Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
12 Februari 2026
A A
Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua Mojok.co

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua (www.madiunkota.go.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya Orang Bandar Lampung yang beberapa waktu lalu berkunjung ke beberapa daerah di Pulau Jawa. Saya sempat mengunjungi Madiun, sebuah kota kecil di Jawa Timur. Dan, daerah dengan julukan kota pendekar ini berhasil memikat saya. 

Sejak pertama tiba, suasananya terasa ramah. Memang benar kata banyak orang, orang Jawa terkenal halus dan sopan. Di Madiun, keramahan itu terasa lebih tulus dan tidak buatan. Senyum orang-orangnya ringan, nada bicara mereka lembut, dan ritme hidupnya terasa pelan. Tidak ada kesan terburu-buru. Tidak ada tekanan yang membuat kepala terasa penuh.

Rasanya saya seperti kembali ke era 80-an dan 90-an. Terlebih ketika melewati kawasan lama dengan bangunan-bangunan lawas yang berkarakter itu. Tidak semua sudut dipenuhi baliho besar atau papan reklame mencolok. Jalanannya pun bersih, tertata rapi, dan terasa lega. Tidak ada kemacetan panjang yang bikin stres. Kendaraan melintas dengan tenang, seolah semua orang sepakat untuk tidak tergesa-gesa.

Baca juga Segini Dana Pensiun yang Dibutuhkan Biar Bisa “Ongkang-ongkang Kaki” di Masa Tua.

Semua seolah melambat di Madiun

Di tengah dunia yang semakin cepat, Madiun seperti memilih untuk berjalan pelan. Hal sederhana seperti menyeberang jalan pun terasa berbeda. Tidak perlu adu cepat dengan kendaraan. Tidak perlu waswas. Semua terasa lebih manusiawi. Saya jadi berpikir, mungkin memang beginilah hidup seharusnya dijalani, tidak selalu terburu mengejar sesuatu.

Soal makanan? Jangan ditanya.

Saya datang ke Pasar Kojo untuk membeli jenang campur. Harganya cuma lima ribu rupiah. Lima ribu. Di kota besar, uang segitu mungkin bahkan tidak cukup untuk parkir. Tapi, di sana, saya sudah mendapatkan semangkuk lengkap berisi bubur sumsum lembut, ketan hitam legit, mutiara kenyal, santan gurih, dan gula merah yang manisnya pas. Rasanya sederhana, tapi justru itu yang membuatnya istimewa.

Pasarnya pun bersih dan tertata. Tidak sumpek, tidak berisik berlebihan. Pedagangnya ramah, tidak memaksa. Semua terasa wajar dan apa adanya. Saya duduk menikmati jenang itu sambil melihat aktivitas sekitar, dan rasanya hati ikut tenang.

Baca Juga:

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

Sisi Gelap Malang Hari ini: Masih Cantik, tapi Semakin Toxic

Tidak ada macet maupun klakson bersahut-sahutan. Tidak ada orang berjalan dengan wajah tegang karena dikejar waktu. Udara pun terasa lebih sejuk. Entah karena memang lebih asri atau karena polusi tidak sepadat kota besar, yang jelas napas terasa lebih ringan.

Baca juga Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Madiun Ketika Menikah dengan Orang Jogja: Saya Nggak Suka Brongkos, Doi Nggak Suka Rujak Petis, Sad.

Seandainya menghabiskan hari tua di sana

Saya jadi membayangkan, bagaimana rasanya menghabiskan hari tua di tempat seperti ini? Bangun pagi tanpa suara bising kendaraan. Jalan santai menyusuri jalan yang bersih. Sarapan sederhana di pasar tradisional dengan harga yang tidak membuat dompet menjerit. Bertemu orang-orang yang menyapa dengan ramah. Hidup yang tidak dikejar tuntutan sosial untuk selalu terlihat sukses, sibuk, atau glamor.

Di usia muda, mungkin banyak dari kita mengejar kota besar. Mengejar karier, peluang, dan penghasilan. Tapi, semakin dewasa, saya mulai sadar bahwa yang penting tak hanya uang, tapi juga ketenangan. Dan, di Madiun, ketenangan itu ada tanpa harus membayar terlalu mahal.

Kota kecil seperti ini mengajarkan saya hidup tidak harus selalu kompetitif. Tidak harus selalu cepat maupun dibanding-bandingkan. Ada kebahagiaan dalam kesederhanaan.

