Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
3 Juli 2026
A A
Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja Mojok.co

Perkuliahan Universitas Terbuka yang Fleksibel Tak Hanya Disukai Mahasiswa Pekerja, tapi Juga Perusahaan Pemberi Kerja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dahulu, saya pikir cuma guru-guru yang belum punya ijazah sarjana yang kuliah di Universitas Terbuka (UT). Maklum, pernah ada masa seseorang bisa bekerja sebagai guru hanya dengan ijazah D3. Lalu, muncul UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang secara tegas menetapkan bahwa kualifikasi minimal untuk seorang pendidik adalah lulusan Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D4).

Akan tetapi, setelah saya mendaftar ke UT pada 2013, saya sadar bahwa ternyata yang kuliah di UT itu datang dari berbagai latar belakang. Ada mahasiswa fresh graduate lulusan SMA, pekerja kantoran, wirausaha, hingga karyawan pabrik.

Nah, kelompok pekerja ini nih yang menarik perhatian saya. Maksud saya begini, sebagai pekerja, mereka itu kan pasti sudah riweuh dengan urusan di kantor atau di pabrik. Lha, kok, masih sempat-sempatnya mengejar pendidikan? Hebat sekali mereka. Perusahaan atau industri tempat mereka bekerja pasti bangga.

POV industri tentang Universitas Terbuka

Di mata dunia industri, punya karyawan yang mau mengembangkan diri itu suatu hal yang bagus. Soalnya, perusahaan juga yang akan mendapatkan manfaatnya. Cuma ya, dalam hal ini manajemen perusahaan seringkali dibuat dilema. Di satu sisi mereka ingin karyawannya upgrade diri, tapi di sisi lain, mereka tidak mau kehilangan produktivitas.

Untungnya, ada UT.

Sistem perkuliahan di UT yang fleksibel, bisa full online, memang memiliki karakteristik yang sangat cocok dengan kebutuhan ekosistem kerja hari ini. Sehingga, UT dianggap sebagai jalan ninja perusahaan untuk mengejar efisiensi.

Bayangkan kalau pekerja mengambil izin kuliah di kampus konvensional. Otomatis, jam kerja mereka akan sering terpotong karena jadwal kelas yang tabrakan. Saya jadi ingat pernah ada rekan kerja saya yang melanjutkan studi bukan di UT.

Alhasil, tiap sabtu dia terpaksa izin tidak berangkat karena harus kuliah. Ya jelas merepotkan pemberi kerja jadinya. Belum di hari biasa juga dia kadang-kadang izin pulang cepat untuk urusan kuliah, hmmm.

Baca Juga:

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

UT Adalah Teman bagi Orang-orang yang Mengejar Mimpi dalam Sunyi

Dari Agung Sedayu hingga BPJS Kesehatan

Itu mengapa, sekarang saya sudah nggak heran kalau banyak perusahaan langsung mengarahkan karyawannya yang ingin kuliah, supaya ke UT saja.

Kalian tahu perusahaan raksasa Agung Sedayu Group? Ah, harusnya sih tahu, ya. Minimal, pasti pernah dengar namanya.

Nah, Agung Sedayu Group ini, termasuk perusahaan yang percaya dengan kapabilitas dan kualitas UT. Buktinya, melalui anak perusahaannya di kawasan PIK2, Agung Sedayu Grup dengan suka hati merogoh kocek hingga Rp2,98 miliar untuk memberikan beasiswa penuh bagi ratusan karyawan internal dan masyarakat sekitar agar bisa menempuh studi di UT.

Setali tiga uang, ada pula PT Samudera Indonesia Tangguh. Dengan mobilitas pegawai lapangannya yang luar biasa tinggi di bidang logistik dan pelayaran, manajemen melihat sistem belajar jarak jauh UT sebagai jawaban paling logis untuk menaikkan kualifikasi SDM mereka. Itu sebabnya, mereka mengarahkan karyawannya untuk kuliah di UT saja.

Dan, kalau kalian rajin buka-buka arsip lama, kalian juga pasti akan menemukan berita bahwa sepanjang tahun 2024, BPJS Kesehatan telah menguliahkan 436 pegawainya di UT, 

See? Sebesar itulah kepercayaan perusahaan kepada UT.

