Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Sentolo Kulon Progo Banyak Berubah dan Warlok Kebagian Jadi Penonton Aja 

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
22 Mei 2026
A A
Sentolo Kulon Progo Banyak Berubah dan Warlok Kebagian Jadi Penonton Aja Mojok.co

Sentolo Kulon Progo Banyak Berubah dan Warlok Kebagian Jadi Penonton Aja  (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian yang kerap bepergian dari Jogja ke Bandara YIA atau sebaliknya, pasti akrab dengan daerah bernama Sentolo Kulon Progo. Orang-orang menandai daerah ini dengan jalan aspalnya yang panjang dan lurus. Itu mengapa banyak orang memilih menginjak gas kendaraan alias ngebut ketika melewati daerah ini. 

Akan tetapi, kalau mau sedikit melambatkan laju kendaraan, kalian sebenarnya bisa menangkap pemandangan ganjil nan ironis di daerah ini.  

Di satu sisi jalan, kalian akan disuguhi pemandangan asap pabrik garmen raksasa, deretan beton, dan truk-truk kontainer yang terparkir gemuk. Di sisi jalan lain, persis di seberang pabrik tersebut, terhampar sawah hijau yang luas lengkap dengan beberapa ekor bebek dan bapak-bapak petani yang sedang bertopi caping.

Itulah wajah Sentolo Kulon Progo hari ini. Ia terjebak dalam dilema tata ruang yang serba tanggung. Rasa-rasanya kurang cocok menyebutnya desa karena sudah jadi “rumah” bagi berbagai industri. Menyebut Sentolo dengan kota juga terasa nggak pas karena fasilitasnya tidak selengkap itu, pun di waktu-waktu tertentu masih sepi. 

Baca juga Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living.

Realitas di lapangan tak seindah ambisinya

Menarik kembali ke belakang, krisis identitas Sentolo Kulon Progo dimulai sejak wacana kawasan Industri Sentolo mengemuka. Kalau mau menariknya lebih jauh lagi, wacana ini bisa muncul karena dinilai cukup strategis setelah kehadiran YIA. 

Tanah-tanah kas desa di Sentolo Kulon Progo mulai dilirik investor. Sawah-sawah pelan tapi pasti berubah menjadi pondasi beton, dan lampu-lampu jalan khas kawasan industri mulai dipasang. Ambisinya jelas, Sentolo ingin bertransformasi menjadi pusat ekonomi baru yang modern dan urban.

Sayangnya, cetak biru di atas kertas tak seindah realitas di lapangan. Ambisi Sentolo menjadi pusat ekonomi modern dan urban justru membawanya jadi daerah yang tanggung. 

Baca Juga:

Angkringan Paling Aneh Ada di Kulon Progo: Makan Kenyang Murah Sembari Dapat Pemandangan Sawah, Kereta Api, dan Kamar Jenazah

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Kalau tidak percaya, coba saja jalan-jalan ke Sentolo lepas pukul delapan malam. Alih-alih menemukan denyut nadi daerah urban, kalian hanya akan disambut oleh jalanan yang sepi senyap dan gelap di beberapa titik.

Sentolo sukses meniru polusi visual dan bisingnya kendaraan kota di siang hari, tapi gagal mengadopsi fasilitas hiburan dan kehidupan malamnya. Ia menjadi kota yang mati sebelum malam benar-benar larut.

Celakanya, di saat fungsi kotanya belum matang, Sentolo sudah terlanjur kehilangan rasa pedesaannya. Ketenangan khas Kulon Progo yang biasanya adem dan lambat pelan-pelan terkikis oleh deru mesin pabrik garmen, tekstil, dan arang.

Warga lokal kini harus berkompromi dengan debu jalanan dan risiko kecelakaan akibat lalu lalang truk tronton muatan berat. 

Baca juga Angkringan Paling Aneh Ada di Kulon Progo: Makan Kenyang Murah Sembari Dapat Pemandangan Sawah, Kereta Api, dan Kamar Jenazah.

Warlok Sentolo Kulon Progo terancam jadi penonton

Ironisnya, masifnya pembangunan industri tidak serta-merta menyulap kesejahteraan warga lokal secara drastis. Kebanyakan dari mereka berakhir menjadi buruh pabrik dengan upah yang harus tunduk pada angka UMK Kulon Progo yang kita semua tahu, masih harus berjuang keras untuk mengejar inflasi.

Pada akhirnya, Sentolo hari ini hanya menjadi penonton dari modernisasi yang egois. Ia terjebak di tengah-tengah: tidak semegah dan sehidup Wates sebagai pusat pemerintahan, tapi juga sudah tidak asri seperti Nanggulan yang sukses menjual pemandangan sawah untuk wisata healing. Sentolo menderita sendirian dalam status kawasan industri yang tanggung.

Mungkin, pemerintah setempat perlu duduk melingkar kembali untuk memikirkan ulang mau dibawa ke mana arah pembangunan daerah  ini. Jangan sampai atas nama kemajuan ekonomi, rasa desanya jadi hilang dan mimpi jadi kotanya pun gagal terwujud.

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA  Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2026 oleh

Tags: kulon progosentolosentolo kulon progowarga sentolowarlokYIA
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

Tomira, Minimarket Milik Rakyat di Kulon Progo, Culture Shock di Tengah Perjalanan Kebumen-Jogja

Tomira, Minimarket Milik Rakyat di Kulon Progo, Culture Shock di Tengah Perjalanan Kebumen-Jogja

22 November 2024
Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja (Wikimedia Commons)

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

26 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Kulon Progo Nggak Cuma Punya Bandara YIA dan Pantai Glagah, tapi Juga Kopi Menoreh, Kopi yang Mengajarkan Perlawanan

Kulon Progo Nggak Cuma Punya Bandara YIA dan Pantai Glagah, tapi Juga Kopi Menoreh, Kopi yang Mengajarkan Perlawanan

11 Oktober 2025
4 Rekomendasi Tempat Cari Takjil di Kulon Progo, Nggak Perlu Jauh-jauh ke Jogja! bandara YIA

4 Rekomendasi Tempat Cari Takjil di Kulon Progo, Nggak Perlu Jauh-jauh ke Jogja!

5 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan Mojok.co

Betapa Lelahnya Kuliah S2 Bareng Fresh Graduate: Nggak Dewasa, Semua Dianggap Saingan

19 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.