Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
30 Maret 2026
A A
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Selain Bandung, ada kota lain yang membuat saya jatuh hati, yakni Tangerang Selatan. Alasannya karena saya pernah merantau ke sana sekitar 10 yang lalu, sesaat setelah lulus SMK.

Sekarang, saya sudah kembali menetap di tanah kelahiran, Bandung. Maka, saya sudah tidak lagi bergelut dengan kerasnya persaingan di penyangga Jakarta. Tapi, sekalinya ingat masa lalu, memori saya langsung tertuju ke kawasan Ciputat, tempat saya menumpang di rumah saudara demi mencari rezeki dan mengejar mimpi.

Kendati hanya sempat tinggal di sana kurang dari satu semester sebelum akhirnya terpaksa angkat kaki oleh keadaan, saya tetap merindukan Tangerang Selatan. Entah sihir apa yang dipakai kota ini sehingga saya begitu kesengsem dengannya, padahal nasib baik belum sempat mampir saat itu.

#1 Jejak perjuangan Tangerang Selatan di Masjid Agung Al-Jihad

Hal pertama yang selalu memanggil memori saya tentang Tangerang Selatan adalah Masjid Agung Al-Jihad. Berdiri megah di Jl. H. Usman, masjid ini bukan sekadar bangunan bersejarah yang menjadi latar azan pertama TVRI tahun 1970. Lebih dari itu, ia adalah saksi bisu perjuangan kemerdekaan.

Konon, pada masa revolusi, kawasan sekitar masjid ini sempat menjadi saksi ketegangan antara pejuang lokal dengan penjajah, bahkan pernah menjadi lokasi penawanan di masa pergolakan fisik.

Bagi saya, ia adalah tempat istirahat dan perlindungan yang paling teduh. Di tengah ribuan jemaah, tersimpan memori tentang lelahnya mengetuk pintu-pintu kantor di seantero Tangerang Selatan demi mencari loker.

Saat itu, lantai masjid ini adalah sandaran terbaik untuk mengumpulkan sisa tenaga. Melihat menaranya dari kejauhan rasanya seperti menemukan mercusuar di tengah badai. Di atas ubin yang dingin dan penuh nilai sejarah itulah, saya sering merenung dan menitipkan doa-doa paling tulus tentang nasib.

#2 Stadion Mini Ciputat, ruang publik yang jujur

Saya juga menaruh rindu pada Stadion Mini Ciputat, markas kebanggaan klub sepak bola Persitangsel. Stadion yang berada di Jalan Pendidikan ini memiliki keunikan yang sangat khas “Tangerang Selatan banget”, yaitu berdiri di tengah pemukiman padat penduduk. Alhasil, jika ada pertandingan besar, mencari celah parkir motor saja lumayan sulit, apalagi parkir mobil.

Baca Juga:

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

Bukan Jakarta, Tempat Paling Cocok untuk Memulai Karier Adalah Cilegon. Ini Alasannya!

Bagi saya, tempat ini adalah paru-paru sekaligus pelarian dari sesaknya polusi Tangerang Selatan. Saya ingat betul momen duduk merenung di sana ditemani segelas kopi plastik, menonton hiburan gratis berupa bapak-bapak berperut buncit yang berjuang mencari keringat.

Stadion ini membuktikan bahwa bahagia itu sederhana. Cukup dengan riuh rendah teriakan penonton dan aroma jajanan yang menusuk hidung, penat karena panggilan kerja yang tak kunjung datang pun bisa luruh sejenak.

#3 Romantika Jalan Ir. H. Djuanda di bawah Flyover Pasar Ciputat, Tangerang Selatan

Mungkin terdengar absurd merindukan kemacetan, tapi Jalan Ir. H. Djuanda adalah urat nadi Tangerang Selatan. Sebagai penghubung utama Jakarta menuju Parung, Kabupaten Bogor, jalan ini adalah saksi bisu perjuangan saya mengejar mimpi di atas “kuda besi”.

Saya hampir khatam dengan titik-titik macetnya, mulai dari pertigaan Gintung, dekat kampus UIN Syarif Hidayatullah, hingga titik paling “brutal” di bawah flyover Pasar Ciputat yang konon disebut salah satu pasar paling ruwet se-Tangerang Selatan.

