Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Aksi Boleh, Anarkis Jangan

Soffya Ranti oleh Soffya Ranti
27 September 2019
A A
anarkis

anarkis

Share on FacebookShare on Twitter

Kita tahu bahwa saat ini Indoenesia sedang tidak baik-baik saja. Walaupun dirasa memang sudah tidak baik-baik saja sejak dikandung badan. Tapi kali ini, suasana lebih tidak kondusif. Tak lama setelah RUU KPK kali ini DPR mengulah kembali dengan RUU KUHP yah, pasal-pasal yang dibuat membuat masyarakat geram.

RUU KPK sudah membuat geram beberapa hari lalu dimana revisi undang-undang ini dianggap sebagai pelemahan KPK sebagai penyelidik kasus-kasus korupsi. Usulan poin-poin yang dibuat oleh para dewan dewan pengkhianat perwakilan rakyat ini kok malah memudahkan para tikus-tikus itu. Oh apa sebagai tameng ya pak bu kan dengar kabar burung, tikus yang di dapat emang dari tempat para bapak ibu dewan.

Nah ko disahkan saja itu lo dan sekarang bikin kerjaan soal RUU KHUP dengan pasal-pasal yang kontroversial tersebut. Beberapa tuntutan sekaligus dan penolakan poin-poin membuat masyarakat khususnya mahasiswa akhirnya mau gak mau harus turun. Benarlah dua hari ini sudah terjadi demonstrasi mahasiswa seluruh Indonesia ke gedung DPR di Senayan, Jakarta.

Beberapa wakil mahasiswa selaku presbem dari beberapa Universitas itu telah diterima oleh beberapa dewan dan menyatakan mosi tidak percayanya pada anggota DPR. Demonstrasi pun sebenarnya tak hanya berada di gedung DPR pusat Jakarta tapi juga para mahasiswa di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Aksi demonstrasi ini pun memunculkan beberapa desas-desus bahwa mahasiswa ditunggai oleh kepentingan politik, mengganggu jalannya pelantikan Presiden  dan lain sebagainya. Betul pak bu, kami ditunggangi, ditunggangi  oleh kepentingan rakyat. Demonstrasi di berbagai daerah maupun di gedung DPR mulai memanas dan menimbulkan beberapa konflik oleh aparat dan demonstran.

Beberapa di antaranya timbul aksi anarkis yang terjadi demonstran mulai tak kondusif dan ricuh. Sebenarnya, sangat disayangkan hal ini. Aparat pun bertindak represif dan yang terjadi saling panas dan saling beradu. Tak sedikit yang terluka akibat demonstrasi ini. fasilitas umum pun menjadi rusak dan tumbang. Beberapa kondisi arus lalu lintas tersendat kondisi pun menjadi tak stabil.

Awal ricuh pun berawal dari aparat menembak gas air mata kepada para demonstran yang dibalas dengan para demonstran yang merusak mobil aparat. Dan terjadilah semakin ricuh. Sebenarnya gampang kok pak kalau misal si bapak selaku ketua DPR RI menyempatkan waktunya sejenak untuk bertemu demonstran saya kira jika seperti itu kericuhan tak akan separah ini.

Separah ini sampai mengganggu ketentraman publik. Ini ya bukan salah sepenuhnya para demonstran juga. Saya kira para bapak-bapak dewan yang terlalu bersemangat menegakkan UU KHUP ini, coba biasa aja tanpa revisi kan adem tentrem. Kerja tidur, bangun-bangun nyari kerjaan ngerancang undang-undang yang dirasa terlalu terburu-buru dan segera disahkan. Kalau saja, jika ada sosialisasi lebih dalam lagi mungkin tak akan terjadi seperti ini.

Baca Juga:

5 Kejadian Luar Biasa yang Bikin Ospek UIN Gempar dan Viral, Ada Apa dengan UIN (yang Sekarang)?

6 Lagu Anime yang Cocok Diputar Saat Aksi Mahasiswa

Untuk para demonstran semoga selalu dalam kedamaian, suarakan aspirasi rakyat tapi tahu aturan publik. Diusahakan tidak merusak fasilitas publik juga. Kita yang katanya melawan habis-habisan ini dengan demo kemana-mana atas nama rakyat tapi tak tahu aturan malah jadi boomerang ke diri kita sendiri.

