Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Memaafkan Ustaz yang Tidak Punya Kapasitas Keilmuan

Didim Dimyati oleh Didim Dimyati
8 Juli 2020
A A
memaafkan ustaz MOJOK.CO

memaafkan ustaz MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

“Kok masih ada aja ya, yang percaya ustaz itu, padahalkan dia udah terbukti banyak salah dalam penyampaiannya,” ungkap seorang teman.

Teman saya merasa heran, mengapa ustaz viral itu masih dipercaya oleh jemaahnya. Padahal menurut pandangan dia, ustaz itu bukan lulusan pesantren, bukan tahfidz Quran, juga bukan ahli ilmu. Tapi masih saja banyak pengikut dan penuh setiap pengajiannya.

Belum lagi, beberapa bulan ke belakang misalnya, ustaz itu menafsirkan ayat Quran secara serampangan, yang pada akhirnya minta maaf atas kesalahannya. Seminggu lalu, dalam tausiahnya, dia memberikan pernyataan bahwa hukum mengerjakan A bid’ah, dan otomatis dengan pernyataan tersebut, membuat ustaz yang lain yang berbeda dengannya tersinggung. Ungkap teman saya ketika ngobrol sambil ngopi.

Kemudian saya cari di Facebook, ternyata benar saja pemimpin agama itu lagi viral, banyak yang mengecamnya akibat dari dakwahnya juga baca Qurannya.

“Jangan dulu dakwah, ngaji dulu yang bener.” Komentar netizen X

“Ternyata ngajinya jelek banget, tak tahu hukum tajwid, Astagfirullah,” kata netizen solehah.

“Jangan sok ngajarin, benerin dulu tuh baca Qurannya,” ungkap Y.

Begitulah kira-kira kecaman netizen, hampir tidak ada yang membela. Bahkan di situs yang lain, ada rekaman berisi tantangan untuk berdebat dengannya dan ada juga yang ingin melaporkan kejadian tersebut karena penistaan Agama. Duh, serem banget, ya.

Baca Juga:

Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat

Analisis Ustaz atau Pendeta Kalah di Pengabdi Setan dan Film Horor Lainnya

Kemudian teman saya mulai mempertanyakan tentang banyaknya orang yang masih percaya hanya dengan balutan ucapan dan pakaian. Bagaimana ini? Ustaz ini sudah salah dalam menyampaikannya? Bagaimana dengan jalan menuju surga apabila salah menunjukan? Mungkinkah jamaahnya akan masuk neraka? Kata teman saya sambil sedikit marah-marah.

Dulu, di kampung saya, ada yang sama seperti ustaz tadi. Sudah sepuh. Bacaan Qurannya pun kurang jelas, terbata-bata, pokoknya kalau menurut ilmu yang saya pelajari di pondok, salah menurut hukum.

Banyak kesalahan dalam bacaannya, tapi dia selalu menjadi Imam. Mungkin tidak ada yang berani menggantikannya. Sempat ada yang ingin mengganti, tapi tidak bertahan lama. Sebab, ustaz tadi marah dan jemaah pun cendrung percaya kepada dia. Maka tidak ada yang berani lagi untuk menggantikannya menjadi imam.

Karena penasaran, saya bertanya kepada kiai saya di pesantren.

“Yai, di kampung saya ada ustaz yang bacaan fatihahnya banyak salah, juga dia bukan lulusan pesantren, dia menjadi imam salat berjemaah, terus suka ngisi mingguan masyarakat, bagaimana yai?”

“Yah tidak apa-apa, bagus.”

“Tapi maaf yai, bacaan tajwid dan mahroj hurufnya. bukankah tidak sah salat apabila bacaannya salah?”

“Iya memang betul, tapi kalau kamu kaji lebih dalam lagi, ternyata ibadah kita semua itu tertolak oleh Allah, rusak ibadah kita itu, bahkan tidak sampai pada Allah.”

“Mengapa bisa seperti itu, Yai?”

“Kalau kamu tahu, ibadah kita banyak tercampur dengan sifat dengki, sombong, ujub, takabur. Dan penyakit hati yang lainnya. Belum lagi ketika ibadah kita selalu digoda oleh syaitan. Allah juga memberikan surga nanti itu bukan atas ibadahmu saja, kan, tapi atas kasih sayang-Nya.”

“Memang, ketika kamu belajar di pesantren, kamu diajarkan sesuai ilmu, secara teks kitab, apalagi kalau menyangkut fiqih. Jadi kamu jangan heran nanti di masyarakat ada banyak perbedaan, apalagi kamu di pesantren ngajinya jalur Imam Syafi’i.”

“Soal bacaan ustaz tadi, kamu jangan terlalu memikirkan hal itu. Mungkin saja ustaz tadi udah berusaha belajar Quran, tapi memang tidak mudah, ada proses yang panjang untuk bener-bener baca yang baik dan benar. Yang udah bener pun, akan menjadi salah apabila hatinya tetep dengki, karena terlalu menilai orang lain akan kesalahannya.”