Kemacetan di sana bukan sekadar tumpukan berbagai jenis kendaraan, melainkan ribuan bunyi klakson dan kepulan asap yang menyatukan nasib para pejuang hidup. Di tengah macet itulah, saya melihat wajah-wajah lelah pedagang dan pekerja yang menyadarkan saya bahwa saya tidak sendirian. Di aspal panas itulah mental saya menempa diri sebagai pemimpi yang baru saja lulus sekolah.

Kota Tangerang Selatan, meski hanya menjadi tempat singgah sebentar petualangan hidupku, tapi telah meninggalkan jejak yang tak pernah pudar. Raga memang telah kembali ke pelukan Bandung, tapi sebagian jiwa saya masih tertinggal di sana.

Penulis: Acep Saepulloh

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Tangerang Selatan (Tangsel): Kota dengan Pertumbuhan Terdahsyat di Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2026 oleh

Tags: BantenFlyover Pasar CiputatKota Tangerang SelatanMasjid Agung Al-JihadStadion Mini Ciputattangerang selatanTangsel
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Seorang warga sipil Bandung yang ngojol membelah kemacetan kota di atas motor setiap pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Tangsel Dikepung Sampah, Aromanya Mencekik Warga, Pejabatnya ke Mana?

Tangsel Dikepung Sampah, Aromanya Mencekik Warga, Pejabatnya ke Mana?

14 Desember 2025
Nasib Malang Mahasiswa Rantau di Serang Banten: Bawa Motor dari Kampung Halaman karena Minim Transportasi Umum, Malah Dicuri Orang

Nasib Malang Mahasiswa Rantau di Serang Banten: Bawa Motor dari Kampung Halaman karena Minim Transportasi Umum, Malah Dicuri Orang

23 September 2025
Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

Lebak dan Tangerang: Masih Satu Provinsi, tapi Perbedaan Kualitas Pendidikannya bagai Bumi dan Langit

20 Juli 2025
Tangerang Selatan (Tangsel): Kota dengan Pertumbuhan Terdahsyat di Indonesia

Tangerang Selatan (Tangsel): Kota dengan Pertumbuhan Terdahsyat di Indonesia

14 Maret 2023
Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

Membayangkan Ciputat Tanpa UIN Jakarta: Kasihan, deh!

7 April 2025
Rekomendasi Warung Makan di Sekitaran Ciputat untuk Bertahan Hidup, Harganya di Bawah 10 Ribu!

Rekomendasi Warung Makan di Sekitaran Ciputat untuk Bertahan Hidup, Harganya di Bawah 10 Ribu!

7 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026
Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo Mojok.co

Plesir ke Telaga Sarangan Magetan Cuma Bikin Emosi, Mending ke Telaga Ngebel Ponorogo

26 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Culture Shock Fresh Graduate yang Mengadu Nasib di Jakarta: Baru Sampai Langsung Ditipu Driver Ojol, Ibu Kota Memang Lebih Kejam daripada Ibu Tiri!

26 Maret 2026
Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

Kereta Tambahan Gambir-Surabaya: Harga Selangit, Fasilitas (Amat) Sulit!

25 Maret 2026
Sisi Gelap Purwokerto yang Membunuh Wisatanya Sendiri (Unsplash)

Purwokerto Murah? Murah untuk Siapa? Kenapa Warga Asli Tidak Merasakannya?

27 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Pekerja Jakarta Resign Pasca-THR Bukan karena Gaji, tapi Kehilangan Makna Pekerjaan akibat Lingkungan Kerja yang “Toxic”
  • Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan
  • Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah
  • Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)
  • Dihina karena Hanya Anak Petani dari Pelosok Desa, Kini Berhasil Jadi Lulusan Terbaik S2 UIN Semarang berkat Doa Ayah
  • UTBK SNBT Modal Nekat dan Keberuntungan demi Undip: Tak Bawa Uang, Numpang Tidur di Masjid-Bergantung Makan dari Warga saat Kelaparan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.