Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kemenangan Film Parasite Sama Saja Tamparan untuk Pengangguran

M. Farid Hermawan oleh M. Farid Hermawan
8 September 2020
A A
Kemenangan Film Parasite Sama Saja Tamparan untuk Pengangguran terminal mojok.co

Kemenangan Film Parasite Sama Saja Tamparan untuk Pengangguran terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Melihat berjayanya film Parasite dengan menyabet 4 piala Oscar tentu menjadi angin segar terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia perfilman Asia. Ini menunjukkan bahwa orang-orang Asia karyanya tidak kalah dengan orang-orang Amerika dan Eropa. 

Walau bukan yang pertama kali menyabet Oscar dari Asia, Parasite berhasil membuka kotak yang tertutup rapat bernama “kategori film terbaik”. Kategori ini biasanya cuma dimenangkan oleh karya-karya Eropa dan Amerika.

Tapi mari lupakan hingar bingar soal keberhasilan membanggakan ini. Saya ingin mengajak Anda semua untuk merenung, bahwa di tengah hiruk-pikuk pujian, ada sebuah tamparan keras nan menyakitkan. Terutama bagi Anda yang sedang berproses menuju sebuah gelar yang disebut “pengangguran”.

Ya, film Parasite jika dilihat dari sudut pandang seorang pengangguran adalah karya yang bajingan.

Sebuah gambaran yang menunjukkan betapa jadi pengangguran itu sulit dan rumit. Ini seperti apa yang disampaikan kawan saya, sebut saja Dodo. Dodo adalah teman saya yang telah lulus S-1 setahun lebih dahulu dari saya. Setelah nonton film Parasite ia ngedumel,

“Apa karena aku nganggur ya, kok film Parasite ini aku nangkepnya tentang pengangguran?”

Seminggu setelah tayang dan akhirnya banyak review bermunculan, Dodo menanggapi,

“Orang-orang heboh menerjemahkan mulai dari kemiskinan, sotar-satir, kritik sosial, sampai apalah itu. Padahal simpel menilainya, itu film buat pengangguran.” Saya penasaran kenapa Dodo ngotot soal unsur pengangguran.

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

7 Rekomendasi Film Dewasa Korea Terbaik Rating 18+ yang Sayang Dilewatkan

Dodo menjelaskan bahwa gambaran kehidupan yang ditampilkan melalui keluarga Kim Gi-taek sudah dengan jelas menunjukkan bahwa film Parasite = film tentang pengangguran. 

Semua kejahatan, kekonyolan dan berbagai ironi yang ada di plot, berawal dari satu hal, tidak adanya pekerjaan alias nganggur. 

“Pengangguran ya kayak di film Parasite itu. Punya ijazah S-1 kayak aku aja susahnya minta ampun nyari kerjaan. Apalagi nih ya, kalau lawannya orang dalam. Pengangguran kaya aku ini bakal jadi sampah.”

Tidak sulit sebenarnya menilik sudut pandang pengangguran yang menjadi konstruksi utama dalam film Parasite. Seperti yang disampaikan sang sutradara, Bong Joon Ho. Ia mengutip kalimat sutradara Martin Scorsese dalam pidato kemenangannya sebagai sutradara terbaik di Oscar, “Yang paling pribadi adalah yang paling kreatif.”

Parasite dibuat begitu dekat dengan kita semua. Terkhusus seperti yang apa Dodo bilang tentang film ini, pengangguran. Masalah pengangguran sama halnya dengan masalah kemiskinan. Tidak ada negara yang bisa terbebas dari dua masalah tersebut. Film Parasite hadir dengan pendekatan yang begitu lekat dengan semua orang, mulai dari ketimpangan sosial, pembunuhan, pengangguran, dan kemiskinan. 

Tentunya tidak hanya masyarakat Korea Selatan saja yang bisa mencerna tema besar tersebut. Permasalahan di dalamnya bersifat universal dan hadir di mana pun tanpa memandang suku, ras, atau agama.

Berhasilnya film Parasite menggondol 4 piala Oscar akhirnya menjadi bahan diskusi saya dengan Dodo hari ini. Saya kemudian memberitahukan hal tersebut dan begini jawaban Dodo.

“Ya bagus, makin banyak menang penghargaan, makin keras tamparannya untuk semua orang. Nyari kerja susah, orang dalam di mana-mana. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, penipu makin banyak. Parasite menang Oscar, pengangguran keras tertampar!”

Sumber gambar: YouTube Madman Films

BACA JUGA Forrest Gump adalah Gambaran Sempurna Kesetiaan dan Optimisme yang Menjengkelkan dan artikel M. Farid Hermawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2020 oleh

Tags: Film KoreaReview Film
M. Farid Hermawan

M. Farid Hermawan

Saat ini aktif menangani proses rekrutmen harian serta seleksi kandidat.

ArtikelTerkait

Review Death on The Nile: kok Kayak Sinetron? (Akun Instagram @deathonthenile)

Review Death on The Nile: kok Kayak Sinetron?

8 April 2022
Opini Julia Suryakusuma terhadap Film ‘Tilik’ Berbau Kolonialisme Gaya Baru feminisme terminal mojok.co

Opini Julia Suryakusuma terhadap Film ‘Tilik’ Berbau Kolonialisme Gaya Baru

20 September 2020
film dubbing film hollywood film korea subtitle tidak suka film dubbing dubber profesional terminal mojok.co

3 Alasan untuk Tidak Menyukai Film Dubbing

28 Agustus 2020
Belajar Memaknai Hidup, Uang, dan Public Relations dari Operator Depot Galon Isi Ulang terminal mojok.co

Shoplifter Sebagai Manifestasi Para Pengutil di Hari Lebaran

6 Juni 2019
Opini Julia Suryakusuma terhadap Film ‘Tilik’ Berbau Kolonialisme Gaya Baru feminisme terminal mojok.co

Tidak Ada yang Salah dari Kritik Film Tilik Melalui Kacamata Feminisme

24 Agustus 2020
3 Rekomendasi Film Korea Bergenre Biografi yang Bisa Jadi Inspirasimu terminal mojok

3 Rekomendasi Film Korea Bergenre Biografi yang Bisa Jadi Inspirasimu

25 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

11 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.