Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Perbedaan The King: Eternal Monarch di Drakor dengan Sunda Empire di Indonesia

Desi Murniati oleh Desi Murniati
22 April 2020
A A
Perbedaan The King: Eternal Monarch di Drakor dengan Sunda Empire di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Lupakan dulu drakor The World of the Married yang menguras emosi dan jadi bahan perdebatan emak-emak. Ada satu drama Korea yang nggak kalah gemesin dari The World of the Married yaitu drama berjudul The King: Eternal Monarch. Drama yang dibintangi oleh Lee Min Ho dan pengantin Ajussi Goblin yaitu Kim Go Eun itu menceritakan tentang kehidupan di dua dunia yaitu Kerajaan Corea dengan Republik Korea. Lee Gon yang diperankan oleh Lee Min Ho adalah raja dari Kerajaan Corea, sedangkan Jeong Tae Eul yang diperankan oleh Kim Go Eun adalah polisi di Republik Korea yang konon pernah menyelamatkan Lee Gon di tahun 1994.

Jangan tanya sama saya kenapa Jeong Tae Eul yang lahir tahun 1990 bisa menyelamatkan Lee Gon di tahun 1994, karena saya juga masih penasaran dengan hal itu. Namun ada satu hal yang mengganjal ketika saya menonton drama tersebut yaitu apa yang akan terjadi jika di Indonesia ada orang yang tiba-tiba datang dengan kuda putih dan mengaku sebagai raja di Indonesia? Saat itu juga saya mengingat kerajaan-kerajaan halu yang beberapa waktu yang lalu bermunculan di Indonesia, salah satunya Sunda Empire. Jangan-jangan penulis drama The King: Eternal Monarch terinspirasi dari Sunda Empire yang ada di Indonesia?

ADVERTISEMENT

Meski sebenarnya itu mungkin saja terjadi, tapi saya cepat-cepat menyingkirkan pikiran itu. Apalagi mengingat pemainnya adalah salah satu oppa pujaan hati saya, nggak mungkin dia disamakan dengan pendiri kerajaan halu di Indonesia yang berakhir di penjara. Makanya, di sini saya terinspirasi untuk menulis perbedaan-perbedaan antara Kerajaan Corea di drama The King: Eternal Monarch dengan Sunda Empire agar jika ada yang berpikiran seperti saya, bisa cepat-cepat menghilangkannya.

Satu: Rangga Sasana Pengin Terkenal, Lee Gon Nggak

Pada episode kedua saat Lee Gon tiba di Rebuplik Korea, dia tidak mendatangi majalah, tabloid, atau melakukan konferensi pers perihal statusnya sebagai raja di Kerajaan Corea. Namun, yang dia lakukan adalah memeluk Jeong Tae Eul di depan patung raja Korea sembari mengatakan, “Aku menemukanmu.” Tentu saja ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Rangga Sasana yang beberapa kali muncul di televisi dan menceritakan posisinya sebagai sekretaris jendral di Kerajaan Sunda Empire.

Sebenarnya hal itu bisa saja dilakukan oleh Lee Gon, apalagi dengan wajah tampan dan menawan yang dimilikinya. Ya, meski halu, ia masih bisa dimaafkan karena kegantengannya. Namun, Lee Gon nggak punya tujuan untuk pansos atau panjat sosial. Tujuannya saat itu melewati perbatasan dunia paralel adalah untuk menemukan sosok Jeong Tae Eul yang pernah menyelamatkannya. Makanya saat pertama tiba dan bertemu dengan Jeong Tae Eul, ia langsung memeluk gadis itu. Tanpa mikirin kapan dan di mana akan melakukan konferensi pers.

