Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Adegan Panas Paling Aduhai Justru Nggak Ada di Film Bokep

Santi Kurniasari Hanjoyo oleh Santi Kurniasari Hanjoyo
3 Desember 2020
A A
Adegan Panas Paling Aduhai Justru Nggak Ada di Film Bokep
Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari terakhir ini, sejumlah artikel tentang film bokep lalu-lalang di jagat Terminal Mojok. Bermula dari tulisan Mas Seto Wicaksono berjudul “Film Bokep Adalah Tontonan dengan Skenario Paling Membosankan yang Pernah Ada”, yang kemudian ditanggapi oleh Mas Gusti Aditya dengan tulisan “Kalau Alur Film Bokep Dianggap Membosankan, Mungkin Situ Buka dari Situs Itu-itu doang” dan terakhir tulisan Mas Nasrulloh Alif Suherman yang berjudul “Kalau Bosan sama Skenario Film Bokep, Tonton Sampai Selesai dan Tambah Referensi Filmnya”.

Jika kita cermati, ketiga penulis tersebut adalah mas-mas, yang masing-masing menyampaikan pendapat pribadi mereka seputar film bokep. Sebagai seorang mbak-mbak yang sudah pernah menonton bokep menjunjung tinggi emansipasi sekaligus menggemari keindahan dan seni, saya juga ingin nimbrung.

Sebagai perempuan yang diyakini lebih mengedepankan perasaan ketimbang logika, saya cenderung sependapat dengan Mas Seto. Film bokep memang membosankan, apalagi yang hardcore. Yang sebagian besar hanya menampilkan organ-organ reproduksi manusia, yang diambil gambarnya dengan teknik close-up atau bahkan extreme close up.

Kesannya kok kurang indah yaaa. Nggak pakai perasaan, langsung “hajar” tanpa proses jatuh cinta atau apa. Terlalu eksplisit sehingga tidak menyisakan sedikit pun ruang untuk imajinasi atau interpretasi. Rasanya kayak didikte, “Udah kamu nonton ini aja, nggak usah peduliin yang lain.” Padahal didikte itu biasanya tidak menyenangkan.

Film adalah karya seni yang kompleks. Di dalamnya terdapat banyak sekali unsur yang harus diperhatikan dan digarap dengan saksama, agar karya seni tersebut dapat memuaskan dahaga manusia intelektual atas hiburan berkualitas. Jika ada satu saja unsur yang digarap dengan kurang serius, hal ini akan memengaruhi kualitas keseluruhan film.

Jika adegan panas diibaratkan sambal matah yang pedas dan nikmat, menonton film bokep yang dari awal hingga akhir melulu berisi adegan panas itu rasanya serupa dengan makan sambal matah thok thil sepiring penuh. Selezat apa pun si sambal matah, kalau tidak disertai dengan makanan lain, tentu kurang menyenangkan untuk dinikmati.

Akan jauh lebih baik jika si sambal matah dihidangkan dalam sebuah wadah berukuran sedang, namun disajikan bersama dengan set menu berupa seporsi nasi putih hangat dari beras pulen, seporsi sayuran, dan setengah ekor bebek goreng krispi, misalnya. Begitu seimbang dan saling melengkapi. Amat menggugah selera.

Ada banyak kok film bagus bergenre non-bokep, seperti action, thriller, drama, dll., yang menyelipkan adegan-adegan panas. Film-film seperti inilah yang sesuai untuk manusia intelektual. Sudah ceritanya bagus, terkadang mendebarkan, alurnya keren, para pemainnya terkenal, aktingnya berkelas, masih ada bonus berupa adegan panas yang disajikan dengan romantis dan tidak vulgar. Rasanya bagai menemukan mutiara dalam lumpur.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

5 Tayangan Netflix yang Sebaiknya Jangan Ditonton Saat Makan, Bikin Mual!

Adegan panas dalam film-film berkelas biasanya disajikan dengan elegan, tanpa memperlihatkan organ-organ reproduksi manusia secara eksplisit. Terkadang hanya ekspresi wajah para pemainnya yang disorot, sehingga menyisakan ruang yang luas untuk imajinasi dan interpretasi. Penonton jadi bebas untuk mengartikan sendiri adegan-adegan tersebut, tanpa didikte oleh siapa pun.

Perlu diingat bahwa film-film berkelas biasanya dibintangi aktor dan aktris yang juga berkelas. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penghargaan yang sudah mereka peroleh. Oleh karena itu, sepanjang pengalaman saya menonton film, adegan-adegan panas terbaik justru saya jumpai dalam film-film bergenre non-bokep, yang diperankan oleh para aktor dan aktris top.

