Arsip Artikel: M. Afiqul Adib
198 ArtikelSeorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.
Plaza Lamongan Adalah Pusat Perbelanjaan Paling Aneh: Dianggap Mal kok Nggak Layak, Dianggap Pasar juga Nggak Pas
Lamongan sebenarnya butuh tempat publik yang bisa jadi ruang sosial, bukan cuma ruang jual beli. Plaza Lamongan punya potensi itu, asal mau dibenahi.
Apa pun Kurikulumnya, Guru Tetaplah Pihak yang Selalu Disalahkan
Apa pun kurikulumnya, selama sistemnya masih suka menyalahkan guru atas semua hal, pendidikan kita tidak akan benar-benar maju.
Review Hotel Clickbait di TikTok Itu Jahat, Kalian Ini Cari Apa, Sih?
Yah, mari bersepakat: review hotel yang bohong soal harga jelas nggak sekadar “nakal,” tapi jahat. Ini penipuan, Bung!
Kantin Sekolah Adalah Penyelamat Guru yang Gajinya Rata dengan Tanah
Kantin sekolah akan terus jadi oase sederhana di tengah padang pasir kehidupan para guru yang serba pas-pasan.
Monumen Van der Wijck di Lamongan, Warisan Sejarah yang Hanya Jadi Pajangan Berdebu
Monumen Van der Wijck di Lamongan terbengkalai. Harusnya bisa jadi destinasi edukatif sekaligus wisata sejarah yang keren.
Lamongan, Kota yang Tak Pernah Lahir untuk Menjadi Rumah bagi Anak Mudanya
Lamongan tidak ramah bagi anak muda. Sulit untuk bisa hidup layak di sini, makanya banyak yang memilih mencari uang dengan merantau.