Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Yumna Aditya oleh Yumna Aditya
7 April 2026
A A
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Warga Jogja pada umumnya pasti sudah tidak asing dengan nama Ringroad Jogja. Ringroad Jogja merupakan jalan yang mengitari kota Jogja untuk mengakomodasi transportasi dari roda 2 hingga truk besar. Maka dari itu Ringroad ini termasuk jalanan tersibuk di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada umumnya Ringroad Jogja terbagi dalam 4 bagian, yaitu Ringroad Utara, Selatan, Barat, dan Timur, walaupun di beberapa bagian juga sebenarnya memiliki namanya sendiri, seperti Jalan Padjajaran, Jalan Siliwangi, dan lain sebagainya.

Jalan ini menjadi akses penting untuk warga Jogja, bukan hanya untuk mereka yang tinggal di sekitaran Ringroad, namun penting bagi mahasiswa, pedagang, dan transportasi umum. Di beberapa titik juga terdapat kampus, seperti UMY, UAD, UPN, AMIKOM, dan lain sebagainya. Dengan adanya mobilitas yang tinggi di titik-titk tersebut, kebutuhan fasilitas penyebrangan menjadi hal yang cukup penting dalam menjalankan rutinitas sehari-hari.

Tapi realitasnya yang terjadi saat ini, fasilitas penyeberangan hanya sedikit dan hanya beberapa titik saja, serta belum mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.

Maka dari itu, menurut analisis gembel saya sebagai pengguna ringroad dengan pertimbangan mobilitas di titik-titik yang ramai akan rutinitas harian masyarakat, ringroad ini harusnya dibangun JPO. Mengingat Ringroad ini bukan jalan biasa, melainkan jalanan dengan ukuran yang cukup lebar dengan rata-rata arus kendaraan dengan kecepatan yang cenderung tinggi dan volume lalu lintas yang cukup padat, apalagi di jam berangkat atau pulang kerja.

Dengan kondisi itu, riskan sekali jika pejalan kaki menyeberang langsung di jalanan, ditambah dengan minimnya penerangan jalan di beberapa titik. Risiko kecelakaan bagi pejalan kaki menjadi sangat tinggi.

JPO Ringroad Jogja jadi solusi yang ideal

JPO bisa jadi salah satu (bukan satu-satunya) solusi yang bisa diterapkan di titik-titik dengan mobilitas pejalan kaki yang cukup padat di Ringroad Jogja. Ingat, banyak kampus, pusat perbelanjaan, maupun permukiman warga di sekitaran Ringroad ini. Saat ini, fasilitas penyeberangan hanya bertumpu pada zebra cross yang hanya ada di persimpangan jalan utama. Itu pun hanya ada di beberapa titik di seputaran ringroad ini.

Hal itu jelas menyulitkan para pejalan kaki. Jika harus lewat zebra cross, jarak antar lampu merah di ringroad juga kelewat jauh. Sebagai contoh, lampu merah Concat dengan UPN saja jaraknya amat lumayan. JPO, jadi solusi yang bagus. Syaratnya, dibangunnya harus yang proper. Kalau nggak, malah jadi masalah baru.

Soalnya, jika JPO ini nantinya dibangun dengan “ngawur,” bisa berakhir sia-sia karena kurang diminati. Misal, dibangun dengan tak proper, atau malah di titik yang jauh dari keramaian. Selain itu pembangunannya juga harus mepertimbangkan fasilitas untuk disabilitas dan lansia.

Baca Juga:

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

Kulon Progo, Tempat Terbaik untuk Slow Living di Jogja

Jika dilihat dari kebutuhan, Ringroad Jogja memang membutuhkan fasilitas penyeberangan yang aman. Juga, JPO bukan sekadar bangunan tambahan, melainkan kebutuhan nyata untuk menyeimbangkan kepentingan kendaraan dan pejalan kaki.

Jika dirancang dengan tepat, dibangun di lokasi strategis, dan didukung pemeliharaan yang baik, JPO dapat menjadi langkah penting untuk menciptakan Ringroad Jogja yang lebih aman, tertib, dan manusiawi. Fenomena ini menjadi penunjuk kesenjangan antara kebutuhan masyarakat dengan fasilitas yang ada.

Penulis: Yumna Aditya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2026 oleh

Tags: jembatan penyeberanganJogjaJPOringroad jogja
Yumna Aditya

Yumna Aditya

Seorang pemuda asli Bantul Kidul dan saat ini merantau ke Sleman.

ArtikelTerkait

Mengukur Panjang dan Tebal Ayam Olive Fried Chicken dan Rocket Chicken: Mana sih yang Lebih Memuaskan?

Mengukur Panjang dan Tebal Ayam Olive Fried Chicken dan Rocket Chicken: Mana sih yang Lebih Memuaskan?

15 Oktober 2023
4 Tipe Mahasiswa yang Cocok Kuliah di Kota Semarang, Nggak Sembarang Orang Sanggup  Mojok.co jogja

Meski Banyak Orang Mencerca Kota Lumpia, Saya Memilih Menetap di Semarang ketimbang Jogja, Kota yang Pernah Saya Tinggali Belasan Tahun

9 Juli 2024
Surabaya dan Malang Superior, Malang Remahan Peyek (Unsplash)

Surabaya dan Semarang Memang Superior, Apalagi di Depan Malang yang Kayak Remahan Peyek

18 Juli 2023
Perjanjian Giyanti, Penyebab Orang Jogja Susah Menikahi Orang Solo

Perjanjian Giyanti, Penyebab Orang Jogja Susah Menikahi Orang Solo

10 November 2022
Kisah Kasihan Bantul: Legenda Skincare Jawa dan Trik Licik demi Kekuasaan

Kasihan Bantul, Saksi Bisu Tipu Daya Licik Panembahan Senopati untuk Menghabisi Ki Ageng Mangir

22 Februari 2024
3 Air Terjun Dekat Kota Jogja yang Sayang untuk Dilewatkan Terminal mojok

3 Air Terjun Dekat Kota Jogja yang Sayang untuk Dilewatkan

20 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Dipaksa Kuliah Jurusan Paling Dicari di PTN karena Ambisi PNS, Setelah Lulus Malah bikin Ortu Kecewa karena “Kerjaan Remeh”
  • Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”
  • 10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal
  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.