Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Australia, Pilihan Tepat bagi Mahasiswa Indonesia yang Mau Lanjut Kuliah S2 di Luar Negeri

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
17 Mei 2025
A A
Australia, Pilihan Tepat bagi Mahasiswa Indonesia yang Mau Lanjut Kuliah S2 di Luar Negeri

Australia, Pilihan Tepat bagi Mahasiswa Indonesia yang Mau Lanjut Kuliah S2 di Luar Negeri (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Lanjut kuliah S2 di Australia akan memberi kalian banyak keuntungan. Kuliah di luar negeri bakal makin menyenangkan…

Pertimbangan untuk lanjut kuliah S2 lebih kompleks dibandingkan S1. Selain harus mencari tahu urgensi untuk belajar di jenjang magister, kita pun harus mempertimbangkan banyak hal.

Sudah gitu, kalau memutuskan untuk lanjut kuliah S2 di luar negeri, pemilihan negara juga nggak boleh ngawur. Soalnya negara yang kita pilih itu akan jadi tempat tinggal dan belajar kita. Salah pilih negara, kota, kampus, atau jurusan akibatnya bisa berderet-deret.

Dari ratusan negara di dunia ini, saya yakin Australia adalah destinasi belajar yang paling tepat untuk lanjut kuliah S2. Alasannya ada banyak, tapi saya nggak akan membicarakan hal yang kentara kayak lokasi Australia yang dekat banget dengan Indonesia maupun zona waktu yang terlalu jauh berbeda.

Untuk tugas akhir S1 dulu, saya melakukan riset yang berkaitan dengan Australia. Dari situ saya menyimpulkan bahwa Australia adalah negara yang paling pas untuk lanjut kuliah S2. Berikut ini alasannya.

Kampus baru tapi peringkat tinggi

Mari kita mulai dari alasan akademik terlebih dahulu. Sebagian besar kampus yang ada di Australia cenderung masih berusia muda. Tapi kerennya, mereka mulai “mengancam” kampus-kampus bersejarah di Inggris dan Amerika Serikat. Kalau kalian cek kampus-kampus Australia lewat Times Higher Education atau QS, kalian bisa melihat peringkat mereka lumayan tinggi.

Universitas-universitas di Australia selalu update dengan perkembangan dunia pendidikan, termasuk membangun program studi yang lulusannya sedang high demand di pasar tenaga kerja. Peringkat sudah tinggi dan reputasinya juga baik. Jadi istilahnya, kita nggak akan kuliah di kampus abal-abal.

Khusus buat lanjut S2, selain melihat program studi dan mata kuliah, kita pasti concern dengan publikasi ilmiah dan staf pengajarnya. Kampus-kampus di Australia bisa dapat ranking tinggi salah satunya berkat publikasi ilmiah mereka yang berdampak. Staf pengajarnya pun punya latar belakang pendidikan yang bagus. Dan sebagian dari mereka nggak cuma dari Australia, melainkan dari seluruh dunia.

Baca Juga:

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

Lulusan S2 Nelangsa dan Ijazahnya Tak Lagi Jadi Harapan, Bikin Saya Juga Ingin Bilang kalau Kuliah Itu Scam

Australia negara inklusif dan aman untuk siapa saja

Australia termasuk negara yang ramah pada pendatang, apalagi kepada mereka yang datang untuk menuntut ilmu. Dari hasil riset skripsi saya, saya menjumpai bahwa masyarakat Australia sudah melek pada multikulturalisme, bahkan pemikiran warganya udah kosmopolitan atau punya paham internasional.

Masyarakat Australia cenderung nggak akan nge-judge kita berasal dari ras apa, latar belakang ekonomi seperti apa, penganut agama apa, bahkan jenis kelamin dan orientasi seksual kita seperti apa. Siapa pun diterima untuk menjadi bagian dari lingkungan sosial di Australia. Soal rasisme, Australia termasuk negara yang nggak melakukan itu pada pendatang.

Bahkan, beberapa kampus menunjukkan bahwa mereka seinklusif itu. Ada beberapa kampus yang mengakui perbedaan, khususnya perbedaan agama dan kepercayaan. Mereka menyediakan ruang ibadah yang banyak banget dan terbagi untuk tiap kepercayaan. Negara ini bisa kalian pertimbangkan untuk jadi tujuan studi kuliah S2.

