Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Surat Terbuka untuk Orang-orang yang Ngejekin Wibu tapi Belakangan Suka Anime

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
17 September 2020
A A
Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

Kartun Barat Itu Bagus, tapi Kalah Kreatif Dibanding Anime terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Bismillah, saya menulis surat ini dalam keadaan penuh kasih sayang dan kesadaran yang sungguh luar biasa. Semoga surat ini dapat menjadi salah satu penyambung pesan kepada siapa pun yang membacanya. Huffft, ya ampun saya serius sekali. Saya akan menyampaikan pesan kepada oknum-oknum yang ngejekin wibu dan menjilat ludah mereka sendiri.

Teman-teman, saya adalah seorang penyuka manga, anime, atau hal-hal yang berbau “jejepangan” lainnya. Ya nggak semuanya sih, saya lebih condong pada animasi dan komik dari Negeri Sakura itu. Boleh jadi, saya disebut wibu oleh orang-orang di luar sana, tapi apa pun namanya, saya sebenarnya hanya menjalankan hobi dan kesenangan saya.

Saya menyukai anime dan manga sebab di masa kecil, saya bergelut dengan itu semua. Mulai dari tontonan sampai bacaan semua dari Jepang. Saat stasiun televisi swasta menayangkan tontonan untuk anak-anak di hari Minggu, semenjak itu pula saya menyukai anime dan manga. Contohnya, Dragon Ball di Indosiar, Yu Gi-Oh! di RCTI, dan anime lainnya di Spacetoon, stasiun TV yang pernah jadi kesayangan. Anime dan manga adalah masa kecil saya, dan betapa senangnya saya masih bisa menikmatinya sampai sekarang.

Label wibu memang sudah melekat pada saya. Padahal saya nggak pernah menunjukkan diri sebagai seseorang yang menyukai anime atau manga secara terang-terangan. Saya juga nggak pernah membawa topik soal anime atau manga kecuali pada orang yang menyukai hal yang sama. Bisa dibilang, saya adalah orang yang menyukai anime atau manga sebagai hiburan saja. 

Namun, menyukai anime dan manga pernah menjadi sebuah “aib” yang mengerikan. Seolah menyukai anime layaknya orang yang sudah melakukan dosa besar. Kebanyakan orang mencoba menutup-nutupi kenyataan bahwa dirinya adalah seorang wibu. Mungkin terdengar hiperbolis dan menyebalkan, namun sebagai orang yang menyukai manga dan anime saya tahu bagaimana rasanya. Walau saya nggak kecanduan parah sama anime, tetap saja ejekan dan ledekan soal wibu, asli, lama-lama bikin gedeg.

Ibarat strata sosial, wibu selalu dianggap yang paling bawah. Berprestasi dan pintar kayak apa pun kalau wibu, kamu tetap dianggap aneh. Menyebalkan sekali, memang. Ejekan-ejekan yang sering kali dialamatkan kepada wibu-wibu bisa digambarkan dengan kalimat berikut.

“Dasar, kayak anak kecil aja kartun masih ditonton.” 

“Nggak dewasa banget, kartun kok ditonton.” 

Baca Juga:

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Anime Genre Isekai Isinya Gitu-gitu Aja, kalau Nggak Ketabrak Truk, ya Isinya Harem

“Pasti nolep ya, nonton kartun terus.” 

“Nggak laki banget, masa nonton kartun.”

Sayangnya, mohon maaf, tulisan ini bukanlah kamus untuk ngejekin wibu, jadi saya menulis beberapa contoh di atas saja.

Masa-masa suram dicap negatif cukup lama dirasakan wibu. Pokoknya, kalau kamu ketahuan sekali saja jadi wibu, kamu nggak lagi dianggap normal sama teman-teman.

Hingga belakangan ini ada perubahan yang ternyata lebih menyebalkan.

Saya nggak tahu awal mulanya. Tapi, belakangan ini orang-orang mendadak bangga jadi wibu. Sedikit-sedikit, ada yang menanyakan anime apa yang bagus. Sedikit-sedikit, orang mulai mengatakan anime tidak kalah bagus. Sedikit-sedikit, orang mulai mengakui bahwa dirinya wibu.

