Mending Suzuki Karimun Kotak atau Hyundai Atoz?
Di pasar mobil bekas Indonesia, nama Suzuki Karimun Kotak atau biasa disebut Karkot adalah sebuah fenomena unik. Merek satu ini kurang laku versi barunya, kalah saing dengan Honda Brio dan Ayla. Namun, versi bekasnya, terutama Suzuki Karimun Kotak sangat laris di pasaran mobil bekas. Nyaris semua influencer otomotif di media sosial merekomendasikan Suzuki Karimun kotak saat ditanya netizen mobil bekas apa yang layak dibeli dengan budget Rp50 jutaan.
Padahal, menurut saya, ada mobil bekas lain yang tidak kalah menarik dan bagus dibanding Karimun kotak. Apalagi kalau bukan Hyundai Atoz, terlebih mobil satu ini rata-rata lebih murah daripada Karimun Kotak. Sedikitnya ada 4 alasan yang membuat kendaraan ini lebih layak dibeli:
#1 Teknologi mesin lebih modern
Suzuki Karimun kotak, terutama generasi awal, tahun pembuatan di bawah 2013 masih menggunakan karburator (belum injeksi). Ini membuat mesin kurang efisien dan responsif. Sementara Hyundai Atoz sudah menggunakan EFI (electronic fuel injection) yang lebih modern sehingga karakter mobilnya lebih responsif dan juga bertenaga.
#2 Suzuki Karimun Kotak kalah irit
Lantaran mesin Hyundai Atoz lebih modern (sudah injeksi) sehingga mesin mampu mengatur jumlah bensin sesuai real time dan hasil pembakarannya lebih sempurna sehingga konsumsi BBM bisa lebih irit.
Teman saya punya Hyundai Atoz tahun 2005 dan sering sesumbar kalau mobilnya sangat irit BBM, saking iritnya sampai disandingkan dengan konsumsi BBM Honda Beat.
#3 Fun drive
Kebetulan saya sudah pernah berkesempatan mengendarai Suzuki Karimun dan Hyundai Atoz (dua-duanya mobil keluaran tahun 2005-an) dan jujur saja. Sensasi berkendara Hyundai Atoz lebih enak ketimbang Karimun Kotak.
Mesin Hyundai Atoz lebih responsif sehingga lebih enak atau nyaman dikendarai. Selain itu, Hyundai Atoz lebih bertenaga ketimbang Suzuki Karimun. Kalau sama-sama dipakai menanjak (apalagi full muatan) Hyundai Atoz lebih kuat, sementara Karimun Kotak ya kuat sih, tapi harus matikan AC dulu
#4 Pilihan transmisi otomatis lebih umum
Generasi awal Suzuki Karimun mayoritasnya masih manual, sementara Hyundai Atoz sudah ada pilihan transmisi matic. Meskipun mobil Karimun Kotak yang lebih baru (Generasi 3 ke atas) sudah ada pilihan transmisi otomatis, tapi jenisnya AGS yang sudah menjadi rahasia umum kalau transmisi AGS itu kasar dan terasa ndut-ndutan (perpindahan gigi otomatisnya kasar).
Sementara Hyundai Atoz sudah CVT (lebih modern) dan umum digunakan oleh beberapa parkirkan mobil lain. Saya sendiri memiliki mobil Suzuki dengan transmisinya AGS dan jujur saja perawatannya lumayan menguras tenaga dan kantong alias rewel.
#5 Karimun Kotak kalah desain
Kalau bicara desain memang soal selera, tapi menurut saya bentuk Hyundai Atoz lebih menarik dan sporty dari pada Suzuki Karimun yang ngotak banget seperti kotak makan MBG. Suzuki memang ahli membuat desain mobil wagu dan aneh dan Karimun Kotak masuk dalam daftar mobil dengan bentuk wagu tersebut. Bahkan nih ya, menurut saya desain Suzuki Karimun Kotak lebih buruk ketimbang Suzuki Espresso yang juga banyak dibully netizen memiliki bentuk aneh itu.
#6 Harga lebih murah
Orang yang ingin membeli mobil bekas dengan budget terbatas pasti sangat mempertimbangkan harga. Nah, saat ini harga Karimun Kotak sedang digoreng habis-habiskan sehingga harganya cenderung mahal. Akan sangat sulit mendapatkan Suzuki Karimun dengan harga Rp50 juta (kecuali kondisi mobilnya sudah buruk). Berbeda dengan Hyundai Atoz yang harga bekasnya relatif murah. Kamu bahkan masih bisa mendapatkan Hyundai Atoz dengan kondisi baik di harga Rp40 juta.
Dulu sih, mungkin orang takut membeli mobil Hyundai lantaran berfikir spare parts susah dicari dan bengkel resminya sedikit (tidak seperti bengkel Suzuki). Namun, saat ini bengkel Hyundai sudah banyak sehingga tidak perlu khawatir lagi soal spare part dan perawatan. Bahkan, Hyundai Atoz terbilang mobil yang tidak ribet sehingga bisa perawatan di bengkel pinggir jalan andai ada masalah pada kendaraan.
Penulis: Tiara Uci
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















