa foto-foto tersebut diambil. Saya merasa terharu sekaligus nelangsa, ya ampun betapa noraknya saya di masa lalu, hehe. Padahal, bukan saya orang yang mengunggah foto-foto tersebut, melainkan teman sekelas saya. Saya hanya kebetulan masuk dalam daftar tag-nya. Tetapi, Facebook masih berbaik hati mengingatkan saya. Ih, jadi terharu deh.

Kali lain, saya juga mendapatkan notifikasi untuk melihat kenangan masa lalu saya yang lain. Kali ini isinya adalah foto-foto keponakan saya sewaktu ia masih balita dan sedang lucu-lucunya. Melihatnya saja, rasanya amarah saya menguap. Saya nggak jadi memarahi keponakan yang baru saja bikin gaduh rumah hanya gara-gara kehilangan stik es krimnya.

Foto-foto tersebut nggak saya miliki salinannya di gawai, laptop, hard disk maupun flash disk karena saya lupa menyalinnya sewaktu bergonta-ganti gawai. Saya juga kelupaan pernah mengunggahnya di Facebook. Terima kasih ya, Facebook. Aku padamu~

#4 Facebook membuat dua orang teman dapat merayakan seberapa lama hari pertemanannya

Dulu, di masa-masa SMP, ketika pertama kali berteman dengan seseorang, saya biasanya juga sekalian bertukar akun Facebook. Tujuannya agar pertemanan kami juga terhubung di dunia maya. Hal tersebut terkadang masih saya lakukan hingga di masa-masa kuliah.

Di beberapa kesempatan, Facebook dapat memunculkan notifikasi untuk merayakan pertemanan dengan teman-teman saya. Notifikasi tersebut berupa lama waktu pertemanan kami disertai dengan momen-momen yang sudah kami berdua lakukan. Aw, jadi makin terharu, deh. Untung saja notifikasi tersebut berisi perayaan pertemanan dengan teman saya, bukan dengan mantan.

#5 Kaleidoskop tiap akhir tahun di Facebook yang selalu bikin ambyar

Setiap akhir tahun, akun Facebook saya biasanya memunculkan kaleidoskop yang berisi apa saja kegiatan saya selama setahun. Isi dalam kaleidoskopnya beragam, mulai dari momen-momen istimewa apa saja yang sudah saya lalui, foto-foto apa saya yang paling menyentuh, berapa banyak reaksi yang saya berikan pada orang lain dan sebaliknya, hingga berapa jumlah pertemanan baru yang berhasil saya lakukan pada tahun itu.

Kaleidoskop tersebut menjadi semacam pengingat untuk mengenang apa saja yang sudah berhasil saya lalui selama setahun ini. Semuanya terbingkai dalam sebuah video singkat namun manis. Berhubung saya jomblo, jadi saya merasa sangat terharu dan emosional di waktu bersamaan. Terima kasih ya, Facebook. You made my day!

BACA JUGA Saya yang Ulang Tahun, Kenapa Saya yang Harus Nraktir? dan tulisan Siti Halwah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 April 2020 oleh

Tags: FacebookMedia Sosialnostalgia
Siti Halwah

Siti Halwah

menulis untuk eksis

ArtikelTerkait

20 Istilah yang Harus Diketahui KOL Specialist

20 Istilah yang Harus Diketahui KOL Specialist

22 September 2023
3 Tipikal Admin Media Sosial yang Bikin Mangkel terminal mojok.co

Tips Sehat Mental Mengarungi Media Sosial yang Brutal

3 September 2020
cara ketawa di media sosial mojok.co

Menebak Karakter Orang dari Caranya Ketawa di Media Sosial

26 Juni 2020
5 Pose Foto Mahasiswa Sekolah Kedinasan yang Sering Muncul di Medsos Terminal Mojok.co

5 Pose Foto Mahasiswa Sekolah Kedinasan yang Sering Muncul di Medsos

11 Maret 2022
monopoli

Belajar Sekaligus Mengatur Keuangan dengan Permainan Monopoli

24 September 2019
jualan di facebook terminal mojok

Orang yang Jualan di Facebook Kasih Harga Rp123456789 Itu Kenapa, sih?

27 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

Di Tasikmalaya, jadi tukang parkir liar itu wajar, sebab lapangan kerja di kota ini begitu langka!

3 Agustus 2026
Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu Mojok.co

Anak pertama perempuan, peran yang paling melelahkan di dunia setelah jadi ibu

2 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

Kartu kredit, contoh terbaik bahwa dunia hanya ramah sama orang kaya

3 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.