Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya “Menolak” dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
7 Mei 2026
A A
Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya "Menolak" dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

Toilet Rumah Sakit Memang Bersih, tapi Tubuh Saya "Menolak" dan Tidak Bisa Buang Air di Sana

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan lalu, saya terpaksa harus menginap di rumah sakit demi menjaga istri yang sedang dirawat. Sebagai orang yang sangat menjunjung tinggi ritual “panggilan alam” setiap pagi, saya tahu ini akan menjadi tantangan berat. Bukan karena saya takut kotor, sama sekali tidak. Justru sebaliknya, toilet rumah sakit tempat istri saya dirawat itu sangat bersih, wangi, dan terawat dengan standar kebersihan yang layak.

Namun, entah kenapa meski sudah bersih pun tubuh saya tetap saja melakukan aksi mogok kerja. Ada semacam dinding psikologis yang membuat aktivitas BAB—yang seharusnya menjadi momen paling rileks dalam hidup—berubah menjadi sebuah perjuangan yang canggung dan penuh keganjilan.

Secara fisik, tidak ada yang salah. Lantai toilet rumah sakit kering, tak ada hal-hal kotor karena sering dibersihkan. Pun pencahayaannya juga terang benderang. Tapi begitu saya duduk di sana, rasanya tidak bisa “plong”. Ada rasa canggung yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, seolah-olah tubuh ikut menahan diri karena suasana sekitar yang memang tidak mendukung untuk melakukan “tugasnya”.

BACA JUGA: WC Duduk Lebih Mengancam dan Menjijikkan, Toilet Umum Terbaik Adalah yang Menggunakan WC Jongkok

Saya bingung, tapi begitulah rasanya

Mengapa hal sesederhana ini bisa jadi begitu rumit? Saya rasa ini masalah psikologis yang mendalam. Rumah sakit adalah tempat di mana ketegangan, rasa sakit, dan suasana formal berkumpul jadi satu. Pikiran kita sedang dalam mode waspada atau sedih, sementara tubuh butuh kondisi rileks total untuk menyelesaikan urusan “pencernaan”. 

Bagaimana mungkin kita bisa rileks kalau selalu terbayang dengan penyakit, rasa sakit, dan orang kesakitan?

Meskipun bilik toilet tertutup rapat, rasa privasinya tetap terasa semu. Sensitivitas terhadap rasa sakit itu mungkin saja membuat konsentrasi buyar. Padahal, di rumah sendiri, kita bisa duduk berlama-lama sambil baca ponsel tanpa beban dunia sedikit pun.

Di rumah, semuanya terasa familiar. Kita sudah hafal dengan ritmenya, posisi duduknya, bahkan suara tetesan airnya. Tubuh kita punya memori terhadap kenyamanan rumah yang tidak bisa diduplikasi oleh hotel bintang lima sekalipun, apalagi oleh sebuah rumah sakit. Di sana, toilet adalah fasilitas umum yang digunakan secara bergantian, meski dibersihkan berkali-kali pun, jejak “ketidaknyamanan” itu tetap menempel di dinding-dindingnya.

Baca Juga:

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Pengalaman Rawat Inap BPJS Kelas 3, Kenalan dengan Pasien Sekamar Berakhir Jadi Kawan

Tidak semua orang bisa adaptasi dengan cepat dengan toilet rumah sakit

Adaptasi seperti ini memang tidak mudah bagi semua orang. Ada tipe orang yang bisa buang air di mana saja asalkan bersih, tapi bagi saya, tubuh dan pikiran tidak bisa diajak kompromi begitu saja. 

Akhirnya, saya lebih sering memilih untuk menahan atau menunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan, menunggu momen “darurat” yang benar-benar tidak bisa dinegosiasikan lagi.

BTW ketika menjaga istri, saya baru sadar kalau ini bukan cuma saya yang merasakan. Ibu mertua saya juga merasakan hal yang sama. Kami sama-sama melakukan “panggilan alam” itu ketika di rumah. Rasanya memang lebih lega.

Pun, istri saya yang pernah menjadi perawat juga mengiyakan perasaan ini. Saya ingat betul pada suatu kesempatan ketika mengunjungi rumah sakit (yang dulunya ia pernah bekerja di sana), ia memilih toilet karyawan untuk menuntaskan hajatnya. Iya, bahkan bagi perawat sekalipun, toilet rumah sakit tetap saja hal yang agak susah dihadapi.

Pada akhirnya, balada toilet rumah sakit ini mengajarkan kita bahwa kenyamanan itu bukan cuma soal kebersihan atau kemewahan fasilitas. 

Yah, urusan panggilan alam memang tak bisa dihindari, tapi memilih tempat yang nyaman untuk menuntaskannya adalah pilihan bagi umat manusia. Dan sekali lagi, toilet rumah sakit boleh saja wangi dan kinclong, tapi selama ia berdiri di antara aroma obat dan suasana muram, ia akan tetap menjadi tempat yang paling ingin kita hindari. 

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Aturan Numpang Toilet Indomaret yang Perlu Diketahui. Jangan Asal Nongkrong meski Kebelet!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2026 oleh

Tags: babrumah sakittoilet rumah sakit
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

BPJS Adalah Masa Depan, Abaikan Nakes TikTok yang Menghina BPJS

Antara Jengkel dan Salut Menghadapi Penjenguk Orang Sakit yang Datang Beramai-ramai

31 Juli 2020
7 Kode Darurat yang Perlu Diketahui kalau Sedang di Rumah Sakit, Pelajari agar Selamat Mojok.co

7 Kode Darurat yang Perlu Diketahui kalau Sedang di Rumah Sakit, Pelajari agar Tetap Selamat

8 Juni 2024
Hal yang Perlu Saya Kritisi terhadap Setting Rumah Sakit di Sinetron atau FTV terminal mojok.co

Hal yang Perlu Saya Kritisi terhadap Setting Rumah Sakit di Sinetron atau FTV

2 Februari 2021
wc jongkok

Perdebatan Mana yang Lebih Nyaman: WC Jongkok atau WC Duduk

20 Juli 2019
7 Istilah yang Perlu Diketahui Mahasiswa Keperawatan Sebelum Praktik Klinik di Rumah Sakit

7 Istilah yang Perlu Diketahui Mahasiswa Keperawatan Sebelum Praktik Klinik di Rumah Sakit

7 April 2023
Nasib Perekam Medis: Dianaktirikan dan Tak Dianggap padahal Jantungnya Rumah Sakit

Nasib Perekam Medis: Dianaktirikan dan Tak Dianggap padahal Jantungnya Rumah Sakit

31 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Trans Jatim Koridor 7, Seburuk-buruknya Transportasi Publik. Masih Perlu Banyak Belajar dan Berbenah

Ternyata Bus Trans Jatim Nggak Ada Bedanya dengan Angkot, Ngebut dan Ugal-ugalan!

4 Mei 2026
Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, kalau Malam Dikuasai Kontainer

Jalan Raya Narogong, Gerbang Neraka di Timur Bekasi: Pagi Kena Macet Truk Sampah, Malam Dikuasai Kontainer

5 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

Motor dan Helm Hilang Itu Hal Biasa di UNY, Fungsi Satpamnya Saja Juga Ikutan Hilang

9 Mei 2026
Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Bangkalan Madura Nggak Selalu Jelek, Pengalaman Cetak Ulang KTP di Mal Pelayanan Publik Membuktikan Sebaliknya Mojok.co

Urus KTP di Bangkalan Madura Ternyata Tidak Menjengkelkan seperti yang Dikira

5 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin
  • Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.