Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

5 Informasi Penting yang Perlu Kalian Tahu Sebelum Konsumsi Obat

Ismatuz Zulfa oleh Ismatuz Zulfa
27 September 2020
A A
5 Informasi Penting yang Perlu Kalian Tahu Sebelum Konsumsi Obat terminal mojok.co apoteker apotek farmasi efek samping obat

5 Informasi Penting yang Perlu Kalian Tahu Sebelum Konsumsi Obat terminal mojok.co apoteker apotek farmasi efek samping obat

Share on FacebookShare on Twitter

Saudara-saudara yang budiman, apoteker bukanlah dukun yang bisa tahu kehendak hati Anda, apoteker juga bukan ahli cocokologi yang bisa tahu kebutuhan obat Anda. Jika sebelum konsumsi obat Anda pergi ke apotek dan hanya menyebutkan ciri-ciri dan kemasan tanpa memberi tahu informasi dasar obatnya, kami juga bingung.

“Mbak, mau obat yang biasa dibeli ibuku ya, dua. Saya tidak tahu nama obatnya,”

“Warna obatnya putih,”

“Terus di bungkusnya ada tulisan kecil-kecil,”

“Harganya sekitar dua puluh ribu,”

“Kata ibu saya, rasanya cokelat,”

Astaga, apa ini? Sering sekali orang yang mau membeli dan konsumsi obat justru nggak paham sama apa yang dia cari. Yaelah, kan bukan orang farmasi. Kenapa perlu rempong mengetahui seluk-beluk obat juga?

Emmm, meski bukan tenaga kesehatan apalagi farmasi, pengguna juga perlu memahami informasi obat untuk mengurangi kesalahan penggunaan obat. Tidak banyak, setidaknya ada lima informasi dasar obat yang perlu diketahui masyarakat. Informasi ini penting karena menyangkut hidup dan mati. Iya, memang seseram itu.

Baca Juga:

Wisuda Terasa Biasa Aja bagi Mahasiswa Jurusan Farmasi karena Setelahnya Masih Harus Sekolah Lagi 

Minyak Gosok sampai Obat Kuat, Ini 5 Obat Cina yang Wajib Ada di Rumah Saya

#1 Ketahui nama dan kandungan obat 

Kandungan obat adalah isi, inti, komposisi, atau bahan aktif yang menyebabkan benda itu disebut obat. Nama obat yang dimaksud adalah merek obat. Nama dan kandungan obat menjadi informasi yang paling utama diketahui.

Contoh kandungan obat seperti parasetamol. Parasetamol kemudian diproduksi oleh banyak pabrik yang mendaftar dengan merek yang beragam.

Satu produk obat bisa mengandung satu atau lebih bahan aktif obat. Misalnya parasetamol. Ada yang diproduksi tunggal dengan kandungan parasetamol saja, ada pula yang dikombinasi dengan zat aktif lain misalnya kafein. Ada pula yang ditambah zat aktif pereda batuk atau pilek, dan sebagainya.

Tanpa mengetahui kandungan obat, Anda makin kesulitan untuk konsumsi obat. Selain agar tidak melakukan tindakan serupa pembeli tadi, Anda juga bisa menggali informasi berbekal nama kandungan obat sehingga pencarian lebih terarah.

Nama obat yang dikonsumsi juga menjadi penting ketika kita hendak memeriksakan diri ke dokter. Dokter atau rumah sakit biasanya akan menanyakan obat-obat yang sudah digunakan. Hal ini dilakukan untuk penelusuran riwayat pengobatan atau penyakit.

Maka, saat memeriksakan diri ke dokter, tak perlu sungkan untuk bercerita riwayat konsumsi obat. Lalu menanyakan kembali obat apa yang perlu dilanjutkan atau dihentikan.

Nah, jika Anda menganggap tulisan resep dokter yang tidak mudah dibaca adalah kesengajaan untuk menyembunyikan nama obat dari pasien, Anda salah. Nama dan kandungan obat harus dijelaskan kepada pasien saat menerima obat, kalau perlu ditulis dalam etiket obat.

#2 Ketahuilah khasiat atau indikasi obat

Indikasi obat adalah efek yang diharapkan setelah obat digunakan. Indikasi parasetamol ialah meredakan demam dan mengurangi nyeri. Contoh lainnya adalah antibiotik untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri, bukan untuk mengobati pilek yang disebabkan oleh virus.

Terkadang pasien yang menggunakan banyak obat kurang memperhatikan informasi mengenai indikasi, apalagi bagi pengguna pertama. Pengetahuan ini diperlukan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang dialami.

Setidaknya kita menjadi mantap dan yakin jika tahu bahwa obat yang kita konsumsi adalah benar obat yang kita butuhkan. Lantas bila ada obat yang tampak berlebih dapat dikonfirmasi ulang ke dokter. Lumayan kan bisa menghemat satu atau dua jenis obat.

