Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

‘Rurouni Kenshin: The Final’, Live Action Terbaik yang Dibuat Persis Anime Aslinya

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
21 Juni 2021
A A
rurouni kenshin_ the final samurai x mojok

rurouni kenshin_ the final samurai x mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya hampir selalu pesimis ketika ada beberapa anime terbaik atau yang menjadi favorit, digarap versi live action-nya. Tanpa maksud tidak menghargai usaha dan kerja keras tim pra dan pasca produksi pembuat film tersebut, entah kenapa, sampai dengan saat ini belum ada live action yang diadaptasi dari suatu anime, yang betul-betul greget dan nyaris mirip dengan anime aslinya.

Setidaknya, pemikiran tersebut bertahan hingga akhirnya Rurouni Kenshin: The Final tayang perdana di Netflix pada 18 Juni 2021, sekaligus menjadi salah satu tontonan populer di Netflix sampai dengan tulisan ini dibuat.

ADVERTISEMENT

Rurouni Kenshin: The Final betul-betul menjadi penyempurna dari tiga live action sebelumnya dan membikin saya optimis: di waktu mendatang, sangat mungkin live action diproduksi mirip dengan aslinya. Secara keseluruhan, dari awal sampai akhir, Rurouni Kenshin: The Final sangat, sangat, sangat memukau.

Sebagian penggemar Samurai X mungkin ada yang bertanya-tanya atau penasaran, setelah film sebelumnya betul-betul mengadaptasi manga dan animenya, sampai dengan melawan karakter antagonis yang sangat kuat, Makoto Shishio, lantas siapa yang menjadi lawan Kenshin Himura di Rurouni Kenshin: The Final?

Dalam serial Samurai X original/manga, setelah mengalahkan Makoto Shishio, petualangan Kenshin memang terbilang sederhana, hanya melawan musuh yang tergolong mudah dan tidak bertemu dengan karakter antagonis kuat seperti sebelumnya. Secara keseluruhan, Rurouni Kenshin: The Final tidak mengambil plot utama dari timeline serial Samurai X yang utama, melainkan side story yang menceritakan kisah asmara Kenshin dengan mantan istrinya. Juga tentang rencana balas dendam Enishi kepada Kenshin Himura.

Plot dan konflik pada sekuel “The Final” juga terbilang lebih sederhana dibanding beberapa judul sebelumnya yang menitikberatkan pada keberpihakan politik/suatu era pemerintahan, tentang perebutan kekuasaan sekaligus sentimen akan ketidaksukaan pada penguasa di suatu era, dan kepentingan lain yang sangat kompleks.

Sejak live action pertama rilis, Rurouni Kenshin sangat menghibur penonton, khususnya para penggemar setianya. Hal ini betul-betul dipertahankan hingga sekuel teraktual, Rurouni Kenshin: The Final, seakan tanpa cela sama sekali. Setelah menonton secara utuh selama sekira 2 jam 18 menit, ada beberapa faktor penentu dan dapat dijadikan tolok ukur hal tersebut.

Pertama, sejak awal kemunculan hingga sekuel teraktual, The Final, plot utama maupun side story dibuat mirip dengan aslinya. Nggak menyimpang jauh. Apa yang penonton lihat, sangat sesuai dengan ekspektasi. Seakan menjadi pelepas dahaga yang paripurna bagi mereka, penikmat setianya.

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

6 Rekomendasi Tontonan Netflix untuk Kamu yang Mager Keluar Rumah Saat Liburan Tahun Baru

Kedua, karakter dalam live action dengan anime dibuat mirip. Bahkan, nyaris sempurna. Baik secara fisik, sifat, watak, dan ekspresi-mimik-gestur. Juga detail senjata yang digunakan.

Ketiga, pertarungan/duek yang sangat sempurna. Betul-betul memanjakan mata dan sangat mumpuni. Luar biasa. Gregetnya ada di level adiluhung. Persis seperti apa yang ditampilkan dalam manga dan serial anime aslinya. Mulai dari pergerakan, transisi, sampai penggunaan senjata.

Memang, pada Rurouni Kenshin: The Final, Kenshin Himura lebih kalem saat duel. Bahkan, sepanjang duel sama sekali nggak tersebut sedikit pun Hiten Mitsurugi-ryu—jurus andalan Kenshin yang sakti mandraguna itu.

Berseberangan dengan hal tersebut, polesan komedi yang biasanya ada di banyak adegan pun porsinya lebih sedikit. Bisa dihitung jari, lah. Secara keseluruhan, paling-paling hanya celetukan tipis-tipis Sanosuke Sagara yang masih konsisten.

Lain daripada itu, saya jamin, semuanya diceritakan secara apik dan ciamik. Apalagi saat duel antara Kenshin melawan Enoshi. Nggak ada obat. Siapa yang mau memungkiri bahwa, Keishi Ohtomo—sang sutradara—seakan ingin menegaskan bahwa suatu anime masih sangat mungkin dibuat dalam format live action dan akan menghasilkan output yang sama menakjubkan dengan anime aslinya. Sehingga, bayang-bayang dan komentar sumbang tentang, “Anime kalau dibuat live action pasti gagal dan nggak seru,” secara perlahan akan memudar dan berubah menjadi feedback positif dari para penonton atau penikmat setianya.

Semoga saja, setelah ini akan ada banyak live action serupa yang bisa memanjakan mata sekaligus menjadi bahan romantisme penonton dan para penikmat anime, tanpa harus khawatir gagal atau tidak memenuhi ekspektasi. Apalagi jika animenya sudah dikenal dan menjadi favorit sejuta umat. Maklum, para penonton punya kenangannya masing-masing dari setiap anime yang dijadikan live action dan tayang di bioskop atau platform streaming online.

Sumber gambar: YouTube FilmIsNow Action Movie Trailers

BACA JUGA Susah Dimungkiri bahwa ‘Rurouni Kenshin’ Adalah Anime Terbaik Era 90-an dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: Hiburan TerminalKenshin HimuranetflixRurouni Kenshinsamurai x
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

ruang kerja pak bamsoet mojok

4 Alasan Kita Nggak Perlu Nyinyirin Ruang Kerja Pak Bamsoet

19 Juli 2021
7 Profesi yang Paling Sering Muncul di Drama Korea terminal mojok.co

7 Profesi yang Paling Sering Muncul di Drama Korea

29 Juni 2021
The Pale Blue Eye, Film Detektif Kelam yang Underrated

The Pale Blue Eye, Film Detektif Kelam yang Underrated

3 Februari 2023
review sinopsis serial dark netflix penjelasan explanation panduan menonton mojok.co

4 Panduan Nonton Serial ‘Dark’ Biar Nggak Terpaksa Ngulang dari Awal  

22 Juli 2020
4 Rekomendasi Film Natal di Netflix yang Cocok Ditonton Bersama Keluarga Mojok

4 Rekomendasi Film Natal di Netflix yang Cocok Ditonton Bersama Keluarga

11 Desember 2025
jadi nenek di usia muda mojok

Jadi Nenek Sejak Masih Muda Itu Rasanya Wagu dan Lucu

16 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.