Untuk menetap di usia senja? Rasanya saya lebih memilih kota seperti Madiun. Kota yang tidak terlalu ramai, tapi juga tidak sepi. Fasilitasnya cukup. Makanannya enak dan terjangkau. Orang-orangnya hangat. Ritmenya pelan. Lingkungannya bersih. Tidak banyak drama sosial. Tidak banyak tekanan gaya hidup.

Masih terasa otentiknya

Madiun mungkin bukan kota yang sering viral di media sosial. Tidak banyak tempat yang dibuat demi konten. Tapi justru karena itu, suasananya terasa autentik dan tidak berlebihan. Kadang, kita terlalu sibuk mencari tempat yang “wah” sampai lupa bahwa tempat yang membuat hati tenanglah yang terpenting.

Ketika saya meninggalkan kota itu, ada perasaan ingin kembali. Bukan untuk liburan mewah, bukan untuk belanja besar-besaran, tapi sekadar untuk duduk santai, menikmati jenang Rp5.000, dan merasakan udara sejuk tanpa tekanan.

Madiun mungkin kota kecil di peta Indonesia. Tapi bagi saya, ia memberi gambaran tentang masa depan yang sederhana dan damai. Dan jika suatu hari nanti saya harus memilih tempat untuk menikmati hari tua, tempat di mana hidup tidak lagi soal kecepatan, melainkan soal ketenangan. Madiun akan ada dalam daftar teratas.

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Hal Menyebalkan di Madiun yang Bikin Wisatawan Pikir Dua Kali sebelum Berkunjung.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: Hari Tuajawa timurmadiunpensiun
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini

Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini!

3 Mei 2024
Keresahan Blitar Selatan: Ancaman Memekarkan Diri karena Lelah Jadi Anak Tiri Pembangunan

Keresahan Blitar Selatan: Ancaman Memekarkan Diri karena Lelah Jadi Anak Tiri Pembangunan

11 Mei 2023
4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu terminal mojok

4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu

23 November 2021
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Saya Sepakat kalau Mojokerto Dianggap Kota Layak untuk Hidup Bahagia sampai Tua, asalkan…

21 Februari 2025
Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja (Unsplash)

Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja

30 Juli 2023
Surga Tersembunyi di Taman Nasional Baluran Situbondo (Unsplash)

Surga Tersembunyi di Taman Nasional Baluran Situbondo

8 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Makanan Khas Jawa Timur yang Jangan Pernah Kamu Coba (Wikimedia Commons)

3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

12 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Desa Penundan, Surga Dunia bagi Sopir Truk dan Bus yang Melewati Jalan Alas Roban Mojok.co

5 Larangan Tak Tertulis yang Wajib Dipatuhi Pengendara Saat Melintasi Alas Roban

10 Februari 2026
Sandwich Generation Merantau demi Perbaiki Nasib, Eh Duit Malah Ludes Tiap Mudik Mojok.co

Sandwich Generation Merantau demi Perbaiki Ekonomi, Eh Duit Malah Ludes Tiap Mudik

12 Februari 2026
Toyota Harrier Gen 2: Mobil SUV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik, Nyamannya Nggak Ada Lawan Mojok.co

Toyota Harrier Gen 2: Mobil SUV Bekas Rp100 Jutaan Terbaik, Nyamannya Nggak Ada Lawan

11 Februari 2026
5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor (Unsplash)

5 Hal Tak Terduga yang Bikin Bahagia di Kantor

11 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lulusan SMK Ngaku Kerja Gaji 20 Juta Perbulan agar Ortu Tak Direndahkan, Tapi Masih Tak Cukup buat Ikuti Standar Sukses di Desa
  • Blok M Nggak Aman, tapi Tetap Jadi Tujuan karena Lebih Takut Nggak Dianggap Keren ketimbang Jadi Korban Kejahatan
  • Orang Miskin dan Sulit Ekonomi di Desa Justru Paling Tulus Peduli, Tapi Tak Dihargai karena Tak Bisa Bantu Materi
  • Pengalaman Sambut Ramadan di Kudus: Menyaksikan Bagaimana Merawat Bumi Ditradisikan Lewat Pembiasaan Sederhana
  • Lulus Kuliah Bingung Cari Kerjaan, Temukan “Jalan Terang” saat Jadi Pelatih Sepak Bola Putri untuk Hydroplus Soccer League  
  • Berhasil Meninggalkan Jogja dan UMR Mengenaskan Bukan Berarti Masalah Selesai karena Mengelola Gaji yang Lebih Besar Tidak Semudah Itu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.