Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
12 April 2026
A A
3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali pantai gunungkidul

3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika teman-teman diberi umur panjang dan rejeki yang melimpah, saya sarankan sesekali harus main ke pantai Gunungkidul. Keindahannya bikin kalian percaya bahwa dunia ini masih layak untuk diperjuangkan

Sebagai warga pesisir, sebenarnya saya nggak terlalu tertarik untuk melancong ke wisata pantai. Sebab pikir saya, nanti juga bakalan ketemu dengan hiruk pikuk yang sama dengan yang ada di rumah. Air laut yang kotor, bau amis ikan asin yang dijemur, banyak sampah, panas dan yah, gitu-gitu aja. Soalnya di daerah kami, pemandangan demikian adalah hal yang sangat normal saban harinya. Lha kalau seperti itu kan mending cari wisata yang lain saja to?

ADVERTISEMENT

Namun setidaknya tepat dua minggu yang lalu, saya diajak oleh ehm, pacar saya, untuk main ke pantai di daerah Gunungkidul, Pantai Watu Kodok namanya. Awalnya saya skeptis dan ogah-ogahan, tapi karena yang ngajak adalah the special one, ya mau gimana lagi? Akhirnya saya luluh dan nurutin apa keinginannya. Daripada berakhir perang dunia, ya, kan?!

Nah, esoknya kami berangkat pagi-pagi buta, berharap terhindar dari kemacetan Jogja di musim liburan. Tapi ya harap maklum, Jogja tetaplah Jogja, di pagi hari pun ternyata kendaraan sudah begitu padat. Untung, ramainya kendaraan nggak sampai menimbulkan kemacetan yang mengular. Kemudian sesampainya di kawasan Gunungkidul, saya benar-benar culture shock. Sekurang-kurangnya ada empat hal yang membuat saya termangu.

#1 Akses menuju pantai dihegemoni oleh jalanan yang mulus

Di tempat kelahiran saya, Demak. Segala hal yang berkaitan dengan pantai dan laut, pasti dihegemoni dengan jalanan yang berantakan. Sebab faktanya, di Kota Wali sendiri memang tidak ada jalanan yang bagus, utamanya yang berada di kawasan pesisir yang berlokasi tepat di hadapan Laut Jawa. Mayoritas akses jalannya banyak yang bopeng, rusak bahkan berlumpur dan licin saat musim penghujan.

Tapi, Ges, dosa besar jika kita menyamakan Gunungkidul dengan Demak. Keduanya ternyata berbanding terbalik 180 derajat. Akses pantai di sana benar-benar mulus dan halus. Apalagi kalau kita sudah memasuki Jl. Pantai Selatan Jawa kawasan Baron-Tepus, beuh, berkendara di situ saat pagi hari benar-benar aduhai banget. Wajar apabila saya shock melihat perbedaan yang mencolok ini.

BACA JUGA: 3 Tempat Wisata Gunungkidul yang Layak Dikunjungi Berkali-kali

#2 Pantai di Gunungkidul ternyata sangat bersih

Hal yang paling menyenangkan selajutnya adalah area pantai di sana ternyata sangat bersih. Saya nggak mengatakan nihil sampah ya, sampah tetap ada, namun setidaknya dikelola dengan baik sehingga nggak sampai mengotori air laut. Jadi, umpama dibuat main air pun juga sangat proper, Ges. Ditambah lagi warna air laut yang masih jernih dan biru merona, kondisi tersebut benar-benar membuat betah lama-lama di air.

Baca Juga:

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

3 Kesalahpahaman Orang Jakarta Saat Melihat Demak: Dikira Membosankan dan Hampir Tenggelam

Situasi ini sangat berbanding terbalik dengan kondisi pantai atau laut yang berada di sekitaran Keresidenan Semarang, sebut saja semacam daerah Demak, Semarang ataupun Kendal, di mana banyak pantai atau laut yang berkelindan di dalamnya sampah-sampah. Bahkan air lautnya sudah nggak biru lagi, melainkan hijau atau kecoklatan. Beda banget kan?

Baca halaman selanjutnya

View yang memesona

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 April 2026 oleh

Tags: demakGunungkidulpantai di gunungkidulpantai gunungkidulpantai watu kodok
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

Solo Punya Segalanya, tapi Masih Kalah Pamor sama Jogja

Kasihan Solo, Selalu Dibandingkan dengan Jogja, padahal Perbandingannya Kerap Tidak Adil!

27 November 2025
Ayam dan Keseruan Menikah dengan Orang Magelang (Unsplash)

Ayam Jago dan Keseruan Menikah dengan Orang Magelang

12 Mei 2023
Pucang Gading, Perbatasan Semarang dan Demak yang Nggak Nyaman Ditinggali

Pucang Gading, Perbatasan Semarang dan Demak yang Nggak Nyaman Ditinggali

7 Februari 2024
rasulan gunungkidul mojok (1)

Rasulan, Ekspresi Nyata Kegembiraan Masyarakat Gunungkidul

8 Maret 2021
3 Pantai di Gunungkidul yang Baiknya Dihindari Wisatawan karena Bikin Ketakutan

3 Pantai di Gunungkidul yang Baiknya Dihindari Wisatawan karena Bikin Ketakutan

26 April 2025
Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau Mojok.co

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

17 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Kadang orang ikut rewang bukan karena ingin membantu, tapi takut dihujat dan digibahin

12 Agustus 2026
Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya Mojok.co

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

12 Agustus 2026
Jatinom, tempat rahasia yang bikin kamu jatuh cinta berkali-kali (Mojok.co/Audina Safira)

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

14 Agustus 2026
Warmindo ruang pengaman sosial terakhir buat kamu yang miskin (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Warmindo akan selalu menjadi ruang pengaman sosial terakhir bagi kita yang dompetnya sedang sekarat

14 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.