Dua: Kerajaan Corea vs Kerajaan Halu

Dalam drama Korea The King: Eternal Monarch diceritakan Lee Gon berasal dari Kerajaan Corea yang tentu saja bagi Jeong Tae Eul hanya halusinasi karena Korea merupakan negara berbentuk republik. Namun Kerajaan Corea memang benar-benar ada, hal itu dibuktikan dengan tidak terdatanya sidik jari Lee Gon dan kancing baju yang dikenakan Lee Gon terbuat dari berlian asli. Dengan dua bukti ini, jika saya menjadi Jeong Tae Eul, saya pasti akan mempertimbangkan kehaluan Lee Gon, apalagi ditambah kegantengannya. Cowok ganteng kurang masuk akal untuk halu.

Berbeda dengan Sunda Empire yang diceritakan oleh Rangga Sasana. Meski mengakui sebagai sekretaris jendral dari kerajaan yang berbentuk kekaisaran matahari yang ada sejak Alexander The Great (Alexander Agung), Rangga Sasana tetap terdata sebagai warga negara Indonesia yang tinggal di Brebes. Mungkin jika saat itu Rangga Sasana tidak dikenali sebagai salah satu warga Indonesia dan memiliki berlian di baju yang ia pakai, Sunda Empire bisa dipertimbangkan keberadaannya.

Tiga: Lee Min Ho Oppa-oppa, Rangga Sasana Opa-opa

Seandainya jika yang mengakui sebagai sekretaris jendral Sunda Empire adalah Lee Min Ho atau minimal seganteng dia, mungkin polisi yang memeriksanya akan sedikit khilaf dan percaya dengan apa yang dikatakannya. Setidaknya, saat dia muncul di TV dengan pengakuan halunya, penonton akan bilang, “Nggak apa-apa halu, yang penting ganteng.” Namun, karena saat itu yang muncul bukan oppa-oppa melainkan opa-opa alias kakek-kakek, orang-orang yang berkemungkinan percaya malah jadi ikut menuduh halu.

Baca Juga:

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

BACA JUGA Drama Korea Terfavorit 2019 atau tulisan Desi Murniati lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2020 oleh

Tags: drama koreaSunda empireThe King: Eternal Monarch
Desi Murniati

Desi Murniati

Content writer dan blogger yang s seringnya nulis SEO dan menulis konten opini. Sekarang sibuk belajar jadi content creator.

ArtikelTerkait

Big Mouth Drakor Gelap yang Sayang untuk Dilewatkan Terminal Mojok

Big Mouth: Drakor Gelap yang Sayang untuk Dilewatkan

3 Agustus 2022
Eksekusi Buruk Ending Drama Korea Big Mouth Kebanyakan Masalah tapi Nggak Ada Penyelesaian Terminal Mojok

Eksekusi Buruk Ending Drama Korea Big Mouth: Kebanyakan Masalah, Nggak Ada Penyelesaian

18 September 2022
Bagaimana The Penthouse Menggambarkan Terciptanya Lingkaran Kekerasan Akibat Toxic Parenting terminal mojok

Bagaimana ‘The Penthouse’ Menggambarkan Terciptanya Lingkaran Kekerasan Akibat Toxic Parenting

7 April 2021
4 Kemiripan Our Beloved Summer dengan Drakor Fenomenal Hometown Cha-cha-cha terminal mojok

4 Kemiripan Our Beloved Summer dengan Drakor Fenomenal Hometown Cha-cha-cha

1 Januari 2022
the world of the married episode 1 review resensi sinopsis komentar akan ditayangkan trans tv internet viu link streaming sinopsis polemik kontroversi kpi mojok

The World of the Married Episode 1: Sinopsis dan Komentar

13 Mei 2020
Ini yang Terjadi Kalau Sun Woo di The World of the Married Adalah Orang Indonesia terminal mojok.co

Ini yang Terjadi Kalau Sun Woo di The World of the Married Adalah Orang Indonesia

20 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk pelajar Mojok.co

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

8 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Bendungan Rowo Jombor Klaten Membahayakan Pengunjung (Unsplash)

Stigma orang yang nongkrong di Rowo Jombor adalah jamet itu konyol, tapi dampaknya luar biasa

6 Agustus 2026
Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua Mojok.co

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.