Hindari provokosi dengan embel-embel menurunkan Presiden. Mau kilas balik 98? Buat momen turunkan Presiden juga? Jangan deh nanti jadi tragedi lagi. 98 aja belum tuntas dan ketemu siapa aja yang ilang lah kok mau ditambah. Sudah, jangan lur. Itu cuma provokasi

Para demonstran yang sengaja merusak beberapa aset warga tanpa pertanggung jawaban. Dimohon buat bertanggung jawab atas perbuatannya.  Semoga para demonstran dapat mengerti dan memahami. ‘Aksi boleh,anarkis jangan’ ini berlaku tak hanya bagi para mahasiswa atau demonstran ya, buat bapak aparat juga yang beberapa tersulut emosi dan menimbulkan aksi anarkis juga. Ujian reformasi ini emang berat lur. Melawan bangsa sendiri.

Untuk aparat yang secara tak langsung ikut dalam atmosfer anarkis tolong dikurangi sikap represifnya pak. Bahkan sampai menimbulkan korban karena beberapa aparat yang tersulut emosi pada mahasiswa.

Saya tahu betul, aparat juga manusia. Punya rasa emosi dan gampang juga tersulut emosi. Tapi, mohon dengan sangat pak dikendalikan emosi yang malah jadi makin bertambahnya korban. Tak hanya demonstrasi baru-baru ini. Untuk demonstrasi selanjutnya diharapkan tak terjadi korban aparat yang tersulut emosi. Bukankah aparat bertugas melindungi dan mengayomi? Bukan menggebuki kan.

Sekarang RUU KUHP sedang ditunda, bukan ditolak. Kami para masyarakat yang tidak mendukung beberapa pasal dan menuntut beberapa tuntutan seperti karhutla dan kasus papua ini pun berharap dengan adanya aksi ini dapat merubah keputusan para elite politik dan pemerintah tentunya.

Kami rakyat cilik sudah susah, dengan adanya suasana tak kondusif gara-gara RUU KPK dan RUU KHUP yang dibuat-buat pak dewan malah makin sumpek pak. Jalanan macet dengan demonstran, keamanan jadi kurang, hati pun tak tentram. Dewan Perwakilan Rakyat pak, bukan pengkhianat rakyat lo. Mbok ya sing ngerti. (*)

BACA JUGA Kumpulan Kisah UwU di Balik Aksi Mahasiswa di Jakarta atau tulisan Soffya Ranti lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Februari 2022 oleh

Tags: aksi mahasiswaanarkisdemonstrasimosi tidak percayareformasi
Soffya Ranti

Soffya Ranti

Yang sedang melawan penyakit malas dengan mencoba produktif dengan menulis.

ArtikelTerkait

Widji Thukul

Apabila Widji Thukul Tiba-tiba Muncul dan Baca Puisi di Tengah Demo Mahasiswa

27 September 2019
mas didi kempot

Dari Istana Negara Hingga Senayan: Mas Didi Kempot, Tolong Buat Lagu dari Tempat-Tempat Ini, Dong!

10 Oktober 2019
Burgerkill

Bangga Menjadi Fan Burgerkill di Tengah Aksi Mahasiswa

3 Oktober 2019
cacat hukum ruu cipta kerja komnas ham asas hukum mojok.co omnibus law demonstrasi

Sok Edgy di Tengah Isu Omnibus Law biar Apa, Bos?

8 Oktober 2020
Pasta Gigi

Sebaik-baik Teman Aksi adalah Pasta Gigi

2 Oktober 2019
Menanti Demonstrasi Besar yang Dilakukan oleh Pasukan Revolusi One Piece terminal mojok.co

Menanti Demonstrasi Besar yang Dilakukan oleh Pasukan Revolusi One Piece

15 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Sumenep, Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

Di Sumenep Tidak Terjadi Invasi Barbershop, Diinjak-injak Sama Pangkas Rambut Tradisional

4 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.