Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Ambyar: Mengubah Ingatan Lama Menjadi Deraian Air Mata

Yudi Kuswanto oleh Yudi Kuswanto
30 Juli 2019
A A
ambyar

ambyar

Share on FacebookShare on Twitter

Lagu Ambyar dari pria kelahiran Solo yang akhir-akhir ini didaulat sebagai ‘Bapak Patah Hati Nasional’ seolah mempunyai daya kekuatan tersendiri. Sanggup membikin hati kian nelangsa di hari ini oleh ingatan-ingatan manis dulu bersama seorang yang amat disayangi. Dan tragisnya sekarang ingatan tersebut berubah menjadi lamunan pilu.

Hari ini hanya ada satu keingininan: begadang. Untuk mahasiswa hal tersebut sangatlah wajar hitung-hitung sebagai wujud perenungan atas dunia perkuliahan yang tidak sesuai ekspetasi di FTV—lebih banyak ngenesnya daripada berbahagia karena cinta. Sembari menunggu pagi sesapan kopi, rokok dan paket datalah yang menemani. Tidak ada yang lain kecuali nyanyian jangkrik dan tokek diatas plafon kontrakan, teman-teman pun juga sudah tidur pulas setelah sebelumnya kegirangan bermain game diselingi saling teriak-teriak mungkin inilah efeknya, kelelahan.

Sekarang hanya tinggal seorang duduk di teras kontrakan, malam pun semakin sunyi kalau sudah begini paling enak memutar lagu sebagai pengusir kebosanan. Setelah memilah-milh lagu di YouTube (YouTube YouTube lebih dari TV) akhirnya terpilihlah lagu Ambyar dari Lord Didi Kempot yang musik-musiknya sekarang sebagai kiblat ‘keren’ anak-anak muda lebih tepatnya yang lagi mengalami patah hati dan semoga saja kegandrungan tersebut dapat terus subur untuk mengalahkan terpaan musik dari barat, Korea apalagi—Amiin. Bukankah lebih enak yang lokal bukan? Lebih syhadu~

Akan tetapi entah mengapa ketika lagu Ambyar diputar air mata tidak lagi dapat berdiplomasi dengan kenangan-kenangan dahulu, tidak terbendung lagi air mata itu membasahi pipi. Rasa-rasanya lagu tersebut dapat mewakili perasaan saya karena dia, tapi dulu. Begini, akan saya ceritakan sekuat pengelakan dari kenangan indah bersamanya dan semoga nantinya saat saya bercerita akan tetap duduk meskipun kerap kali akan terjatuh bersama perih, tolong berikanlah semangat: kamu bisa, misalnya.

Wes kebacut ambyar remuk sing ning ati

Opo ngene iki sing jenenge korban janji

Wis ambyar aku kudu kepiye

Metu ngendi supoyo ketemu kowe

Baca Juga:

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

3 Ruas Jalan Jogja yang Sebaiknya Dihindari Warga yang Dilanda Patah Hati

Walau ada sedikit keberbedaan tentang cerita yang saya alami dengan apa yang dimaksud dilirik lagu yang sungguh tajam menyayat hati. Meskipun sudah tahu akhirnya selepas mendengarkan bakal mbrebes mili tidaklah masalah seenggaknya saya tidak sendirian, bersama kawan-kawan sobat ambyar dan anak Sosiologi lainya bahwa seperti apa yang dikatakan oleh Karl Marx history repeats itself, the first as tragedy, then as farce (sejarah selalu berulang pada dirinya sendiri, pertama sebagai tragedi kemudian menjadi lelucon/komedi.

Mungkin Lord Didi Kempot selaku penciptanya memang sudah tahu betul kalau sejarah dalam hidup tidak akan terjadi barang satu kali tetapi bisa berkali-kali dan itulah komedi. Sebagai contoh anggap saja patah hati, kali pertama sukses membuat orang menangis itu wajar tetapi jika kejadian itu berulang usah ditangisi cukuplah dijogeti.

Wis kebacut ambyar tresnaku kesasar

Seneng karo kowe selak nggonku milih pacar

Wis ambyar loro sing tak rasakke

Kowe lungo ninggalke aku ning kene

Di bagian lirik tersebutlah letak dari perbedaannya,di mana yang diceritakan di sana merupakan kesalahan seseorang karena memilih pacar akibatnya seseorang tersebut kecewa sedang kalau saya bukan salah dalam memilih pacar lebih tepatnya salah memilih orang yang ditaksir untuk dipacari. Bagaimana tidak salah, orang tersebut masih jelas-jelas punya pacar setiap berangkat kuliah selalu barengan. Bodohnya saya meski sudah tahu begitu tetap saja tidak mundur dalam arena merebutkan hatinya.

Tetapi juga sangat salah jika langsung memberikan predikat saya sebagai orang bodoh karena pada masa tersebut perempuan tadi selalu menonjolkan kebaikanya seperti dua orang yang lagi kasmaran. Ketika saya bilang “sudah sana chatingan sama pacarmu jangan sama aku” malah dia membalas “sudahlah aku juga sudah bosan bersama dia, dia itu kerasan sama perempuan”, mendengar jawabanya, lelaki mana yang tidak ingin meneruskan berlama-lama ngobrol meski hanya via chatting.

Dan ternyata saya hanya mendapat pengkhianatan, perempuan tersebut selalu bilang, “nanti saja dulu kan aku belum benar-benar putus. Tapi percayalah kalau aku disuruh milih antara kamu dan dia jelas aku bakal milih kamu. Pokoknya jalanin aja dulu.” Selalu jawaban itu yang saya dapat jika saya berusaha mengungkapkan perasaan. Jauh di luar itu semua mengapa saya amat yakin kalau menjadi korban pengkhianatan sebab sampai sekarang dua orang tersebut masih selalu berboncengan bersama. Dari situ sungguh tidak ada alasan lain bagi saya selain hati ambyar dan jiwa modyar.

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2022 oleh

Tags: ambyardidi kempothubunganPacaranPatah Hatiputus cintaThe Godfather of Broken Heart
Yudi Kuswanto

Yudi Kuswanto

ArtikelTerkait

lamaran

Setelah Lamaran Malah Muncul Keraguan, Pernahkah?

27 Mei 2019
ta'aruf mojok.co

Biar Nggak Dikira Sekadar Bentuk Pacaran Islami, Saya Kasih Tutorial Ta’aruf yang Sahih

30 Juni 2020
fiersa besari

Hewan-hewan Ini Lebih Bucin dari Fiersa Besari

3 September 2019
nikahnya

Pacarannya Sama Dia, Nikahnya Sama Saya. Terus Saya yang Salah?

20 September 2019
dark jokes mencandai kematian orang akun twitter meninggal dunia didi kmepot ashraf sinclair mojok

Pelajaran dari Kasus Akun Twitter yang Suka Menjadikan Artis Meninggal sebagai Becandaan

6 Mei 2020
Membedah Isi Kepala Manusia yang Hobi Menggantungkan Hubungan Asmara terminal mojok.co

Kalau Orang Belum Pernah Pacaran Memangnya Kenapa?

10 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.