Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Si Doel Anak Sekolahan Episode 6, Musim 2: Ape Kate Babe Aje!

Dini N. Rizeki oleh Dini N. Rizeki
9 Juni 2020
A A
si doel anak sekolahan episode 6 musim 2 doel nganggur lagi jadi sopir kerja di pabrik konblok nasrul mojok.co

si doel anak sekolahan episode 6 musim 2 doel nganggur lagi jadi sopir kerja di pabrik konblok nasrul mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Si Doel Anak Sekolahan episode 6 ini dibuka dengan Mandra yang mendapat penumpang yang tidak biasa. Orang ini tinggi sekali, duduk di opelet pun jadi kesusahan, terpaksa beberapa penumpang lainnya mengalah dan turun dari opelet. Hasilnya Mandra diomeli oleh Babe Sabeni karena duit setoran yang kurang. Saat ditanya alasannya, Mandra bilang kalau dia bertemu dengan raksasa. Hahaha. Memang sih orang inj membayar lebih tapi kan tetap saja kurang banyak setorannya.

Bagi yang ingat, di Indonesia memang pernah ada manusia yang memegang rekor tinggi badan tertinggi waktu itu. Namanya Nasrul. Nah orang ini lah yang disebut raksasa oleh Mandra.

Malam harinya, seorang teman kerja Doel datang ke rumah untuk menukarkan mobil. Babe bertanya kerja di bagian apa, dan dijawab: “Sama kayak si Doel, supir, Pak.”

Babe yang baru tahu terkejut dengan informasi ini. Ia jadi marah besar pada Doel yang dianggapnya berbohong. Babe tidak mau menerima apa pun alasan yang dibeberkan oleh Doel. Babe tidak ingin anaknya yang sudah sekolah tinggi-tinggi dengan menghabiskan banyak biaya lalu bekerja hanya jadi sopir.

“Eh, Doel. Daripada lu kerja jadi supir orang, mending lu narik opelet kita sendiri!’ kata Babe Sabeni.

Sampai di sini saya jadi berpikir, apa mungkin sikap tidak tegas Doel (di musim-musim berikutnya) bahkan sampai dia berumah tangga pun, itu dipengaruhi oleh sikap Babe kepadanya selama ini? Babe yang dominan dan maunya selalu dituruti mungkinkah jadi penyebab Doel menjadi orang yang tidak pernah bisa memilih keputusan sendiri dan hanya mengikuti apa kata orang?

Keesokan harinya, Doel mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai sopir. Dia menemui Edi, sahabatnya yang mengajak kerja di situ. Edi sedikit menyalahkan Doel kenapa waktu itu dia mau menerima lowongan sopir padahal Edi juga sempat menawarkan lowongan sebagai administrasi ekspor-impor. Doel hanya tersenyum legawa. Yang sudah biarlah sudah, katanya. Dia tetap mengundurkan diri. Dengan dalih tak mau membuat babenya kecewa.

Mak Nyak dengan sifat keibuannya tidak tega melihat Doel melamun di teras malam harinya setelah jadi pengangguran lagi.

Baca Juga:

Semakin Dewasa, Saya Semakin Relate dengan Mandra “Si Doel Anak Sekolahan”

Mandra, Sebenar-benarnya Sadboy dalam Si Doel Anak Sekolahan

“Doel, Nyak bangga ama elu. Mau lu kerja apa aja, Nyak tetap bangga.”
“Maafin Doel yang belum bisa bahagiain Babe ama Nyak,” kata Doel.
“Kok lu ngomong begitu, Doel? Lu bisa sekolah tinggi aja Nyak udah seneng. Biarin deh, Doel. Sementara ini lu narik opelet lagi aja sembari lu bantu tuh Ncang Rohim,” kata Mak Nyak lagi.

Encang Rohim alias ayahnya Zaenab memang sempat datang tadi siang ke rumah Doel. Dia ngotot mengajak Doel bekerja di pabrik barunya yang dibangun bekerja sana dengan seorang pengusaha Taiwan.

Doel juga menyerahkan gajinya selama dua minggu bekerja pada Mak Nyak. Dia bilang biar uang itu Mak Nyak saja yang bawa, dan tolong dibagi pada Atun untuk daftar kursus rias pengantin.

Atun dan Mandra yang sempat mendengar kemarahan Babe pada Doel akhirnya rasan-rasan di dalam opelet.

“Bang, kesian ya Bang Doel,” kata Atun
“Yaaah, Babe lu aja yang keliwatan. Orang jadi supir aja diomelin. Emang ngapa jadi supir? Gue jadi supir aja bangga! Tiap hari megang duit,” balas Mandra.
“Yeee, lain. Bang Doel kan insinyur!”
“Aaah, kalo gue jadi insinyur juga gak bakalan malu gue jadi supir! Orang kalo kelamaan nganggur, buntut-buntutnya bisa jadi nyolong. Tau gak?!”
“Abang kalo ngomong sembarangan aje!”
“Yeee, emang begitu sih!”

