Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula “Sumatera Blackout” yang Bikin Satu Pulau Geger

Pratma Yandrefo oleh Pratma Yandrefo
23 Mei 2026
A A
Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula Sumber "Sumatera Blackout" yang Bikin Satu Pulau Geger

Mengenal Kabupaten Bungo, Tempat Awal Mula Sumber "Sumatera Blackout" yang Bikin Satu Pulau Geger (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kejadian kemarin malam membuktikan bahwa dalam rantai kehidupan di Sumatera, Kabupaten Bungo perannya begitu vital

Kemarin malam, tiba-tiba listrik di Pulau Sumatera mendadak padam. Banyak masyarakat yang heran dan bertanya-tanya. Dari ujung Lampung sampai Aceh, semua gelap gulita. Grup WhatsApp keluarga yang biasanya sepi langsung ramai dengan info forward-an penyebab mati lampu, sementara lini masa medsos penuh dengan sumpah serapah kepada PLN.

Di tengah kepanikan massal itu, sebuah nama daerah mendadak mencuat ke permukaan dan menjadi kambing hitam, yakni Kabupaten Bungo.

Konon, menurut rilis resmi yang beredar, biang kerok dari drama “Sumatera Blackout” ini bermula dari gangguan pada sistem transmisi atau gardu induk 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai yang berlokasi di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi Provinsi, yang disebabkan oleh cuaca buruk,” ungkap Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara Darma Saputra, dilansir dari Detiknews.

Seketika, daerah yang mungkin jarang dilirik dalam peta konstelasi politik nasional ini sukses bikin satu pulau gelap gulita dan megap-megap kehabisan daya HP.

Sebagai penulis yang menghormati asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang kegelapan, saya merasa ini saat yang tepat untuk mengajak Anda sekalian kenalan dengan Bungo.

Bungo itu di mana, sih?

Saya bisa membayangkan, bagi orang-orang di luar Pulau Sumatera atau bahkan warga Sumatera sendiri pasti langsung membuka Google Maps begitu membaca berita semalam. Sambil bertanya “Bungo itu sebelah mananya, ya?”

Mari saya perjelas lagi biar tidak ada miskonsepsi yang mendarat di kepala kalian. Kabupaten Bungo, atau yang sering disebut Muara Bungo, adalah sebuah kabupaten yang ada di Provinsi Jambi dengan ibu kota bernama Muara Bungo. Letaknya pun terbilang cukup strategis karena berada tepat di jalur perlintasan Jalan Lintas Sumatera.

Baca Juga:

Cerita Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja

Derita Merantau ke Luar Pulau Jawa: Gaji Lumayan, tapi Tetap Miskin karena Ongkos Mudik Nggak Masuk Akal

Daerah ini memiliki motto “Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun”. Sebuah filosofi adat yang mendalam tentang kebersamaan. Langkah Serentak berarti masyarakat dan pemerintah selalu kompak sejalan dalam bertindak. Sementara Limbai Seayun (mengayunkan tangan seirama) bermakna segala masalah selalu diselesaikan lewat musyawarah mufakat demi semangat gotong royong.

Intinya, semboyan ini menggambarkan persatuan yang kuat untuk membangun daerah. Meskipun kemarin malam, kekompakan itu agak kebablasan sampai bikin warga se-Sumatera ikutan “kompak” gelap gulita secara serentak.

Kalau Anda naik bus AKAP dari Jakarta menuju Padang atau Medan dan sebaliknya, kemungkinan besar Anda akan terbangun di Bungo karena busnya berhenti untuk masuk ke terminal atau saat melihat kiri-kanan anda disuguhi pemandangan kelapa sawit dan pohon karet.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bungo lumayan seksi berkat adanya kelapa sawit, karet, dan batu bara. Bahkan, di Kabupaten Bungo punya bandara sendiri, yakni bernama Bandara Muara Bungo. Jadi, bayangan bahwa Bungo adalah daerah terpencil yang minim peradaban itu jelas keliru. Bungo punya peradaban, salah satunya punya alfamart dan indomaret yang banyak.

Solidaritas di balik listrik padam

Ada satu hukum tidak tertulis di negeri ini, daerah yang menjadi simpul energi atau jalur transmisi utama justru sering kali menjadi yang paling dramatis saat ada gangguan. Kabupaten Bungo adalah buktinya. Sebagai bagian penting dalam sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera, Bungo ibarat jantungnya. Begitu jalur transmisi di sana “batuk” sedikit saja, efek dominonya langsung bikin listrik se-Sumatera ikutan “masuk angin”.

Kemarin malam, warga Bungo mungkin menjadi orang-orang pertama yang meraba-raba mencari lilin, tanpa menyadari bahwa beberapa menit kemudian, saudara-saudara mereka di Padang, Palembang, Pekanbaru, bahkan Medan juga sedang melakukan ritual yang sama. Bungo sukses mempraktikkan konsep “sharing is caring” secara ekstrem sebuah keadilan sosial dalam bentuk kegelapan yang merata.