Pengalaman pribadi di sekitar penulis

Nggak usah jauh-jauh Agung Sedayu atau BPJS Kesehatan, deh. Pengawas sekolah saya, tadinya hanya guru mapel biasa. Kemudian, dia mengambil S1 di UT sehingga bisa melebarkan karirnya menjadi pengawas SMK.

Ada pula teman akrab saya yang tadinya hanya bantu-bantu di administrasi sekolah, kini berujung jadi guru. Gara-garanya, saat itu sekolah sedang butuh tenaga guru baru. Alih-alih membuka lowongan, sekolah memilih untuk memberi kesempatan pada kawan saya untuk kuliah dulu di UT.

Ya jelas seneng banget lah dia. Apalagi, berkat statusnya yang sudah naik kelas jadi guru itu, dia jadi terpanggil untuk ikut Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ending-nya, dia bisa dapat tambahan penghasilan sebesar 2 juta tiap bulannya. Mantab!

Pada akhirnya, cerita-cerita di atas adalah bukti sahih mengapa bagi perusahaan dan industri, sistem perkuliahan seperti di Universitas Terbuka-lah yang dicari. Sistem yang efisien, yang tidak menghambat roda operasional perusahaan, tapi kualitas SDM-nya di dalamnya bisa pelan-pelan terangkat.

Bahasa kerennya, Win win solution.

Kalau perusahaan saja melihat UT sebagai jalan masuk akal untuk membuat SDM-nya naik kelas tanpa mengorbankan produktivitas, rasanya kamu juga boleh mulai mempertimbangkannya untuk masa depanmu sendiri. Universitas Terbuka sedang membuka pendaftaran mahasiswa baru-cek informasi dan mulai langkahmu melalui https://admisi-sia.ut.ac.id/.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2026 oleh

Tags: Bosmahasiswa pekerjapekerjapemberi kerjauniversitas terbukaut
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

6 Kebohongan tentang Universitas Terbuka (UT) yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

Seni Kuliah di Universitas Terbuka: Bukan tentang Siapa yang Lulus Paling Cepat, Melainkan Siapa yang Mampu Bertahan hingga Akhir

11 Mei 2023
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
Cerita Kuliah di Universitas Siber Muhammadiyah, Universitas Terbuka Versi Muhammadiyah Mojok.co

Cerita Kuliah di Universitas Siber Muhammadiyah, Universitas Terbuka Versi Muhammadiyah

19 September 2025
Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah Mojok.co

Resign karena Nggak Kuat Menghadapi Stasiun Manggarai Adalah Alasan yang Masuk Akal, Bukan Lemah 

10 Februari 2026
7 Benda Kecil yang Diperlukan para Pekerja di Musim Hujan Terminal Mojok

7 Benda Kecil yang Diperlukan para Pekerja di Musim Hujan

11 Oktober 2022
Pengalaman Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

Pengalaman Jadi Karyawan Restoran Vegan dan Vegetarian yang Tidak Dirasakan Karyawan Restoran Biasa

14 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Lulusan Ilmu Perpustakaan, tapi Saya Nggak Mau Jadi Pustakawan Sekolah, Isinya Cuma Makan Hati! perpusnas

3 Kelakuan Lulusan Ilmu Perpustakaan yang Membuat Saya Malu

2 Juli 2026
Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

30 Juni 2026
Alasan Saya Malas Jajan di Area Food Street AEON Mall Tanjung Barat Mojok.co

Alasan Saya Malas Jajan di Area Food Street AEON Mall Tanjung Barat

2 Juli 2026
Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya Mojok.co

Stereotipe FEB Unila Lampung yang Sebaiknya Jangan Dipercaya, Cuma Bikin Beban Mahasiswanya

30 Juni 2026
Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Duit, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka Mojok.co

Dear Warga, Petugas Sensus Cuma Kerja Cari Nafkah, Jangan Jahat-Jahat sama Mereka

2 Juli 2026
Sophie Martin, Merek Fesyen Lokal yang Sudah Menemani Hari-Hari Saya Nyaris Dua Dekade Mojok.co

Sophie Martin, Merek Fesyen Lokal yang Sudah Menemani Hari-Hari Saya Nyaris Dua Dekade

1 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.