Salah satu contohnya adalah film Lust, Caution (2007), yang mengambil setting di Shanghai, Tiongkok sekitar tahun 1942, saat kota tersebut dikuasai oleh tentara kekaisaran Jepang. Film spionase bergenre thriller yang disutradarai oleh Ang Lee ini berkisah tentang sekelompok mahasiswa yang berencana membunuh seorang agen khusus pejabat tinggi. Caranya dengan mengirimkan seorang mahasiswi dalam penyamaran untuk memikat si agen khusus, dan memancingnya ke dalam perangkap. Tokoh-tokoh utamanya diperankan dengan sangat apik oleh Tony Leung dan Tang Wei.

Film Lust, Caution telah memenangkan banyak penghargaan, baik lokal maupun internasional. Dalam penghargaan film Golden Horse (Hong Kong) 2007, film ini menyapu tujuh piala penghargaan, antara lain film terbaik, sutradara terbaik (Ang Lee), aktor terbaik (Tony Leung Chiu Wai) dan pemain baru terbaik (Tang Wei). Lust, Caution juga masuk nominasi sebagai film asing terbaik dalam penghargaan Golden Globe (Amerika Serikat) ke-65.

Bayangkan saja, film yang memenangkan banyak penghargaan ini, tentu semua unsurnya digarap dengan amat serius. Termasuk adegan-adegan panasnya. Silakan buktikan sendiri. Dijamin lebih menyenangkan dibanding nonton film bokep. Terlebih karena film ini sarat akan kisah-kisah menegangkan seputar spionase, yang anggap saja berfungsi sebagai pemanasan menjelang sajian adegan-adegan “liar”.

Contoh film lainnya, yaitu Tailor of Panama (2001), Original Sin (2001), Unfaithful (2002), semuanya film Hollywood. Bagi penggemar film Korea boleh coba nonton Obsessed (2014) yang dibintangi oleh Song Seung Heon dan Lim Ji Yeon. Saya juga sudah menemukan beberapa film bagus dengan adegan panas yang aduhai di Netflix.

Percayalah, menonton dan menikmati karya seni berkualitas, lalu menemukan adegan panas di tengah-tengahnya bagaikan menemukan sebutir mutiara asli dalam lumpur. Hanya sebutir sih, tapi asli. Sedangkan menonton adegan panas yang dari awal sudah diekspos habis-habisan seperti dalam film-film bokep, bagaikan menemukan sekantong mutiara palsu.

BACA JUGA Teka-teki Cao Cao di ‘Sam Kok’ yang Terjawab Lewat Drama ‘Advisors Alliance’ dan tulisan Santi Kurniasari Hanjoyo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 Desember 2020 oleh

Tags: bokepFilmnonton bokep
Santi Kurniasari Hanjoyo

Santi Kurniasari Hanjoyo

Marathoner, ibu rumah tangga yang suka berlari, menulis, dan menyanyi.

ArtikelTerkait

10 Film Semi Korea yang Nggak Cuma Jual Adegan Seks, tapi Ceritanya pun Menarik Terminal Mojok.co

10 Film Semi Korea yang Nggak Cuma Jual Adegan Seks, tapi Ceritanya pun Menarik

24 Mei 2022
Stigma Sarjana Matematika yang Bikin Malu Kalau Pamer Gelar terminal mojok.co

Rekomendasi Film tentang Matematika yang Pernah Saya Tonton

15 September 2020
Menikmati Plot Twist Bertubi dalam 'The Call', Film Thriller Asal Korea yang Sungguh Meneror terminal mojok.co

Menikmati Plot Twist Bertubi dalam ‘The Call’, Film Thriller Asal Korea yang Sungguh Meneror

11 Maret 2021
Film Pangku, Titik Balik Saya sebagai Laki-laki Memahami Ketimpangan Gender di Masyarakat Mojok.co

Film Pangku Jadi Gerbang untuk Saya sebagai Laki-laki Memahami Isu Gender

12 November 2025
Hobi Nonton Film, Hobi yang Merepotkan bagi Warga Pekalongan Mojok.co

Hobi Nonton Film, Hobi yang Merepotkan bagi Warga Pekalongan

5 Desember 2023
Konsekuensi Memberi Predikat “Paling” dalam Menilai Film atau Serial terminal mojok.co

Menyesalkan Film Indonesia yang Jarang Punya Original Story

16 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM  Mojok.co

Jalan Ngluwar Magelang yang Bobrok Adalah Area Paling Cocok untuk Simulasi Ujian SIM 

21 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.