Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alasan Orang Tegal seperti Saya Enggan Berwisata ke Pemandian Air Panas Guci

Abdul Manan oleh Abdul Manan
23 November 2024
A A
Alasan Orang Tegal seperti Saya Enggan Berwisata ke Pemandian Air Panas Guci

Alasan Orang Tegal seperti Saya Enggan Berwisata ke Pemandian Air Panas Guci (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemandian air panas Guci ramai, terutama saat akhir pekan dan liburan tiba

Guci nggak pernah sepi pengunjung. Mungkin hanya saat pandemi kemarin tempat wisata ini sepi. Di luar itu, pengunjung selalu datang, terutama saat akhir pekan dan musim liburan tiba. Guci seolah menjelma menjadi lautan manusia di saat-saat seperti itu.

Pengunjung berjubelan di jalan, di pemandian, di toko oleh-oleh, dan di spot-spot tempat duduk dan foto. Coba bayangkan, kolam pemandian air panas saja sampai pada titik di mana orang nggak bisa merentangkan kedua tangan. Orang-orang mandi berhimpitan di sini.

Selain itu saat akhir pekan dan liburan, jalan menuju Guci Tegal sangat macet. Hal ini karena jalan menuju ke sana terlampau sempit padahal pengunjung membludak. Di musim liburan, kemacetan bisa mengular hampir 4 kilometer. Ditambah lagi lahan parkir yang disediakan kurang luas. Banyak bus besar yang masuk tanpa memperhatikan ketersediaan lahan parkir. Ingat kasus bus masuk jurang di Guci? Salah satu penyebab tak langsung adalah pengelolaan parkir yang buruk di sini.

Sampah di mana-mana

Saya mengamati ketersediaan tempat sampah di pemandian air panas Guci Tegal cukup minim. Hal ini ditandai dengan banyak ditemukannya sampah di pinggiran sungai sekitar pemandian air panas. Banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan di sungai. Sampah-sampah ini juga acap kali ditemui di sekitar pipa-pipa saluran air warga.

Selain itu, tempat pemandian yang seharusnya digunakan untuk umum, masih banyak kita jumpai orang-orang yang menggunakan sabun dan sampo di kolam. Busanya sangat mengganggu pengunjung lain. Terlebih, bungkusnya juga sering kali dijumpai mengambang di permukaan kolam. Pengelola perlu menertibkan aturan bagi pengunjung yang berendam di dalam kolam.

Fasilitas minim di pemandian air panas Guci Tegal

Di Pancuran 13, untuk tiket seharga Rp20 ribu hanya ada pancuran dan main di kali. Untuk tempat wisata yang banyak didatangi pengunjung, tempat istirahat yang disediakan pengelola pemandian air panas sangatlah minim. Saking minimnya, orang-orang perlu menyewa tikar sebagai tempat menaruh barang-barang bawaan. Loker sangat terbatas. Kalau hujan malah nggak ada tempat berlindung sama sekali.

Itulah beberapa hal yang membuat saya enggan berwisata ke pemandian air panas Guci Tegal. Saya rasa kebanyakan orang Tegal juga akan sepakat dan memilih berwisata ke tempat lain. Berendam di air panas di bawah kaki Gunung Slamet memang menyenangkan, tapi pengelolaan yang buruk membuat kebanyakan orang berpikir dua kali untuk berkunjung ke Guci lagi dan lagi.

Penulis: Abdul Manan
Editor: Intan Ekapratiwi

Baca Juga:

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

BACA JUGA Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Pergi ke Pemandaian Air Panas Guci Kabupaten Tegal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 26 November 2024 oleh

Tags: Guci Tegalhighlightkabupaten tegalOrang Tegalpemandian air panas guci
Abdul Manan

Abdul Manan

Mahasiswa semester akhir Universitas Negeri Semarang. Menaruh perhatian atas isu-isu politik dan lingkungan. Gemar menikmati kopi dan baca buku.

ArtikelTerkait

Konflik Grup Pencak Silat Tiap Tahun Selalu Terjadi, Nggak Bisa Selesai atau Nggak Mau Selesai?

Konflik Grup Pencak Silat Tiap Tahun Selalu Terjadi, Nggak Bisa Selesai atau Nggak Mau Selesai?

26 Juli 2024
Ojek Pangkalan Menyebalkan demi Bertahan Hidup, Apa Salahnya? (Mojok.co)

Ojek Pangkalan Menyebalkan demi Bertahan Hidup, Apa Salahnya? 

2 Desember 2023
Suzuki APV, Mobil Serbaguna yang Siap Diajak Rekasa

Dikasih Sekalipun, Saya Tetap Nggak Mau Punya Suzuki APV, Apa Bedanya sama Gerobak Dikasih Mesin?

18 September 2023
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Betapa Susahnya Hidup dengan Daihatsu Sigra Saat Mentalmu Masih Mental Honda Vario

30 November 2023
5 Kelakuan Menyebalkan Saat Tahlilan, Saya Tulis Ini Supaya Orang-orang Bisa Refleksi Mojok.co

5 Kelakuan Menyebalkan Saat Tahlilan, Saya Tulis Ini Supaya Orang-orang Bisa Refleksi

17 Agustus 2024
4 Keunikan Solo di Mata Orang Tegal, selain Pernah Dipimpin Gibran  Mojok.co

Keunikan Solo di Mata Orang Tegal selain Pernah Dipimpin Gibran 

17 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah Mojok.co

Peribahasa Ada Harga Ada Rupa Tidak Berlaku untuk “MBG” Superindo yang Wujudnya Meyakinkan, Rasa Enak, dan Harganya Tetap Murah

17 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.