Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
24 Maret 2024
A A
Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa Mojok.co

Curahan Hati Asisten Rumah Tangga di Semarang yang Menjalani Pekerjaan Sampingan Saat Bulan Puasa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan puasa momentum yang menantang bagi Sulastri

Usaha sampingan yang dijalani Sulastri lancar-lancar saja selama ini. Sebab, waktu kerjanya sama sekali nggak mengganggu jam kerja utama sebagai asisten rumah tangga. Dia bekerja sebagai asisten rumah tangga mulai pukul 8 pagi hingga menjelang petang. Pekerjaan sampingannya hanya perlu menghitung dan mengambil untung saat lapak hendak tutup, tidak perlu seharian berjaga menunggui dagangan. Yang dikorbankan paling hanya waktu luangnya karena jam 2 dini hari ia sudah harus bersiap mengolah makanan yang akan dijual.

Akan tetapi, hal ini berubah ketika bulan puasa tiba. Di bulan suci ini, Sulastri justru diminta lebih legowo. Para pengelola pujaserakaki lima, tempat di mana dia menitipkan barang dagangan, memilih menutup lapaknya di pagi hari dengan alasan persiapan sahur. Sebagai gantinya, mereka mengalihkan kegiatan berdagangnya di sore hari saat waktu berbuka akan tiba.

Pergantian jam operasional membuat Sulastri pusing, dia tak mungkin meracik dagangannya saat masih bekerja di rumah majikan. Pernah suatu kali dia nekat membuat jajanan dan menitipkannya di lapak atau warung yang tetap buka saat puasa. Seperti yang sudah diduga, alih-alih menggapai untung, dia malah buntung.

Makanan basah yang dititipkan Sulastri harus cepat dikonsumsi kalau tak mau basi. Alhasil, daripada terbuang mubazir, Sulastri lebih sering membagikan panganan buatannya kepada siapapun yang berkenan. Ketimbang rugi dua kali karena harga bahan baku modal tak sepadan dan basi tak terjual, lebih baik diubah menjadi amal.

Sulit mencari alternatif usaha sampingan saat puasa

Bukannya tidak berusaha mencari solusi, pernah terlintas di pikiran Sulastri untuk membuat jasa catering khusus sahur. Sayangnya, rencana itu tidak berjalan mulus. Sebagian besar warga Semarang lebih memilih makanan sahur alakadarnya karena terlalu berat melawan kantuk. Di sisi lain, sebagian orang lainnya lebih suka pesan makanan secara online yang menawarkan kemudahan dan berbagai potongan harga menggiurkan. Sulastri yang sudah menginjak kepala lima dan gagap teknologi ini jelas tak mampu bersaing dengan gempuran kemajuan zaman.

Masalah lain datang dari pembeli yang memesan jasanya untuk membuat makanan untuk acara-acara khusus. Tak sedikit dari mereka yang melancarkan protes manakala harga yang diberikan dirasa lebih mahal daripada bulan-bulan sebelumnya. Padahal, persoalan ini harusnya bisa dimaklumi lantaran fenomena kenaikan bahan baku pangan menjelang puasa rutin terjadi. Mengurangi porsi masakan pun tak membuat para pelanggan tersebut berhenti tutup mata dari lonjakan harga bahan pangan. Keluhan terus berlanjut atas nama pembeli adalah raja.

Kata orang, berjualan menjelang hari raya berpeluang besar mendulang laba. Faktanya, jika semua memiliki pikiran serupa, potensi persaingan justru semakin menganga. Mungkin Sulastri tahu, kapan ia harus berkompetisi, kapan harus mundur. Bagi orang kecil dengan modal terbatas yang tak punya privilese safety net, menghindari risiko kekalahan adalah keputusan yang bijak. 

Begitulah sekelumit cerita Sulastri yang berupaya mengencangkan ikat pinggang di bulan puasa demi bisa mudik dan merayakan Lebaran. Belum lagi, dia mesti membagi uang saku pada para kemenakan. 

Baca Juga:

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Nasib Buruh Gendong Jogja di Bulan Puasa: Menahan Lapar Memanggul Barang yang Semakin Nggak Terbeli

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 25 Maret 2024 oleh

Tags: ARTAsisten Rumah TanggaBulan Puasapekerjaan sambilanSemarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Pasar Semawis, Secuil Keindahan di Tengah Kacaunya Semarang Mojok.co

Pasar Semawis, Secuil Keindahan di Tengah Semarang yang Semakin Kacau

22 April 2024
Jalan Bangkong Semarang, Jalan Rahasia UNNES dan UNDIP (Unsplash)

Jalan Bangkong Semarang, Jalan Rahasia UNNES ke UNDIP. Sudah Rawan Ambles, Angker Lagi tapi Anehnya Nggak Bikin Kapok

1 Maret 2024
4 Kebiasaan yang Umum di Semarang, tapi Jadi Aneh di Jogja (Unsplash)

4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

3 Mei 2026
Lumpia Semarang Bukti Tuhan Maha Mendengar (Pixabay)

Sepotong Lumpia Semarang yang Membuat Saya Tambah Yakin Tuhan Itu Maha Mendengar

25 Desember 2023
4 Kuliner Khas Semarang yang Bikin Warga Lokal Angkat Tangan, Hanya Cocok untuk Wisatawan  

4 Kuliner Khas Semarang yang Bikin Warga Lokal Angkat Tangan, Hanya Cocok untuk Wisatawan  

19 Juli 2025
Ayam Goreng Pak Supar Semarang, Kuliner Legendaris Idola Wisatawan Terminal Mojok

Ayam Goreng Pak Supar Semarang, Kuliner Legendaris Idola Wisatawan

28 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Tulungagung Perlu Banyak Belajar dari Pacitan agar Wisata Pantainya Tidak Makin Tertinggal Mojok.co

Masalah Utama Tulungagung Bukan Wisata, tapi Tradisi Korupsi di Kursi Bupati

19 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.