Kesempatan beasiswa di Australia terbuka lebar

Saya paham bahwa dari segi biaya, kuliah di Australia nggak semudah di negara-negara Asia. Australia memberlakukan uang kuliah yang lebih tinggi bagi para mahasiswa internasional. Biayanya bisa beberapa kali lipat lebih tinggi dibandingkan mahasiswa lokal.

Tetapi jangan ciut dulu. Ada banyak sekali peluang mendapatkan beasiswa untuk lanjut kuliah S2 ke Negeri Kangguru.

Ada banyak sekali beasiswa dari negaranya khusus untuk orang Indonesia. Mari kita syukuri bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, khususnya di bidang pendidikan, berjalan dengan baik. Di persyaratan beasiswa ini, mereka juga menunjukkan inklusivitas, lho. Beasiswanya ada yang targeted untuk perempuan, disabilitas, atau dari kota-kota di Indonesia yang belum berkembang.

Selain itu, beasiswa dari kampusnya langsung pun melimpah ruah. Dan kalau kita mau daftar lewat skema beasiswa LPDP pun bisa. Soalnya banyak sekali kampus di Australia yang bisa kita tuju pakai LPDP.

Komunitas Indonesia yang luas

Adaptasi di luar negeri memang sulit. Namun, dengan adanya komunitas sesama orang Indonesia yang besar, adaptasi pasti akan lebih lancar.

Di Australia, ada komunitas Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di tiap wilayah, bahkan kampus. PPI ini adalah keluarga para mahasiswa yang merantau dari Indonesia ke luar negeri. Dengan bergabung di PPI, adaptasi akan jadi lebih mudah. Ada pula teman-teman yang sedang menjadi pemegang Work and Holiday Visa (WHV) yang bisa jadi kawan selama kuliah. Minimal nggak akan merasa kesepian waktu hari besar, lah.

Hal lain yang perlu di-highlight adalah hampir nggak ada kampus di Australia yang letaknya antah berantah sampai bikin nggak bisa ketemu sama orang Indonesia sama sekali. Australia juga termasuk negara destinasi belajar yang paling banyak dituju orang Indonesia. Pastilah akan ketemu orang Indonesia selama kuliah di luar negeri.

Australia itu sempurna banget untuk dijadikan negara tempat lanjut kuliah S2. Kampusnya bereputasi dan lingkungan sosialnya juga mendukung buat hidup selama beberapa tahun. Sssttt, kita juga berpeluang jadi permanent resident di sana, lho. Jadi kalau kita belajar dan berperilaku dengan betul (dan mematuhi persyaratan lain tentunya), kita bisa ganti paspor dan kewarganegaraan.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sisi Gelap Kuliah S2 yang Tak Diketahui Banyak Orang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2025 oleh

Tags: australiaKuliah s-2kuliah s2sekolah di australia
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Nelangsa Lanjut Kuliah S2 Administrasi Publik yang Birokrasinya Lagi Sibuk Ngurus Akreditasi, Mahasiswa Jadi Terlunta-lunta

Nelangsa Lanjut Kuliah S2 Administrasi Publik yang Birokrasinya Lagi Sibuk Ngurus Akreditasi, Mahasiswa Jadi Terlunta-lunta

6 Oktober 2025
Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan Asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi

Kuliah S2 Jadi Asyik dan Nggak Menyeramkan asalkan Tiga Syarat Ini Terpenuhi

11 Oktober 2024
stolen generation mojok.co

Stolen Generation: Sejarah Diskriminasi Rasial di Australia

22 Juni 2020
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan 

11 September 2025
5 Stereotipe yang Saya Dapatkan sebagai Mahasiswa S2 di Universitas Trisakti, Salah Satunya Dicap Aktivis Gemar Demo

5 Stereotipe yang Saya Dapatkan sebagai Mahasiswa S2 di Universitas Trisakti, Salah Satunya Dicap Aktivis Gemar Demo

25 September 2025
5 Dosa Kampus Medioker terhadap Alumni yang Lanjut S2 di Kampus Top

5 Dosa Kampus Medioker terhadap Alumni yang Lanjut S2 di Kampus Top

3 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.