Anime: Senjata Rahasia Netflix Melawan Kedigdayaan Disney Plus dan HBO Max?

Dengan privilege yang dimiliki Disney+, lantas bagaimana Netflix menyiasati the streaming war dalam persaingan industri media streaming on-demand?

Featured

Avatar

Media streaming digital on-demand kini semakin populer di Indonesia. Salah satunya yang paling terkenal adalah Netflix, dengan pilihan konten-konten yang original, variatif, dan berkualitas. Saking populernya, perusahaan media streaming berbayar yang berbasis di Amerika Serikat ini sempat diincar Komisi Penyiaran Indonesia terkait urusan sensor-sensoran. Bahkan nggak hanya KPI, baru-baru ini Menteri Keuangan dan Menkominfo pun turut mengincar Netflix perihal pajak.

Namun, sepertinya pihak Netflix belum menanggapi serius “peringatan” KPI, Menteri Keuangan, dan Menkominfo. Sebab, saat ini boleh jadi mereka tengah bersiap menghadapi “gempuran” dari pihak lain yang dampaknya mungkin akan sangat masif secara global. Yap! Netflix dan juga segenap media streaming berbayar yang telah lebih dulu eksis, akan menghadapi saingan baru yang nggak akan bisa dianggap enteng yakni, Disney+ (Disney Plus).

Disney+ merupakan media streaming on-demand yang rencananya akan diluncurkan The Walt Disney Company bulan November 2019. Well, karena Disney+ berada di bawah naungan salah satu perusahaan entertainment paling sukses di dunia. Maka sudah dipastikan kalau Disney+ bakal menyuguhkan konten-konten terbaik dari Walt Disney Pictures, Pixar, 20th Century Fox, Marvel Studios, National Geographic, dan masih banyak lagi.

Nah, udah kebayang dong, seberapa tangguhnya Disney+ dengan amunisi serial-serial original dari Marvel Studios (The Falcon and the Winter Soldier, Loki, WandaVision, Hawkeye). Dan juga Star Wars franchise (Star Wars: The Clone Wars, untitled Obi-Wan Kenobi series). Belum lagi tayangan unggulan National Geographic dan seabrek film atau serial animasi Pixar yang nggak kalah seru.

Dengan sederet privilege yang dimiliki Disney+ di atas. Lantas, bagaimana Netflix menyiasati the streaming war dan tetap menjadi yang terunggul dalam persaingan industri media streaming on-demand?

Beberapa pengamat memprediksikan kalau Netflix bakal menggunakan anime sebagai senjata andalan menyaingi Disney Plus. Kabar tersebut sudah berhembus sejak awal tahun 2019 saat Netflix meneken kontrak kerja sama dengan beberapa anime production house di Jepang untuk memproduksi original anime. Sebelumnya, Netflix telah meluncurkan original anime yang terbilang cukup sukses seperti Castlevania dan Devilman Crybaby.

Bukan hal yang mustahil kalau Netflix bakal memperbanyak konten original anime. Apalagi setelah pihak Disney+ menegaskan bahwa konten-konten animasi yang akan tayang di Disney+ akan difokuskan untuk tontonan keluarga saja. Artinya, Disney+ hanya akan menghadirkan tayangan animasi yang aman ditonton oleh anak-anak, dan tentunya nggak akan menayangkan anime.

Baca Juga:  Seandainya Pohon dan Hewan Bisa Komentar Soal Banjir Jakarta dan Virus Corona

Kendati demikian, Netflix nggak bisa lantas berlega hati. Kakak seperguruan Disney Plus, yakni Hulu, juga kerap menayangkan anime-anime populer dengan rating 14+. Seperti My Hero Academia dan One-Punch Man, serta anime dengan rating dewasa seperti Attack on Titan dan Tokyo Ghoul.

Selain itu, Netflix pun masih harus memikirkan pesaing lain yang memiliki keistimewaan serupa dengan Disney Plus, yakni HBO Max. HBO Max rencananya bakal diluncurkan tahun depan oleh Warner Media Entertainment, salah satu divisi perusahaan multinasional AT&T yang juga menaungi Warner Bros dan DC Entertainment.