Well, saya nggak tahu harus senang atau sedih. Sebab, semua orang berhak dan bebas menentukan apa pun untuk dijadikan alternatif hiburan, bukan? Saya sebagai orang yang sudah menyukai anime dan manga duluan, saya hanya bisa memberi saran dan rekomendasi kepada anak-anak “wibu baru” dengan hati yang lapang.

Tapi, boong…. 

Saya muak sama orang-orang yang “sok” jadi wibu. Lebih tepatnya, terkutuklah orang-orang yang mulai “sok” menyukai anime dan manga, tapi mulanya ngejekin wibu. Ke mana saja kalian semua wahai orang-orang yang baru merasa jadi wibu itu keren?

“Aku wibu juga loh, suka nonton anime ini.” 

“Ih anime Jepang keren, ya. Aku juga suka Hinata di Naruto.”

Halah berak! Berak sana sekebon. 

Kebanyakan orang mulai suka anime karena banyak influencer yang ternyata seorang wibu. Jadilah, saat si influencer ngetwit atau update feed soal anime, mereka berlagak paham dan ikutan nonton. Biar apa? Biar di-notice dan dianggap mengikuti jejak keren si influencer yang mereka sukai. Sialnya, si influencer memang keren dan good looking. Hahaha, keadilan sosial bagi yang good looking saja sampai ke ranah perwibuan duniawi.

Apa? Kalian mau ngatain saya seperti anak indie yang pengin terus eksklusif? Jiahhh, salah besar, Brooouw. Seharusnya kalian malu, kalian yang awalnya suka mengejek anime dan manga tapi tiba-tiba suka. Apa nggak malu menjilat ludah sendiri?

Lagian, saya nggak masalah kok sama orang-orang yang selama ini diam dan nggak pernah ngejekin. Saya bermasalah dengan orang yang “sok” wibu, padahal awalnya mengejek kaum wibu itu aneh

Makanya jangan terlalu benci, kalau tiba-tiba suka, malu sama tuh mulut. Mamam buat yang bilang anime buat anak kecil doang~

BACA JUGA 4 Rekomendasi Pondok Pesantren Mahasiswa di Sekitar UIN Jakarta dan artikel Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 September 2020 oleh

Tags: animewibu
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Jadi Fans Fanatik K-Pop Adalah Cara Saya Menjauhi Kenakalan Remaja terminal mojok.co

Jadi Fans Fanatik K-Pop Adalah Cara Saya Menjauhi Kenakalan Remaja

19 Mei 2021
bertarung

Siapa yang Akan Menang Jika Son Goku, Naruto, Luffy, dan Saitama Bertarung?

28 April 2020
Paradoks Waktu di Serial 'Doraemon' dan Logika yang Bertabrakan terminal mojok.co

Doraemon Itu Nggak Lucu Blas. Seram Begitu kok Banyak Fans

18 September 2020
Blok M Tak Hanya Pusat Nongkrong, tapi Juga Tempat Sakral para Wibu dan Rumah bagi Ennichisai

Blok M Tak Hanya Pusat Nongkrong, tapi Juga Tempat Sakral para Wibu dan Rumah bagi Ennichisai

19 September 2023
Bantahan soal Armin Arlert yang Dianggap Nggak Penting Lagi di AoT. Jangan Ngadi-ngadi lah mojok.co/terminal

Armin Arlert Sekarang Jadi Karakter Tidak Penting di ‘Attack on Titan’ Final Season

2 Maret 2021
tokyo ghoul

Anime “Tokyo Ghoul” dan Pikiran Soal Manusia yang Ternyata Lebih Kejam dari Ghoul

31 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot

1 Mei 2026
Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan Mojok.co

Pengalaman Kuliah S2 UGM Nyambi Jadi MUA, Nggak Malu walau Sempat Merias Temen yang Lulus Duluan

1 Mei 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • 1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa
  • Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun
  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.