Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Memprediksi Omset Penjualan Kicimpring Kang Mus di Sinetron ‘Preman Pensiun’

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
19 September 2020
A A
Memprediksi Omset Penjualan Kicimpring Kang Mus di Sinetron 'Preman Pensiun' kietjimpring kang mus kicimpring family adinda daun sngkongterminal mojok.co

Memprediksi Omset Penjualan Kicimpring Kang Mus di Sinetron 'Preman Pensiun' kietjimpring kang mus kicimpring family adinda daun sngkongterminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Walau sudah menyatakan turung gunung dari dunia preman Kota Bandung, nama Kang Mus susah untuk digeser begitu saja. Saya sedang tidak membicarakan sengketa kekuasaan terminal dari kelompok Willy kontra Gugum yang layaknya laga tanding Games of Thrones. Penuh dengan tumpah darah dan pengkhianatan dan air mata. Bukan juga membicarakan peninggalan kekuasaan Kang Bahar yang sudah dipegang oleh orang-orang asing. Sederhana saja, saya sedang membicarakan transformasi bisnis kicimpring Kang Mus dalam sinetron Preman Pensiun.

Bagi beberapa orang, singkong cuma bahan pangan biasa. Berbeda jika singkong berada di tangan Kang Mus. Olahannya memang biasa, menjadi kecimpring—karena banyak olahan singkong yang berubah jadi kicimpring—layaknya combro. Namun, sangat istimewa manakala Kicimpring Kang Mus menjadi mahkota baru dalam mempertahankan eksistensinya di Kota Bandung. Jika dulu masalah eksistensi wilayah kekuasaan, kini masalah eksistensi keuangan keluarganya.

ADVERTISEMENT

Kang Mus juga membawa martabat dan nama baik para pegawainya di sebuah rumah industri olahan kicimpring. Salah satunya adalah Ujang yang dulunya bukan siapa-siapa, bahkan pernah menjadi kompetitor karena ia membelot ke Jamal, kini menjadi tangan kanannya. Urusan preman dan kicimpring memang beda. Ketika jadi bos preman, ada problematika melawan Jamal. Namun, ketika jualan Kicimpring Kang Mus, problematika utamanya adalah sepatu Adinda daun singkong tiga itu.

Kenapa harus kicimpring? Kang Mus memberikan identifikasi permasalahan yang matang. Ia sempat mengatakan, keripik singkong pedas, makaroni pedas, dan tela goreng memang sempat menjamur dan banyak peminatnya. Namun, usaha itu ada tendensi musiman. Ia bertahan selama beberapa waktu saja, setelahnya selera orang sudah berubah. Nah, beda lagi kalau kicimpring, dari zaman Emak masih kasmaran sama Bapak, kicimpring tetap menjadi favoritnya.

Maka dari itu, sesudah pensiun sebagai preman, ketika anak buahnya ada yang memilih usaha sablon pakaian, ternak lele, ternak bebek, jadi satpam, dan lainnya, Kang Mus memilih jualan kicimpring. Dibilang lancar sih, nggak juga. Malahan Kang Mus sempat hancur-hancuran dalam meniti bisnis ini. Tidak sesakit perang besar antarpreman, tidak berdarah-darah seperti digorok celurit, namun sakit masalah kerugian keuangan jauh lebih menyiksa.

Produknya sempat mengalami banyak transformasi. Pertama, kicimpring yang dibuat dengan pengemasan sederhana memang sempat meledak di pasar. Namun, masalah legalitas menjadi pertanyaan. Kang Mus pun maju dalam pendaftaran merek dagang ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Nama “Kicimpring Kang Mus” menjadi pilihannya. Dengan logo emas dibubuhi fotonya sedang tersenyum lebar.

Kedua, di era “Kecimpring Kang Mus”, ia mulai jor-joran dalam mengeluarkan modal. Dalam percakapan dengan Ujang, ia mengatakan keluar uang sebesar Rp20 juta untuk sewa tempat. Ceu Edoh, tenaga tambahan satu-satunya, sudah tidak dipekerjakan (hanya bantu-bantu rumah) dalam penggarapan kicimpring. Terhitung, saat itu, anggota Kicimpring Kang Mus hanya ada tiga orang (termasuk Ujang).

Ketiga, ketika pandemi dan saingan bisnis berdatangan, Kicimpring Kang Mus perlahan tumbang. Dalam season 4, Serena hadir sebagai kartu mati Kang Mus dalam mengembangkan bisnis ini. Sempat dilanda tanda tanya karena arus bisnis yang diinginkan Serena dan hadirnya Silvia, pada muaranya Kang Mus, Silvia, dan Serena terlibat bisnis yang saling menguntungkan. Nama yang dipilih pun kini menjadi “Kicimpring Family”.