Tadi pagi saja listrik di Kabupaten Bungo mendadak mati lagi, mulai habis subuh sampai jam 10-an siang. Sungguh sebuah loyalitas tanpa batas sebagai tuan rumah pemadaman.

BACA JUGA: Cerita Pekerja Jakarta yang Dulu Jadi Pengawas Gajah di Jambi, Harus Siap Ketemu Kuntilanak dan Siaga Menahan Nafas karena Harimau

Pesan cinta untuk PLN dari warga Bungo

Sebagai penutup esai ini, saya cuma mau bilang: We love you, Bungo. Kita jelas tidak benci dengan daerahnya, kita cuma agak gemas saja dengan sistem interkoneksinya. Kejadian kemarin malam membuktikan bahwa dalam rantai kehidupan di Sumatera, Bungo adalah mata rantai yang sangat vital. Begitu vitalnya, sampai-sampai kalau gardu bermasalah sedikit saja, semua Sumatera langsung gelap.

Jadi, buat warga Sumatera sekalian, saya sebagai warga Bungo meminta maaf. Anggap saja insiden ini adalah alarm lingkungan dari alam (lewat perantara PLN) agar kita rehat sejenak dari layar gawai dan merenungi arti kehidupan dalam kesunyian. Lagi pula, tanpa adanya gangguan di Bungo, tulisan ini tidak akan pernah ada di Terminal Mojok. Anda tidak akan pernah tahu kalau ada sebuah daerah di Jambi yang sanggup membuat satu pulau kompak menyalakan lilin dan lampu senter HP secara bersamaan.

Kepada pihak PLN, tolong itu gardu di Bungo di berikan kasih sayang lagi. Kalau perlu, kasih sesajen berupa kopi hitam dan pisang goreng tiap malam Jumat biar dia tidak ngambek lagi. Pasalnya, efek domino dari drama ini ternyata belum sepenuhnya kelar.

Menurut info dari kawan saya yang bekerja di PLN, hari ini bakal ada pemadaman bergilir selama 3 jam khusus untuk daerah Bungo dan sekitar demi pemulihan sistem. Sementara itu, kawan saya yang tinggal di Kota Padang malah melaporkan kalau listrik di sana sudah padam sejak jam 11 siang tadi.

Akhir kata, mari cas semua HP dan powerbank Anda sekarang juga. Tetap tenang, tetap waspada, dan jangan lupa cabut colokan rice cooker sebelum ditinggal misuh-misuh.

Penulis: Pratma Yandrefo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 5 Hal tentang Provinsi Jambi yang Nggak Bikin Kalian Terkejut

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2026 oleh

Tags: Jambikabupaten bungopemadaman listriksumatera
Pratma Yandrefo

Pratma Yandrefo

Alumni Bahasa dan Sastra Arab. Saat ini bekerja pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

ArtikelTerkait

Fitnah Keji Hanya Orang Kaya Jambi yang Mampu Kuliah di Jogja (Unsplash)

Stigma “Hanya Anak Orang Kaya Jambi yang Bisa Kuliah di Jogja” Itu Sangat Menyakitkan dan Terkesan Fitnah yang Dilestarikan

30 Mei 2025
Pempek Sambal Khas Jambi Bukannya Pakai Kuah, Malah Pakai Sambal Terminal Mojok

Pempek Sambal Khas Jambi: Bukannya Pakai Kuah, Malah Pakai Sambal

11 Mei 2022
Apakah Merantau ke Luar Pulau Jawa Masih Menjanjikan?  

Apakah Merantau ke Luar Pulau Jawa Masih Menjanjikan?

23 Agustus 2024
Derita Jadi Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja Mojok.co

Cerita Orang Jakarta Selatan di Perantauan: Dicap Anak Gaul, padahal Aslinya Biasa Aja

5 November 2025
Soto Campur Nasi: Culture Shock Orang Jambi yang Hidup di Solo

Soto Campur Nasi: Culture Shock Orang Jambi yang Hidup di Solo

30 Agustus 2022
Truk Batu Bara di Jambi yang Meresahkan: Batu Bara Tidak Akan Pernah Sepadan dengan Nyawa!

Truk Batu Bara di Jambi yang Meresahkan: Batu Bara Tidak Akan Pernah Sepadan dengan Nyawa!

16 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Pernah Kesal karena Dosen Slow Respon WA, Sampai Akhirnya Jadi Dosen Mojok.co

Pernah Benci Dosen yang Slow Respon Balas WhatsApp, Kini Saya Mengerti

22 Mei 2026
Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

Kegiatan Pramuka Memang Cuma Buang-buang Waktu, dan Justru Itulah Tujuannya

21 Mei 2026
8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

Arsenal (Memang) Berhati Nyaman

20 Mei 2026
Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak Mojok.co

Anak Muda Muak Hidup di Wonogiri, Cari Kerja Susah apalagi yang Memberi Upah Layak

23 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.