Saat mereka ngobrol ini, Mandra melihat Nasrul si raksasa sedang berdiri menunggu opelet di pinggir jalan.

“Naaaah, ketemu lagi rejeki goceng!” katanya.

Atun yang baru kali itu melihat Nasrul tentu saja kaget.

“Tuh, Tun! Lihat kan? Walau cuma supir, rejeki mah ada aja. Daripada gue nganggur!” kata Mandra lagi.

Di rumah, Doel mencoba mengecek kondisi trombon tanjidor Engkong Ca’ak. Karena merasa tidak bisa memperbaikinya, akhirnya Doel hanya membersihkan terompet itu dan membawanya ke tukang servis pada besok harinya. Ternyata rusaknya kecil saja, kata tukang servis itu. Hanya ada baut yang nyingsal. Doel disuruh menunggu sambil terompet itu diperbaiki.

Setelah selesai diperbaiki, Doel membawa terompet itu kembali ke rumah Engkong Ca’ak. Dengan rela, Engkong Ca’ak memberikan terompet itu pada Doel.

“Doel, lu bisa maen tanjidor?”
“Nggak, ‘Kong.”
“Yaaah, elu mah sama aja ama anak-anak muda yang laen, Doel! Ntar siapa yang bisa nerusin perabot tanjidor ini?”
“Emang maen ini nggak sulit, ‘Kong?”
“Yaa seberape susehnye sih, asal ada kemauan. Napas kita ade, pasti kita bisa. Lu mau belajar, Doel? Nih, di rumah lu tiup-tiup. Asal udah nyaring, nanti gue ajarin lagu-lagu lama.”
“Niupnya gimane, Kong?”
“Niupnya? Yaaah, niup aja gak bisa! Susah amat dah anak sekarang!”

Doel merasa mungkin saat ini dia harus menuruti dulu apa kata Babe Sabeni, apalagi Babe sedang dalam keadaan sakit. Ya, Babe memang sedang batuk. Besoknya Doel akhirnya rela narik opelet lagi bersama Mandra. Walau tentu dengan drama opelet yang mogok tiada akhir.

Yang nungguin adegan tanjidor kejepit Atun, eh, Atun kejepit tanjidor, sabar ya! Besok mameeen, besoook!

BACA semua sinopsis sinetron Si Doel Anak Sekolahan musim 1 di sini. Klik ini untuk mengikuti sinopsis Si Doel Anak Sekolahan musim 2. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2022 oleh

Tags: review sinetronSi Doel Anak SekolahanSi Doel Anak Sekolahan Musim 2
Dini N. Rizeki

Dini N. Rizeki

Penulis, editor, copywriter, sekaligus seorang ibu. Sering menulis tentang bisnis, keuangan, wirausaha, hingga kuliner. Saat ini sedang asyik menulis ulasan film.

ArtikelTerkait

si doel anak sekolahan episode 33 musim 3 munaroh dan nunung mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 33, Musim 3: Konspirasi Munaroh dan Zaenab

13 Agustus 2020
si doel anak sekolahan episode 49 musim 3 episode terakhir mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 49, Musim 3: Ini nih, Episode Terakhir!

8 September 2020
si doel anak sekolahan episode 32 musim 3 mandra nangis ditikung engkong ali nunung mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 32, Musim 3: Mandra Ditikung Lagi

10 Agustus 2020
si doel anak sekolahan episode 28 musim 3 mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 28, Musim 3: Sarah Tidak Mau Ikut Campur Urusan Doel Lagi

5 Agustus 2020
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Preman Pensiun Episode 13, Musim 1: Muslihat vs Jamal

10 Juni 2020
si doel anak sekolahan episode 6 musim 3 sinopsis jalan cerita mojok.co

Si Doel Anak Sekolahan Episode 6, Musim 3: Sarah Diam-diam Membantu Doel Mencari Kerja

9 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam PPG Calon Guru

Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku

6 Mei 2026
Menyesal Beli Motor Impian Honda Astrea Prima karena Akhirnya Cuma Nambah Beban Hidup Mojok.co astrea bulus

Astrea Bulus 1991 yang Saya Beli Lima Juta, Dibilang Teman “Ora Jaman”, Ternyata Malah Jadi Motor Paling Masuk Akal Buat Saya

5 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
PSS Sleman Naik Kasta, Bayaran Terbaik Atas Loyalitas Tanpa Batas: Super League, Kami Datang!

PSS Sleman Naik Kasta, Bayaran Terbaik Atas Loyalitas Tanpa Batas: Super League, Kami Datang!

4 Mei 2026
Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

6 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM
  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.