Nggak tanggung-tanggung, Warner Media dikabarkan sudah menjalin kerja sama dengan Studio Ghibli, studio film animasi yang terkenal konsisten menyuguhkan anime-anime berkualitas yang aman ditonton anak-anak. Biasanya kan kita cuma bisa nonton anime-anime Studio Ghibli di bioskop, DVD, dan Blu-ray. Tapi, untuk pertama kalinya, seluruh film animasi yang diproduksi oleh Studio Ghibli akan bisa dinikmati secara daring di platform streaming.

Jika Studio Ghibli bakal jadi rival tangguh Disney Pixar di kancah streaming on-demand untuk tayangan-tayangan animasi yang family oriented. Maka HBO Max diprediksikan akan mempersulit Netflix dari jalur anime dengan konten pilihan dari Adult Swim (kembarannya Cartoon Network, tapi untuk kalangan dewasa) dan tentu saja dari Crunchyroll, media streaming anime terpopuler sejagat raya yang diakuisisi AT&T tahun lalu.

Disney+ dan HBO Max boleh berbangga dengan segenap konten-konten unggulan dari studio-studio terbaik naungan parent company mereka. Tapi Netflix tentunya nggak akan tinggal diam. Netflix mengatakan bahwa mereka tengah mengembangkan divisi anime dengan menjalin kerja sama jangka panjang dengan lima studio animasi terkemuka di Jepang, salah satunya adalah studio anime Production I.G.

Studio anime Production I.G terkenal dengan teknik memadukan komposisi digital yang sangat apik. Agak susah menggambarkannya karena teknik yang mereka gunakan disesuaikan dengan genre dan rating cerita. Sobat Mojok bisa melihat perbedaan dan ciri khas digital-nya Production I.G. Ini bisa dilihat pada anime Kuroko’s Basketball yang terkesan ‘cerah berwarna-warni’ dan anime Psycho-Pass yang sangat dark. Dua anime ini adalah anime favorit saya dari studio Production I.G.

Baca Juga:  Mencari Falsafah Hidup dari Film Anime

Anime lain jebolan Production I.G yang cukup terkenal adalah: Attack on Titan, Ghost in the Shell, dan Ultraman yang ditayangkan di Netflix sejak bulan April lalu. Ultraman versi Netflix mendapat apresiasi yang cukup bagus dari para penggemar anime. Pujian ini diberikan baik dari sisi visual (yang terlihat hampir realistis), alur cerita, dan perkembangan karakter.

Netflix juga dikabarkan tengah bereksperimen membuat beragam jenis animasi baru yang belum pernah ada. Netflix bahkan dengan percaya diri mengatakan bahwa mereka akan menayangkan konten-konten original anime yang mampu menghadirkan “pengalaman baru menonton anime” dan tentunya nggak bakal ditemukan di tempat lain. Bakalan kayak apa yaa jadinya?! Jadi penasaran~

Di sisi lain, Netflix pun sebenarnya masih bisa dikatakan lebih unggul ketimbang Disney+ dan HBO Max, karena layanan streaming Netflix bisa dinikmati di lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Sedangkan, Disney+ dan HBO Max hanya akan dirilis di beberapa negara. Dan sayangnya mereka nggak menyertakan Indonesia tuh, Gaes!

Dan menurut data Netflix, viewers terbanyak yang menonton tayangan anime di Netflix berasal dari Asia Tenggara, Amerika Latin, dan juga Eropa. Wilayah-wilayah tersebut nggak semuanya akan dijangkau oleh Disney+ dan HBO Max pada awal-awal peluncuran perdananya. Jadi, Netflix bakal mencuri start duluan, menggaet lebih banyak penonton dengan menambah konten anime yang fresh dan original.

The last but not least, apakah masih ada di antara sobat Mojok sekalian yang menganggap anime hanya tontonan untuk anak kecil? 🙂

BACA JUGA Nggak Cuma YouTube dan Netflix, Ini Media yang Juga Harus Diawasi KPI atau tulisan Hiki lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
4

Komentar

Comments are closed.