Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pledoi Mahasiswa Pengejar IPK Tinggi yang Nggak Mau Tunduk sama Quotes Bob Sadino

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
22 September 2020
A A
bob sadino quotes ipk tinggi tidak menjamin kesuksesan mojok

bob sadino quotes ipk tinggi mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Perdebatan perkara IPK menentukan kesuksesan atau tidak hingga kini masih hangat. Dan mungkin perdebatan ini tidak akan pernah hilang. Orang yang bilang IPK tinggi tak menjamin kesuksesan bakal selalu ada, dan orang yang menyanggahnya pun berlipat ganda. Kita bisa saja memberi tahu mereka bahwa benar IPK tidak menjamin kesuksesan tapi bukan berarti IPK rendah itu tidak bermasalah. Namun, saya yakin nasihat itu nggak akan didengar.

Sebab, jika didengar, orang-orang ber-IPK rendah tak lagi punya kartu as yang mereka banggakan selama ini: quote dari Bob Sadino. Yak, tepat, yang berbunyi IPK-nya di atas tiga tandanya bakal jadi calon karyawan. Terlihat menantang arus memang, apalagi diucapkan dari orang yang kekayaannya nggak ngotak. Valid? Oh, jelas, setidaknya bagi orang-orang yang percaya quote tersebut bagai ucapan Nabi.

[cm] Menurut pendapat kalian gimana ? pic.twitter.com/yIEdgEqTh2

— COLLE | BACA PINNED ? (@collegemenfess) September 19, 2020

Kedangkalan berpikir tidak pernah selucu ini.

Jack Ma pernah berkata, “Ketika kamu miskin, belum sukses, semua kata-kata bijakmu terdengar seperti kentut. Tapi ketika kamu kaya dan sukses, kentutmu terdengar sangat bijak dan menginspirasi. Hal ini sering terjadi. Quote yang terlihat menginspirasi tersebut ditelan mentah. Bisa ditebak, mereka akan biasa saja meraih IPK rendah dan mencaci orang yang punya IPK tinggi karena mereka hanyalah calon budak korporat yang menyerahkan hidup mereka pada rutinitas “9-5”.

Sebenarnya saya ingin bertanya pada penganut quote tersebut, emangnya kalian udah kaya?

Apakah kelak kamu akan mewarisi seluruh harta keluargamu kelak layaknya Bob Sadino yang diwarisi harta seluruh keluarganya di usia 19 tahun? Apakah kamu sudah memulai kehidupan layaknya Bob Sadino yang sejak awal memiliki keluarga yang sangat berkecukupan?

Apa yang dikatakan Bob Sadino soal IPK rendah cocoknya jadi karyawan itu tentu saja nggak bisa dipukul rata. Lihat dulu dan cermati dulu, kehidupan blio sama nggak sama kamu. Kamu bangga-banggain punya IPK rendah ya tetap saja nggak bikin kamu sukses kalau kamu malas, relasi dikit, dan nggak punya privilese. Apalagi hobinya cuma ngutip quotes orang sukses tapi nggak ada niatan mau kerja ya sama saja bohong.

Baca Juga:

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Pikiran-pikiran naif soal IPK rendah lebih baik dari IPK tinggi itu harusnya dikoreksi menjadi kalau IPK bisa tinggi kenapa harus milih IPK rendah? Toh dengan IPK tinggi atau rendah setelah lulus kan sama-sama pengin kerja dan pengin sukses. Dan tampaknya mahasiswa ber-IPK tinggi pun pastinya bisa-bisa saja kalau mau jadi bos dengan buka bisnis atau memilih jadi karyawan.

Nggak perlu IPK rendah juga kalau mau jadi pengusaha. Emangnya nggak ada pengusaha yang pintar atau IPK-nya tinggi? Coba deh tengok Sandiaga Uno atau Erick Thohir. Duo sahabat sekaligus pengusaha itu juga nggak mengabaikan pendidikan demi status pengusahanya. Keduanya berjalan beriringan. Pendidikan iya, bisnis juga iya. Kalau bisa IPK tinggi dan jadi pengusaha sukses, kenapa tidak?

Salahnya punya IPK tinggi dan jadi karyawan apa sih? Toh, di kehidupan yang sebenarnya nyari kerjaan nggak akan semulus quotes hebat yang kamu dengar. Menjadi idealis itu menarik, namun menjadi realistis adalah solusi yang kadang jauh lebih bijaksana.

