Alasan Kenapa Wajah Makin Burik eh Buruk Padahal di Rumah Aja – Terminal Mojok

Alasan Kenapa Wajah Makin Burik eh Buruk Padahal di Rumah Aja

Artikel

Fanisa Putri

Siapa yang di rumah aja tapi merasa kondisi kulitnya semakin memburuk? Angkat minumanmu kawan, eh puasa ya, jangan sedih, kamu tidak sendirian kok ~

Sudah genap sebulan saya menjalani WFH (Work From Home) karena kebijakan pemerintah untuk mengurangi kontak langsung dengan orang lain di tengah pendemi virus Covid19. Awalnya saya kira di rumah aja bakal bikin kesehatan badan dan wajah saya terjagai. Maklum, selama ini saya ngerasa hidup nggak sehat karena jajan sembarangan dan tiap hari panas-panasan di jalan.

Tapi alih-alih dapat body goals, badan saya malah makin lebar; dan alih-alih punya wajah mulus kayak jalan tol, karena berkurangnya intensitas buat bermake-up, wajah saya malah memburuk, sering berjerawat, dan berminyak hiks.

Ternyata kondisi wajah menjadi lebih buruk selama WFH tidak hanya saya rasakan sendiri, banyak orang merasakannya hal itu saya, saya tahu ini dari tweet yang cukup viral di twitter ini.

Ah saya jadi mikir mungkin wajah saya kaget kali ya tiba-tiba dikasih kenyamanan (?) padahal setiap hari dia berjuang melawan debu-debu jalanan dan make up tebal yang saya kenakan. Memang terlalu lama di zona nyaman itu berbahaya.

Setelah melakukan observasi kecil-kecilan saya pun mendapatkan beberapa alasan kenapa kulit jadi semakin bermasalah selama WFH ini, ternyata bukan karena kulit saya merindukan debu-debu jalanan tapi karena beberapa kebiasaan yang saya lakukan selama WFH ini,

1. Stress

Dilansir dari Kumparan menurut facialist ahli estetika asal Amerika Serikat, Candace Marino, jerawat bisa timbul ketika seseorang tengah dilanda stress karena saat stress tubuh melepaskan hormon kortisol yang dapat memproduksi minyak dan keringat penyebab jerawat. Dari pendapat ahli tersebut saya setuju (banget) sejujurnya WFH ini beban kerjanya jauh lebih berat karena jam kerja yang tidak beraturan, kerjaan yang sulit diselesaikan karena harus nyambi sama pekerjaan rumah, yhaa begitu deh lebih bikin mumet!

Baca Juga:  Nanti Kita Cerita tentang Pesantren Kilat Hari Ini

2. Begadang

Karena WFH jam kerja jadi tidak beraturan, mau tidak mau terkadang opsi begadang harus terpaksa dilakukan karena deadline. Dilansir dari Kompas menurut WebMD tingkat stress dapat meningkat hingga 14 persen setiap seseorang kurang tidur selama 1 jam. Ternyata efek begadang dan stress itu berbanding lurus, semakin sering begadang semakin tinggi juga tingkat stress yang dirasakan.

3. Males cuci muka

Mencuci muka dalam keadaan normal sehari-hari saja sering malas, apalagi dalam kondisi tidak kemana-mana semakin malas pasti. Sadar atau tidak kebiasaan mencuci muka ini sering disepelekan, apalagi saat-saat sedang di rumah seperti ini, minimnya kegiatan yang dilakukan membuat kita berpikir “ah masih bersih ini, belum bau”. Ayo mengaku saja kalau parameter badan sudah harus dibersihkan selama di rumah aja ini adalah saat badan belum bau ya buat apa mandi, betul kan?. Padahal di rumah aja tidak menjamin berkurangnya jerawat, komedo, dan minyak pada wajah.

4. Kurang menjaga kebersihan sarung bantal atau kasur

Selain faktor internal faktor ekternal pun menjadi penyebab kondisi kulit semakin memburuk salah satunya adalah kurang menjaga kebersihan sarung bantal atau kasur.

Selama WFH ini membuat saya jadi tergabung dalam kumpulan sobat rebahan. Karena badan saya sama kasur kok jadi lebih mesra daripada hari-hari biasa. Melihat sofa atau kasur nganggur dikit tuh nggak bisa gitu. Tanpa disadari saat tidur mungkin saja pipi kita menempel pada bantal yang sarung bantalnya belum diganti berminggu-minggu, sarung bantal bekas ilermu itu yang jadi sarang berkumpulnya bakteri penyebab jerawat. Nih waktu ideal untuk mengganti sarung bantal itu sebaiknya satu hingga dua minggu sekali. Sehabis ini coba dicuci sarung bantalmu yang lama terus diganti jadi sarung bantal baru.

5. Mengkonsumsi makanan manis atau asin secara berlebihan

Beberapa hari sebelum berlakunya lockdown (karantina wilayah) yang membuat kita harus terpaksa di rumah aja membuat panic buying tidak hanya berlaku untuk handsanitizer, cemilan asin dan manis pun jadi sasaran empuk panic buying! Akibatnya cemilan asin dan manis itu menumpuk di rumah ditambah dengan nafsu makan yang 11-12 sama gozilla apalagi dalam kondisi si rumah saja.

Baca Juga:  Dengan Fandom yang Militan, Habib Rizieq Harus Lakukan 3 Hal Ini

Saya merasa perut saya ko nggak ada kenyang-kenyangnya ya, perut saya ibaratnya seperti blackhole jadi makanan apa saja yang saya makan rasanya hilang entah kemana. Kebiasaan mengkonsumsi cemilan asin dan manis yang berlebihan membuat badan saya makin melebar dan mengakibatkan wajah jadi lebih berminyak dan berjerawat.

6. Dehidrasi

Karena minimnya kegiatan yang dilakukan membuat kita merasa tidak membutuhkan minum yang banyak seperti biasanya. Padahal di balik itu semua tubuh kekurangan cairan sehingga kondisi tubuh tidak seimbang dan optimal karena tidak seimbang tubuh jadi memproduksi minyak berlebih pada wajah yang bikin pori-pori tersumbat salah satu faktor dari timbulnya jerawat. Ingat yaa! Meskipun di rumah aja minum air 2 liter per hari itu tidak boleh kamu lewatkan loh! Minum air putih ya! Bukan kopi atau teh.

Kata dokter Jika ingin mengobati sebaiknya tau dahulu penyebabnya sehingga kita bisa mengurangi dan mencegah hal tersebut terjadi. Nah sudah tau penyebab wajah kamu jadi jerawatan selama di rumah aja kan? Mulai kurangi kebiasaan buruk, di rumah aja bukan berarti membuat kita jadi jorok dan tidak peduli terhadap kebersihan.

BACA JUGA Sebaik-baik Perawatan Wajah Adalah Cukup Cuci Muka dan tulisan Fanisa Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
18


Komentar

Comments are closed.