Baca Juga:

Terminal Ledeng Bandung: Terminal Multifungsi di Pinggiran Kota Bandung yang Bukan Sekadar Tempat Ngetem Angkot

Mawar Preman Pensiun, Tukang Parkir Terbaik dan Teramah di Indonesia, Wajib Jadi Contoh!

Kok bisa menguntungkan? Padahal, trek rekor Silvia adalah seorang lintah darat. Jawaban tersaji di Preman Pensiun Kesempatan Kedua. Diperlihatkan bahwa bisnis Kang Mus meningkat.

Oke, sekarang, berapa harga satu pack Kicimpring Family, yang agak modern—karena banyak varian rasa—ini?

Kita bisa melihat tokoh Joni di “Tukang Ojek Pengkolan” yang menjual Kicimpring Kang Mus (merek terdahulu) dengan harga Rp20 ribu. Secara logika, dengan kemasan lebih baik dan rasa yang variatif, Kang Mus bisa menyiapkan range harga kicimpring olahannya dari Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Namun, dari data yang didapat di sinetron, Kang Mus hanya menyediakan satu pack yang berukuran sama.

Kita ambil perkiraan satu pack Kicimpring Family harganya Rp21 ribu. Para penjual di pasar, online, maupun supermarket, memberi harga Rp25 ribu. Jika melihat suksesnya strategi bisnis ini, Kang Mus bisa menjual 1.000 pack lebih sebulan (daya jangkau produk, bertambahnya anggota pekerja, dan banyaknya reseller diperhitungkan). Jadi, Kang Mus memperoleh omset sebesar Rp21 juta sebulan (Rp21 ribu dikali 1.000).

Angka ini belum dibagi untuk Serena dan Silvia. Belum untuk bayar tempat, gaji pegawai, dan jangan lupa sepatu Adinda yang gambarnya daun singkong tiga seharga Rp1,5 juta buat Emak. Melihat hasil perkiraan dengan jumlah angka yang lumayan, barang apa lagi ya yang diinginkan oleh Emak? Raketnya Susi Susanti?

BACA JUGA Ini yang Terjadi kalau para YouTuber Jadi Komdis Panitia Ospek dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2022 oleh

Tags: preman pensiunSinetron
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Harta, Takhta, dan Sinetron 'Ikatan Cinta' yang Menyatukan Kita terminal mojok.co

Harta, Takhta, dan Sinetron ‘Ikatan Cinta’ yang Menyatukan Kita

9 Februari 2021
Episode Ikatan Cinta Tadi Malam Adalah Episode yang 'Menyala' terminal mojok

Episode ‘Ikatan Cinta’ Tadi Malam Adalah Episode yang Bikin Penonton Nggak Nyantai

6 Juli 2021
nussa dan rara, Alasan Serial Animasi Nussa Nggak Cocok untuk Tayangan Anak-anak di Televisi Wajah Baru Pemberi Warna Baru di Sinetron Preman Pensiun 4 Preman Pensiun 4: Sinetron Penuh Edukasi untuk Insan Pertelevisian Indonesia Rekomendasi Sinetron untuk Hibur Anies Baswedan Atas Ditundanya Formula E

Pemberi Warna Baru di Sinetron Preman Pensiun 4

26 Mei 2020
anti drakor

Emak-Emak Pencinta Drakor VS Emak-Emak Anti Drakor

28 Agustus 2019
cinta ftv

Perihal Cinta Kita Nggak Ke Mana-mana, Masih di FTV Aja

22 Juni 2019
Ogah Nonton Sinetron Indonesia Tidak Membuatmu Jadi Keren Terminal Mojok

Ogah Nonton Sinetron Indonesia Tidak Membuatmu Jadi Keren

10 Desember 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sensus Ekonomi 2026 Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap Intel (Unsplash)

Sensus Ekonomi 2026 Cuma Hasilkan Sampah, Petugas BPS Dianggap “Intel Pajak” oleh Warga

5 Juli 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

8 Juli 2026
Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali Mojok.co

Karangmalang UNY tidak ramah pejalan kaki, jalan kaki di sana serasa uji nyali

7 Juli 2026
Dear Lembaga Les Privat, Tolong Kasih Upah yang Layak ke Pengajar Mojok.co

Dear Lembaga Bimbingan Belajar, Tolong Pekerjakan Guru Les Privat dengan Layak

2 Juli 2026
5 Dosa Penjual Ketoprak Jakarta yang Membuat Pembeli Tidak Nafsu Makan Mojok.co cirebon

Jangan Asal Klaim, Ketoprak Itu Warisan Kuliner Betawi Jakarta, Bukan Cirebon

6 Juli 2026
Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja Mojok.co

Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja

3 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.