Maksudnya tuh, IPK tinggi itu membuka kesempatan bekerja di perusahaan yang bisa memberi penghasilan gede. Apakah logika kayak gini nggak nyampe ke orang-orang pemuja IPK rendah, eh, maksud saya pemuja quote Bob Sadino?

Punya IPK tinggi tidak melulu soal ketidakpedulian akan lingkungan sekitar. Banyak sekali kawan-kawan saya punya IPK tiga koma ke atas tapi ikut organisasinya kencang, relasi luas, dan punya skill juga. Emang awalnya siapa sih yang bikin stereotip bahwa IPK tinggi sama dengan ansos gitu? Goblok kali.

Ditambah lagi punya IPK tinggi adalah sebuah bentuk apresiasi tertinggimu terhadap siapa yang membiayai kuliahmu yang harganya nggak murah itu. Masa kamu nggak bangga menyampaikan nilai IPK yang aduhai mantap di depan orang tua yang banting tulang membiayai pendidikanmu? Masa kamu nggak mau melihat senyum bahagia orang-orang sekitarmu melihat pencapaianmu itu?

Pastinya tidak ada yang salah dengan IPK tinggi dalam hidup ini. Usahamu, keringatmu, sampai begadangmu untuk meraih IPK yang bikin orang tua merasa nggak sia-sia menguliahkanmu bukanlah sesuatu yang patut diremehkan. Di sana ada sebuah kebanggaan yang memang harus dibanggakan. Bukan dicibir dengan dalih quotes yang disalahartikan.

Saya yakin Bob Sadino bikin quote nyuruh DO dan jadi pengusaha aja atau nggak apa-apa punya IPK rendah itu bukan berarti kita harus seperti itu juga. Cerdas dikit ngapa. Jangan jadi mereka yang keliru memahami quote “agama adalah candu” dari Karl Marx. Quotes Bob Sadino itu mengajak kita untuk melakukan yang terbaik dengan apa pun yang kita punya dan nggak usah takut dengan rintangan yang ada. Jadinya kalau bisa IPK tinggi ya manfaatkan IPK tinggi itu untuk meraih kesuksesan di masa depan. Dan kalaupun IPK-mu rendah, jangan putus asa, ambil peluang yang ada dan manfaatkan kesempatan itu.

Intinya, IPK tinggi tidak melulu soal terkuncinya kesuksesan-kesuksesan yang lebih besar di masa depan. Dan dengan IPK rendah nggak bakal bikin kamu auto jadi Bob Sadino, Bill Gates, atau Mark Zuckerberg.

IPK tinggi setidaknya membuat dirimu punya banyak pilihan. Ketika mentok dan gagal berkubang di dunia bisnis, IPK tinggimu itu bisa menjadi portofolio yang menarik untuk menjadi budak korporat.

Tapi, lebih dari itu, ketimbang kamu kelewat mabok quotes Bob Sadino atau motivator lainnya soal nggak apa-apa punya IPK rendah karena itu nggak menentukan kesuksesan, gimana mulai saat ini kamu mikir sederhana saja, fokus saja raih IPK tinggi, tingkatkan relasi, dan juga jangan lupa melatih skill-mu. Dan yang terpenting, tengok deh keluargamu, apakah sudah kayak keluarga Bob Sadino? Penting lho itu. Privilese dan orang dalam itu juga harus dipertimbangkan, hehehe.

BACA JUGA Membongkar Rahasia Toko Buku Online Terbesar se-Indonesia dan artikel M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 22 September 2020 oleh

Tags: bob sadinoipkkekayaankesuksesanKuliahquotes
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Tipe-tipe Dosen Ketika Mahasiswanya Protes Nilai Akademik terminal mojok.co

Maha Benar Dosen dengan Segala Ketelatannya

19 Mei 2019
Lulus Kuliah Lewat Jalur Pimnas Adalah Impian Setiap Maba terminal mojok.co

Lulus Kuliah Lewat Jalur Pimnas Adalah Impian Setiap Maba

8 November 2020
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan 

11 September 2025
5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Kuliah di UIN

5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Memutuskan Kuliah di UIN, Calon Mahasiswa Wajib Baca biar Nggak Menyesal

3 Juli 2023
Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus Mojok.co

Unair Kampus B Bikin Iri Mahasiswa Unesa Ketintang: Fasilitasnya Lengkap dan Nyaman, Jadi Ingin Pindah Kampus

14 Mei 2024
Hentikan Stigma Mahasiswa Seni adalah Mahasiswa Haha Hihi Musik Metal Bukan Hanya Soal Vokalis yang Berteriak

Hentikan Stigma Mahasiswa Seni Adalah Mahasiswa Haha Hihi

27 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.