Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Badai Kritik karena Iklan yang Bikin Cringe di Drama The King: Eternal Monarch

Rian Andini oleh Rian Andini
21 Mei 2020
A A
Badai Kritik karena Iklan yang Bikin Cringe di Drama The King: Eternal Monarch lee min ho

Badai Kritik karena Iklan yang Bikin Cringe di Drama The King: Eternal Monarch Lee Min Ho Come Back dan Makin Ganteng di Drama "The King: Eternal Monarch"

Share on FacebookShare on Twitter

Drama Korea The King: Eternal Monarch nggak berhenti mendapat badai kritik dari penontonnya. Sebabnya beragam, mulai dari alur cerita yang membingungkan, sampai soal segmen iklan yang dirasa kebanyakan.

Untuk isu yang kedua ini rasa-rasanya nggak lepas dari episode delapan The King: Eternal Monarch yang minggu lalu baru saja rilis. Di dalam episode itu, memang terlihat babang Lee Min Ho memuji produk kopi botolan yang menjadi sponsor drama tersebut ketika sedang melakukan adegan telepon-teleponan bersama ayangnya, Mbak Kim Go Eun.

Masih belum selesai. Keluhannya masih panjang ini, Gaes. Netizen juga mengeluh soal Kim Go Eun yang katanya juga ikut-ikutan ngiklan. Dalam adegan tersebut, Mbak Go Eun pakai produk lip balm saat sedang melakukan penyelidikan. Kemudian, temannya meminta produk tersebut.

Lalu, iklan terakhir di The King: Eternal Monarch yang dikeluhkan pemirsa drakorian adalah soal kimchi yang disorot kamera ketika tim detektif Kim Go Eun sedang makan. Secara singkat begitulah keluhan yang disampaikan penonton pasca episode delapan yang penuh promosi produk. Jadi, mari kita bedah satu persatu.

Netizen yang berkomentar buruk soal adegan iklan itu pasti nggak pernah nonton jenis film sadis yang kalau ngiklan jauh lebih zalim, nggak pakai basa-basi, bahkan memakai durasi waktu dan naskah yang terlalu panjang. Buat saya, segmen di mana Lee Min Ho sedang ngiklan kopi itu nggak terasa mengganggu sama sekali. Bagian iklan tersebut terasa mulus dan natural aja kok, nggak terkesan dipaksakan.

Adegan ini sama sekali nggak bisa disandingkan sama sebagian film Indonesia yang hobi banget ngiklan biskuit atau produk sosis secara berlebihan. Ada begitu banyak adegan untuk iklan dengan memasukkan naskah percakapan yang nggak nyambung blas sama alur cerita.

Misalnya saja, ada adegan di mana tokoh wanita dan pria sedang santai di taman bunga serambi menikmati biskuit (((sponsor))). Okelah, ya, di sini masih wajar. Namun, obrolan mereka berdua tiba-tiba berhenti dan beralih sejenak untuk memuji rasa biskuit yang katanya sangat enak itu. Sampai di sini juga masih oke dan masih bisa dibenarkan.

Setelah itu, filmnya tiba-tiba terasa cringe ketika obrolan mereka masuk ke penelaahan bagaimana biskuit ini dibuat dan bahkan sampai membahas komposisi nutrisinya. Alamak! Nggak akan ada pasangan yang sedang bersantai di taman membahas nilai gizi sebuah camilan!

Baca Juga:

Iklan Universitas Terbuka (UT) Tayang di Bioskop: Keren, tapi Ironis. Sebelum Tampil di Layar Besar, Perbaiki Dulu Layar Kecil Mahasiswa biar Nggak Nge-lag!

Baliho di Jogja Ambruk, Sudahkah Waktunya Mengkaji Jumlah Baliho dan Menertibkannya?

Kalau sudah begitu, kenapa nggak sekalian aja naskahnya dipanjangkan untuk menerangkan dengan jelas bagaimana laporan penjualan biskuit ini selama sebulan beserta data grafiknya seperti sedang presentasi di kantor manajemen? Kan kzl. Ini nonton film apa nonton iklan!

Iya sih, sebuah film tentu butuh uang untuk proses pembuatannya. Sponsor dari sebuah produk menjadi salah satu jalan untuk memastikan sebuah film bisa dibuat dengan baik memakai tim produksi serta artis yang bermutu. Akan tetapi, sangat disayangkan jika penempatan iklan dalam sebuah film tidak dipikirkan dengan matang oleh sutradaranya. Rasa film yang tidak lagi terasa natural jelas akan membuat penonton jadi kabur dan akhirnya memilih untuk pergi dan mencari film alternatifnya.

Penempatan iklan yang salah jelas akan membuat dampak buruk ganda. Pertama, film yang terasa jelek dan mengecewakan penonton. Kedua, pengaruh yang diharapkan sponsor untuk meningkatkan penjualan produk pun gagal.

Padahal, penempatan iklan yang tepat bisa jadi profit yang sangat besar untuk sponsor. Memang sulit, sih, untuk bisa menyisipkan iklan tanpa membuat penonton merasa sedang ditipu. Perlu intrik dan gombal tingkat tinggi yang lebih jago dibandingkan babang Dilan, si duta rindu Indonesia.

