Terima kasih ATM 20 ribu telah menyelamatkan banyak orang di berbagai kesemaptan.
Tradisi membagikan uang ke anak-anak membuat suasana Lebaran terasa lebih meriah. Biasanya uang tersebut dimasukkan ke dalam amplop kecil yang kemudian dibagikan setelah saling bersalaman. Tidak heran, “salam tempel” ini kemudian ditunggu oleh banyak anak-anak ketika Lebaran.
Walau terlihat sederhana, menyiapkan “salam tempel” ini ternyata lumayan merepotkan lho. Satu hal yang sering jadi tantangan besar adalah mencari pecahan uang kecil yang masih rapi atau baru. Itu mengapa, permintaan uang pecahan kecil selalu meningkat drastis menjelang Lebaran.
Biaya jasa tukar uang yang lumayan
Antrean tukar uang di bank pun mengular. Bagi mereka yang belum sempat, bisa mendapatkan uang baru di jasa penukaran yang bermunculan di pinggir jalan hingga sekitar perbelanjaan. Awalnya saya pikir jasa semacam ini sangat membantu. Tapi, setelah melihat tarif yang mereka kenakan, saya jadi ogah tukar duit di jasa seperti ini lagi.
Jasa tukar uang Lebaran ternyata mengenakan biaya yang cukup besar. Misal, kita menukar uang Rp100.000 ke pecahan yang lebih kecil. Mereka akan memberikan uang pecahan kecil itu dengan jumlah total Rp80.000 saja. Artinya ada potongan sekitar Rp20.000 sebagai biaya jasa penukaran. Kalau dipikir-pikir, angka itu cukup besar. Potongannya bahkan mencapai sekitar 20 persen dari uang yang ditukar.
Bayangkan jika seseorang ingin menyiapkan uang baru sebesar Rp500.000 untuk dibagikan sebagai THR. Dengan biaya jasa seperti itu, uang yang terpotong bisa mencapai Rp100.000. Jika menukar Rp1.000.000, potongannya bisa sampai Rp200.000. Kesalnya lagi, biaya jasa penukaran tidak pasti. Bukan tidak mungkin biayanya melonjak semakin mendekati hari raya.
Rasanya agak sayang jika uang sebanyak itu habis hanya untuk biaya penukaran. Padahal uang tersebut sebenarnya bisa digunakan untuk menambah jumlah amplop THR yang dibagikan. Di tengah dilema itu, saya justru menemukan solusi yang sangat sederhana: mesin ATM dengan pecahan Rp20.000.
ATM 20 ribu adalah penyelamat
Awalnya saya tidak terlalu memerhatikan keberadaan ATM jenis ini. Kebanyakan mesin ATM menyediakan pecahan Rp50.000 atau Rp100.000. Pecahan tersebut memang praktis untuk transaksi sehari-hari, tetapi kurang cocok jika ingin dibagikan sebagai THR kepada banyak anak.
Suatu hari saya menemukan mesin ATM yang menyediakan pecahan Rp20.000. Awalnya saya hanya penasaran dan mencoba menarik uang dari mesin tersebut.Ternyata hasilnya cukup memuaskan.
Saya bisa menarik uang dalam pecahan kecil tanpa harus membayar biaya tambahan apa pun. Uangnya juga masih terlihat rapi, meskipun tidak semuanya benar-benar baru seperti yang biasanya ditawarkan oleh jasa penukaran uang. Namun, bagi saya itu bukan masalah besar. Yang penting layak dimasukkan ke dalam amplop.
Saat itulah saya merasa seperti menemukan jalan keluar dari masalah yang sebenarnya cukup sepele, tetapi sering membuat orang repot setiap menjelang Lebaran. Daripada harus kehilangan Rp20.000 setiap menukar Rp100.000 di jasa penukaran uang, lebih baik menarik uang langsung dari ATM. Memang mungkin butuh beberapa kali penarikan untuk mendapatkan jumlah yang diinginkan, tetapi setidaknya tidak ada potongan biaya.
Hemat dan praktis
Selain lebih hemat, cara ini juga terasa lebih praktis. Saya tidak perlu mencari lokasi jasa penukaran uang, tidak perlu mengantre lama, dan tidak perlu khawatir soal biaya tambahan.
Sebenarnya, beberapa bank juga biasanya menyediakan layanan penukaran uang resmi menjelang Lebaran. Namun, layanan tersebut seringkali memiliki kuota terbatas dan membutuhkan pendaftaran terlebih dahulu. Karena itu, bagi orang yang ingin cara lebih sederhana, ATM 20 ribu pecahan kecil bisa menjadi solusi yang cukup efektif.
Menemukan ATM 20 ribu ini terasa seperti penyelamat kecil. Tanpa disadari, mesin ATM yang selama ini sering kita anggap biasa saja ternyata bisa membantu menghemat cukup banyak uang. Setidaknya saya bisa tetap menyiapkan “salam tempel” untuk anak-anak tanpa harus merasa uang saya “dipotong” hanya untuk biaya penukaran.
Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 4 Aturan Tidak Tertulis ATM Indomaret yang Harusnya Dituliskan Saja karena Banyak Orang Nggak Peka.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















