Arsip Artikel: M. Afiqul Adib
193 ArtikelSeorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.
Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.
Ada satu pertanyaan klasik yang kerap muncul dari wisatawan: “Pacet sama Trawas bedanya apa, sih? Terus Cangar itu masih ikut Mojokerto?”
Kemarin motor saya brebet. Penyebabnya sama seperti kebanyakan orang. Setelah isi bensin di Pertamina, tarikannya langsung nyendat.
Memang pendidikan Indonesia masih belum maksimal, tapi membandingkan dengan bimbel tentu hal yang nggak setara dan nggak ada hubungannya.
Lamongan yang biasanya identik dengan pecel lele dan mas-mas nongkrong di warkop, kini tiba-tiba muncul kafe berkonsep kalcer.
Sudah saatnya pusat Kabupaten Lamongan pindah ke Babat. Soalnya kecamatan ini jauh lebih hidup dan punya segalanya.
Bobocabin Pacet menarik, tapi tidak semua orang cocok menginap di sana seperti kaum mendang-mending dan terbiasa dengan pemandangan hijau.
Pengalaman motoran dari Lamongan ke Jogja memang nggak nyaman. Jalan rusak hingga hampir ketiduran akan selalu jadi kenangan.