“Tapi maaf Yai, bagaimana misalnya ustaz tadi pengikutnya banyak, terus mengajarkan yang salah?”

Sambil menghela nafas beliau menjawab:

“Oh itu, sebaiknya kamu jangan menjadi penentu sebuah hukum, kamu jangan jadi Allah. Kita harus sedikit berhusnudzon pada setiap orang, apalagi sama Allah. Setiap hikmah yang masuk pada setiap diri manusia itu bukan manusia yang atur, taufik dan hidayah itu datang hanya dari Allah. Apalagi ini urusan di bidang Agama. Kamu tidak akan bisa memberikan petunjuk apa pun tanpa seizin Allah dan bagitupun sebaliknya.”

Satu lagi katanya.

“Kamu jangan menganggap diri kamu itu paling bener, justru Allah itu seneng banget kalau ada hambanya yang selalu merasa dirinya banyak salah dan kurang. Itu menunjukan andap asor, bahwa Yang Maha Benar tetap Allah.”

Soal husnudzon, kiai saya menjelaskan: “Mungkin saja karena ceramahnya, jadi banyak orang yang berbuat baik, asalnya jahat jadi bener, asalnya tidak salat menjadi suka salat dan melakukan amalan yang lainnya.”

Selama ini kita selalu menilai orang dari setiap kesalahannya. Bahkan kita berusaha memansi umat yang lain untuk tidak mengikuti dia. Iyakan? Padahlah belum tentu juga kalau kamu yang dakwah terus eamaah banyak jadi suka terus ikuti kamu.

Selain itu, kita suka sumpah serapah terhadapnya, bahkan membencinya. Kita buat status di media sosial mengutuk ustaz tersebut. Kita menganggap amalannya tidak akan sampai pada Allah, nantinya masuk neraka.

Saya jadi malu. Harusnya kita malu. Selalu merasa diri ini paling benar. Merasa bacaan Quran paling beaer dan penguasaan ilmu paling benar pula.

Yang tidak boleh kita tolelir adalah jika ustasz tadi berbuat maksiat, berbuat asusila, dan norma lainnya. Jika pun berbuat demikian tadi, maka maafkan dan ingatkan dengan hikmah atau kebaikan jangan atas nafsumu.

BACA JUGA Terlalu Banyak Ustaz, Bukannya Maslahat, Malah Membuat Ribet Umat dan tulisan-tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2020 oleh

Tags: Ustazustaz mualafustaz viral
Didim Dimyati

Didim Dimyati

Guru Madrasah Aliyah Alwasilah Lilhasanah. Pemerhati kehidupan sosial dan keagamaan. Lagi belajar nyucruk jalan sufi modern yang hedon.

ArtikelTerkait

Analisis Ustaz atau Pendeta Kalah di Pengabdi Setan dan Film Horor Lainnya

Analisis Ustaz atau Pendeta Kalah di Pengabdi Setan dan Film Horor Lainnya

9 Agustus 2022
terlalu banyak ustaz MOJOK.CO

Terlalu Banyak Ustaz, Bukannya Maslahat, Malah Membuat Ribet Umat

7 Juli 2020
Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat Mojok.co

Mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Terjebak Stereotip, Kuliah Jadi Makin Berat

4 November 2023
uztaz MOJOK

6 Tipe Ustaz yang Harus Kamu Hindari Ceramahnya

4 Juli 2020
diskotik

Dakwah di Diskotik: Apakah Indonesia Kekurangan Masjid?

27 Juli 2019
memaafkan ustaz MOJOK.CO

Ustaz yang Tidak Memiliki Kapasitas Keilmuan Harusnya Belajar, Bukan Asal Dakwah

9 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

11 Juni 2026
Blora Bukan Tempat Tinggal yang Tepat untuk 4 Orang Ini

Mampukah Blora Bangkit dari Julukan Pelosok dan Daerah Tersepi?

10 Juni 2026
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Bisnis Pertashop Jelas Karam: Hidup Segan, Mati Tinggal Menunggu Hari

14 Juni 2026
Pengendara Motor yang Menyalakan Lampu Hazard dan Kebut-kebutan di Jalan Raya Itu Punya Masalah Apa sih? Mojok.co

Menggugat para Pengendara yang Hobi Menyalakan Lampu Hazard Pas Hujan Deras: Anda Mau Aman atau Mau Bikin Pengendara Lain Masuk Jurang?

13 Juni 2026
Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

13 Juni 2026
Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Mungil Andalan Warlok Pelaju Solo-Jogja Mojok.co

Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Kecil yang Besar Jasanya bagi Warlok Pelaju Solo-Jogja

13 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.