Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Perjumpaan Terakhir: Pada Akhirnya Kita akan Menyusul Mereka

Abdulloh Suyuti oleh Abdulloh Suyuti
9 Agustus 2019
A A
bunga terakhir

bunga terakhir

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu aku cukup dikejutkan dengan rekan kerjaku yang tiba-tiba minta izin pulang awal di saat belum genap setengah jam bekerja di kantor. Tentu jika bukan karena alasan yang sangat penting, tak mungkin dia izin pulang sepagi itu.

Pagi itu dia izin pulang awal karena ayahnya sakit, artinya hari itu dia tidak jadi bekerja. Berselang dua hari kemudian, rekanku ini masih tidak masuk kerja. Dan pada hari ketiga dia kembali masuk kerja, tapi dengan membawa kabar duka bahwa ayahnya telah tiada, malam hari ketika pagi harinya dia pulang awal. Seolah tanpa peringatan yang panjang, tiba-tiba ayahandanya harus tutup usia saat itu juga.

Aku juga masih ingat kejadian beberapa tahun lalu. Tepat di bulan Agustus seperti sekarang ini, saat itu aku dan beberapa teman mau menyiapkan acara bazar peringatan HUT Kemerdekaan RI. Jum’at sore kami membabat rumput ilalang yang tumbuh liar tak jauh dari rumahku, untuk dekorasi stand bazar yang digelar di hari Minggu pagi. Sengaja kami cari bahan dekorasi stand bazar yang murah meriah tapi masih terlihat keren. Lagipula tema bazarnya retro, kami rasa masih cocok jika menghias stand dengan tumpukan jerami dan rumput ilalang kering.

Menjelang waktu maghrib kami membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing. Siapa sangka sore itu menjadi gurau terakhir dengan kawanku. Salah seorang kawanku terlibat kecelakaan sepeda motor persis di depan rumahnya. Tanpa ampun, kawanku terluka parah. Tak sampai semalam berada di IGD, dia menghembuskan nafas terakhir. Lagi-lagi seolah tanpa peringatan panjang, maut datang menjemput, tak harus menunggu tua.

Entah sudah berapa contoh kisah yang menceritakan bahwa syarat mati tidak harus sakit lama, tidak harus tua, dan tidak harus menunggumu siap. Kejam!

Tentu kita sudah sama-sama tahu berita meninggalnya dr. Ryan Thamrin (dr. OZ) beberapa tahun lalu dan Agung Hercules baru-baru ini. Keduanya adalah sosok yang nampak sehat, bugar, dan ceria. Siapa yang menyangka bahwa ada penyakit yang bersemayam di kepala mereka. Yang pada akhirnya hal itu mengakhiri hidup mereka di usia yang tidak terlalu tua. Seolah tanpa kompromi, penyakit bisa menyerang siapapun, kepada yang terlihat sehat sekalipun.

Tiba-tiba aku teringat penggalan puisi dari almarhum WS Rendra.

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku

Baca Juga:

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipanBahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

 

Ya, memang mudah berkata untuk jangan sedih pada orang yang baru saja kehilangan. Tapi ketika diri kita sendiri yang mengalami kehilangan, sungguh semua nasehat diatas tak berlaku. Bukan bermaksud mengungkit duka, tapi aku salut sama ketegaran orang yang pernah mengalami kehilangan sosok orang tua. Coz he is your iron man and you love him 3000.

Aku sadar, suatu saat aku pasti mengalaminya juga. Sosok orang tua tidak akan selamanya menjadi pengayom hidup kita di dunia. Suatu saat nanti ayah dan ibuku juga akan meninggal, istri dan anakku juga takkan abadi. Entah mereka atau aku yang lebih dulu pensiun dari kehidupan dunia ini.

Untuk beberapa saat aku bisa ngomong semua hanyalah titipan hingga sampai titik terakhir, yang pada membuat tersadar bahwa semua akan kembali ke Sang Pemilik Hidup. Untuk beberapa saat lain aku juga bisa ngomong hidup di dunia ini hanya sementara. Untuk beberapa saat yang lain aku kembali bisa ngomong berbahagialah orang yang meninggal, karena meninggal itu adalah jalan untuk kita berjumpa dengan Tuhan kita.

Tapi untuk saat-saat yang lain (yang lebih sering), rasa-rasanya aku tak pernah siap jika malaikat Izrail menjemputku atau keluargaku dan menyisakan momen terakhir dalam hidup. Membayangkan kehilangan salah satu dari keluargaku saja aku tak sanggup, lebih berat lagi kalau membayangkan aku yang harus meninggalkan mereka lebih dulu, tentu aku tak tega melihat anak istriku menangis dan harus melanjutkan hidup tanpaku. Kehilangan itu berat, tapi lebih berat lagi kalau melihat orang kehilangan karena kita.

Aku tau membayangkan anggota keluarga kita meninggal itu tidak baik. Sebab yang suka berandai-andai itu temannya setan. Tapi bukankah zikir yang seringkali mampu menghadirkan rasa khusyuk adalah dzikrul maut? Berdzikir dengan mengingat kematian. Apalagi faedahnya kalau bukan agar kita lebih menyiapkan bekal dalam menghadapinya.

Dan kabar duka yang terbaru bagi bangsa ini yakni perginya sosok ulama kharismatik, KH Maimun Zubair. Yang kita semua tahu beliau meninggal di tanah suci pada saat beribadah. Linimasa langsung ramai ucapan belasungkawa dan kenangan kata mutiara dari tutur kata beliau. Mbah Maimun, bolehkah aku cemburu padamu?

Bolehkah aku cemburu padamu yang tutup usia pada saat menjalankan ibadah, ibadah yang tak semua orang mampu melakukannya. Disalatkan di Masjidil Haram, hingga banyak orang berebut untuk mengantarkan jenazahmu ke tempat peristirahatan terakhir di Ma’la. Tempat pemakaman yang dekat dengan keluarga Nabi.

Tapi siapalah aku yang sok-sokan cemburu pada kekasih Allah. Kiai bukan, santri bukan, amal ibadah pun biasa-biasa saja. Aku hanya seorang saksi, saksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Itu pun entah aku benar-benar bersaksi, atau hanya menirukan kalimat yang diajarkan padaku di sekolah. (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2022 oleh

Tags: CurhatKeluargaperjumpaansahabatTemanterakhir
Abdulloh Suyuti

Abdulloh Suyuti

ArtikelTerkait

curhat mojok.co

5 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Teman Sedang Curhat

25 Juni 2020
bau badan

Kenapa Sih Orang yang Bau Badan Nggak Sadar dengan Bau Badannya Sendiri?

10 Agustus 2019
Magang di Pengadilan Agama Bikin Saya Lebih Realistis dalam Memandang Pernikahan broken home

Sulitnya Menjadi Anak Broken Home

18 Februari 2023
fiersa besari

Hewan-hewan Ini Lebih Bucin dari Fiersa Besari

3 September 2019
5 Film Anime Keluarga Antimainstream biar Kamu Nggak Tahu Studio Ghibli Aja Terminal Mojok

5 Film Anime Keluarga Antimainstream biar Tahunya Nggak Studio Ghibli Aja

26 Mei 2022
berwajah boros

Kalian yang Berwajah Boros, Mohon Bersabar

24 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja Mojok.co

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

3 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.