#3 Perhatikan dosis obat

Dosis menyatakan banyaknya jumlah obat agar memberikan efek yang diharapkan. Obat tidak mampu bekerja bila takaran kurang. Tapi, jika takarannya berlebih dapat menimbulkan keracunan hingga kematian.

Maka tidak salah bila apoteker sering mengampanyekan bahwa obat adalah racun. Bayangkan apa yang terjadi ketika obat yang seharusnya diminum seperempat tablet, justru diminum empat tablet sekali telan karena salah baca etiket obat.

Nah, terkait dosis untuk obat yang berbentuk sirup, Anda bisa membiasakan memakai sendok khusus obat yang ada ukurannya. Banyaknya ragam sendok di pasar dan dapur merancukan takaran yang tepat untuk obat.

Selain sendok, takaran untuk sirup ada yang berbentuk gelas kecil, biasanya ditutupkan pada mulut botol obat. Alat takar lain berupa pipet obat yang sering digunakan untuk pemberian obat pada bayi.

#4 Perhatikan cara konsumsi obat

Ada obat yang ditelan, dikunyah, dihisap, diminum, diselipkan di bawah lidah, dimasukkan melalui dubur, ditempel, dioles, ditetes, disemprot, dan sebagainya. Jangan sampai obat yang seharusnya dimasukkan melalui dubur justru dimakan dengan alasan rasanya enak, rasa cokelat.

Cara pakai obat juga berhubungan dengan frekuensi penggunaan. Frekuensi obat menyatakan berapa kali obat dikonsumsi dalam rentang waktu tertentu.

Frekuensi penggunaan obat tidak bisa dipukul rata tiga kali sehari untuk semua obat. Ada obat yang diminum tiap enam jam. Ada yang dikonsumsi memang saat merasakan gejala. Ada pula yang harus tetap dipakai bahkan tanpa gejala dirasa. Pastikan Anda memahami hal itu.

#5 Ketahui efek samping

Setiap obat memiliki efek samping. Jika Anda pernah mencari informasi efek samping suatu obat di internet, muncul banyak efek samping untuk satu jenis obat saja. Tapi semua efek samping tersebut tidak nyata timbul pada semua orang.

Walau efek samping tidak melulu terjadi, beberapa obat memiliki efek samping khas. Efek samping inilah yang sebaiknya Anda tahu untuk menghindari atau mengurangi risiko akibat efek samping yang terjadi. Contohnya CTM yang menyebabkan kantuk, maka sebaiknya tidak berkendara setelah mengonsumsi CTM.

Lantas, jika Anda berpikir, “Lha buat apa semua itu perlu saya tahu sebelum konsumsi obat, jadi sama dengan apoteker dong?” 

Psst sini saya bisikin, lima hal itu hanya secuil yang dipelajari dalam farmasi. Lagian, kok ya merasa rugi untuk menjadi cerdas. Santai saja, keberadaan apoteker tidak tergusur dengan masyarakat yang cerdas menggunakan obat.

Jadi jelas, Anda perlu tahu lima informasi dasar sebelum konsumsi obat. Anda tidak perlu hafal, hanya wajib paham. Bila belum tahu, bisa mencari informasi dari sumber yang tepat. Kalau masih bingung bagaimana? Tanya apoteker saja. Kalau apotekernya tidak mau? Hidup memang kadang gitu.

BACA JUGA 6 Hukum Fisika yang Bisa Jadi Solusi Masalah Hidup Sehari-hari dan artikel lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 September 2020 oleh

Tags: farmasiKesehatan
Ismatuz Zulfa

Ismatuz Zulfa

Apoteker yang uwuwuwuuuw

ArtikelTerkait

stroke

Stroke: Susahnya Mengatur Pola Makan di Negara Kuliner Terbaik Dunia

27 Agustus 2019
Panduan Singkat Sebelum Memutuskan Membeli Whey Protein terminal mojok

Panduan Singkat Sebelum Memutuskan Membeli Whey Protein

19 Juli 2021
Nggak Berani Menolak Tugas di Luar Tupoksi Pekerjaan, 4 Kerugian Ini Menanti

Nggak Berani Menolak Tugas di Luar Tupoksi Pekerjaan, 4 Kerugian Ini Menanti

2 Juli 2022
kambing guling

Serba Serbi Perilaku Para Tamu Kondangan dan Kambing Guling yang Selalu Menjadi Primadona

24 Oktober 2019
Chinese Restaurant Syndrome

Chinese Restaurant Syndrome: Apakah Generasi Micin Can Relate?

26 September 2019
Googling Sebelum Bertindak Terasa Lebih Relevan Daripada Berpikir Dulu terminal mojok.co

Jika Sakit, Jangan Tanya Google, Langsung Saja ke Dokter

27 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
5 Bentuk Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang  MOjok.co

5 Sopan Santun Orang Solo yang Membingungkan dan Disalahpahami Pendatang 

2 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.