Membedah Alasan Video Pencet Komedo Terasa Menjijikkan Sekaligus Satisfying – Terminal Mojok

Membedah Alasan Video Pencet Komedo Terasa Menjijikkan Sekaligus Satisfying

ArtikelFeatured

Sepertinya judul tulisan saya kali ini agak gimana gitu, ya. Tapi, ini menjadi keresahan saya, lho, Mylov. Kenapa video pencet komedo itu kok rasanya satisfying banget kalau ditonton. Jujur, nih, tapi jijik kan lihatnya. Ya, 50-50 lah jijik iya, satisfying juga iya. Hahaha.

Sebagian permasalahan kaum adam dan hawa di dunia itu salah satunya terletak pada wajah. Yup, kalau nggak jerawat ya komedo. Itu saja dulu yang sederhananya. Termasuk saya. Saya juga punya komedo di hidung. Tentunya saya rutin angkat komedo. Ya, paling nggak seminggu tiga kali lah. Soalnya, komedo saya nggak parah. Biasa saja.

Saya punya teman waktu zaman sekolah menengah dulu, komedonya banyak sekali. Maaf ya, temanku. Tapi kamu paling saya ingat ketika menulis tulisan ini. Hehehe. Waktu sekolah dulu, saya ingat betul bagaimana gemasnya saya kalau lihat hidungnya. Ingin sekali rasanya saya ambil alat dan pencet satu-satu komedo di hidungnya. Geregetan bukan main.

Sampai sekarang pun saya masih merasa gemas kalau lihat orang yang komedonya banyak di hidung. Saya nggak gemas dengan diri saya sendiri, sih, soalnya komedo saya nggak sebanyak itu. Saya bahkan sampai bawel pada adik perempuan saya masalah perkomedoan ini. Pokoknya harus saya yang bersihin sampai sebersih-bersihnya. Hadeh.

Bagi sebagian orang, mungkin masalah komedo itu bisa menjijikkan sekaligus bikin satisfying. Kalau saya sih gitu. Beberapa kali saya nonton video di YouTube, rasanya kok ya jijik, tapi lega saja gitu lihat bagaimana komedo-komedo itu akhirnya keluar dari bagian wajah manusia.

Baca Juga:  Pandemi Berkepanjangan Bikin Penderita Maskne seperti Saya Kewalahan

Terkadang saya bingung kenapa banyak orang bisa menyukai video angkat komedo meskipun waktu menonton rasanya jijik sekaligus lega. Ternyata semua itu ada penelitiannya, Mylov. Studi kasus tahun 2001 pernah menjelaskan kalau sesuatu yang menjijikkan atau menyeramkan itu malah bisa membuat orang jadi semakin penasaran.

Kalau untuk masalah kenikmatan sensasi lega dari video komedo yang diangkat itu, bisa jadi karena disertai dengan pelepasan dopamin yang membuat orang jadi merasa lega sekaligus bahagia gitu lihatnya. Ya gimana nggak lega rasanya gemes banget, kan, lihat komedo membandel nggak kunjung tercabut dari pori-pori.

Karena perasaan lega yang dirasakan itu bisa jadi adiktif untuk beberapa orang termasuk saya. Setelah menonton satu video angkat komedo, saya kadang mencari video yang lain. Ya karena rasanya lega saja lihat hidung bersih. Berasa nggak ada lagi dosa-dosa yang teringgal di wajah. Hehehe.

Terlebih lagi kalau video pencet komedo yang dilakukan oleh dokter, biasanya dokter yang menangani akan memberikan reaksi lega setelah berhasil mengangkat banyak komedo yang membuat si penonton juga sama leganya. Konyol sih ini. Gimana, ya, memang gitu adanya.

Lebih lucu lagi saya pernah baca banyak komentar di berbagai video pencet komedo. Banyak dari penonton yang bahkan nggak bisa tidur saking geregetan dan penasaran sudah berhasil dikeluarkan atau belum. Perasaan-perasaan seperti ini yang menurut saya membuat video pencet komedo justru sangat digemari banyak orang.

Baca Juga:  Review Snail Truecica Miracle Repair Serum, Manfaat Sesuai Klaimnya

Orang-orang yang merasa satisfying dengan menonton video pencet komedo seperti itu sedang mengalami orgasme otak. Sensasi menyenangkan dan menggelitik seperti kesemutan sebagai respons terhadap pemandangan, suara, dan bau tertentu.

Video pencet komedo yang beberapa kali saya tonton biasanya akun milik Dr. Pimple Popper. Akun ini dikelola oleh Dr. Sandra Lee yang seorang dokter kulit. Kalau yang pernah nonton videonya pasti tahu doi sering sekali menangani kasus-kasus komedo dan masalah kulit lainnya.

Ketika nonton video Dr. Lee ini, saya mbatin, ya ampun, jijik banget tapi lega kalau sudah bisa dikeluarin. Sambil mbatin lagi, berapa lama ya pasien-pasiennya menahan dosa-dosa di tubuh mereka sampai seperti itu? Belum beres mbatinnya. Masih mikir lagi, pasti lega banget waktu sudah bisa dikeluarin. Pasti badan rasanya jadi enteng dan pulang lah pasien dengan perasaan bahagia.

Belum lagi video-video milik Dr. Lee direkam dengan jarak yang sangat dekat. Alias close up banget! Jadi kebayang nggak tuh gimana bentuknya. Huaaa.

Lagian kok bisa ya orang-orang malas sekali membersihkan diri sendiri. Padahal kan komedo atau jerawat merupakan bagian kecil dari tubuh yang harusnya juga diperhatikan. Hmmm.. Mungkin nggak punya cukup waktu ya untuk sekadar ngurusi hal semacam itu.

BACA JUGA Mengenang ‘Amigos X Siempre’, Telenovela yang Booming pada 2000-an dan tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Baca Juga:  Hal-hal Menyebalkan di iPhone yang Bikin Saya Mikir untuk Kembali ke Android
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.