Soal penempatan iklan yang oke, drama serial Goblin bisa jadi panutan yang lumayan baik. Buat emak-emak yang sudah nonton Goblin pasti sampai nggak hafal apa saja produk yang diselipkan dalam cerita sama sutradaranya. Soalnya, buanyaaak banget produk sponsornya.

Ada satu produk yang sangat lengket di hati, sampai akhirnya saya juga merengek pada suami ingin dibelikan barang yang sama, yakni parfum merk Body Shop White Musk. Bahkan, saking terkenalnya karena drama Goblin, Anda hanya cukup mengetikkan kata “parfum Goblin” dan barang ini akan muncul di Google.

Bagaimanakah parfum ini muncul sebagai iklan dalam drama Goblin? Sederhana saja. Kedua aktor utamanya sama sekali tak mengungkapkan bagaimana parfum ini dibuat. Mereka juga nggak pernah panjang lebar menerangkan bahwa parfum ini berasal dari bahan organik yang aman untuk kulit sensitif.

Produk ini muncul sebagai hadiah dari babang Goblin kepada Ji Eun-tak ketika ia memutuskan untuk mati di hari pertama turunnya salju. Romantis, kan? Aaak. Saya iri.

Saking suksesnya drama Goblin di waktu itu, ada banyak aksesoris yang turut dibuat untuk menyenangkan kaum fans garis kerasnya. Miniso, toko kelontong multinasional yang sering ada mal, yang juga merupakan sponsor drama ini, mengeluarkan sederet boneka karakter tokoh goblin.

Selain itu, Miniso juga menjual botol minuman sampai lilin aromaterapi ala serial Goblin. Kapitalis memang sudah gila. Semua bisa dibuat asal Anda senang, eh, asal cuan yang menang.

Namun, nggak masalah. Memang itulah tujuan film dan drama dibuat, untuk menghasilkan profit. Supaya roda perekonomian serta pola hidup konsumtif terus bergerak melalui godaan halus berbentuk iklan gombalan maut.

Over all, iklan di dalam drama The King: Eternal Monarch memang nggak serapi drama Goblin, tetapi nggak separah beberapa drama cinta di televisi kita. Tepat berada di tengah-tengah lah.

Penilaian ini mungkin saja terpengaruh dari diri saya yang terbiasa melihat iklan secara blak-blakan dalam sebuah film, yang diselipkan sutradara tanpa memerhatikan plot cerita. Sehingga, iklan kopi Lee Min Ho dalam drama terasa biasa saja, cuma selevel gado-gado karet satu.

Sumber Gambar: Laman Fanpage Lee Min Ho di Facebook

BACA JUGA Lee Min Ho Come Back dan Makin Ganteng di Drama “The King: Eternal Monarch” dan tulisan Rian Andini lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Mei 2020 oleh

Tags: GoblinIklanThe King: Eternal Monarch
Rian Andini

Rian Andini

ArtikelTerkait

Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd terminal mojok.co

Sisipan Iklan di Sinetron Indonesia Bikin Alur Cerita Jadi Nggak Nyambung

22 September 2020
Iklan Podcast Horor di Spotify Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

Iklan Podcast Horor Sukses Bikin Saya Langganan Spotify Premium

4 Desember 2023
Mempertanyakan Sosok ‘Alien’ Ali Endrawan Penyerang Bisalah Ship yang Sebenarnya terminal mojok

Mengira-ngira Sosok ‘Alien’ Ali Endrawan, Penyerang Bisalah Ship yang Muncul di Iklan Grab Terbaru

14 April 2021
Yang Klasik Lebih Asyik_ Iklan TV yang Kembali ke Era Jadul terminal mojok

Yang Klasik Lebih Asyik: Iklan TV yang Kembali ke Era Jadul

5 September 2021
7 Tagline Iklan Era 2000-an yang Gen Z Nggak Relate Mojok.co

7 Tagline Iklan Era 2000-an yang Gen Z Nggak Relate

29 September 2024
Keanu Agl Jadi Bintang Iklan Pantene, Gebrakan Gokil di Dunia Periklanan Terminal Mojok

Keanu Agl Jadi Bintang Iklan Pantene, Gebrakan Gokil di Dunia Periklanan

13 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes Mojok.co

Derita Mahasiswa Asal Madura yang Serius Kuliah di Surabaya, Terjebak Stereotipe dan Kerap Jadi Sasaran Dark Jokes

4 Mei 2026
4 Kebiasaan yang Umum di Semarang, tapi Jadi Aneh di Jogja (Unsplash)

4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

3 Mei 2026
Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

Stereotipe Mahasiswa Sumatera yang Kuliah di Jogja: Dikira Anak Sawit dan Selalu Punya Duit Bejibun, padahal Kami Juga Sering Bokek!

29 April 2026
Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Ternyata Bus Trans Jatim Nggak Ada Bedanya dengan Angkot, Ngebut dan Ugal-ugalan!

4 Mei 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda
  • KRL Jakarta Memang Bikin Stres, tapi Kelakuan Penumpangnya Masih Lebih Manusiawi daripada KRL Jogja
  • Anak Betah Jadi Mahasiswa Abadi karena Sibuk Organisasi dan Ogah Garap Skripsi, Ortu di Rumah Pura-pura Memahami padahal Terbebani
  • Dilema Gen Z: Resign Kerja Kena Mental karena Mulut Ortu dan Tetangga, tapi Bisa “Gila” Kalau Bertahan di Kantor yang Isinya Orang Toksik
  • Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa
  • Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.