Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

Iqbal AR oleh Iqbal AR
19 Januari 2026
A A
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ditanya tentang mobil apa yang sampai sekarang saya idam-idamkan, saya mungkin bisa memberikan beberapa jawaban, beberapa jenis mobil. Dan, di antara beberapa jenis mobil itu, urutan teratas jatuh pada mobil Mitsubishi Outlander Sport. Sudah sejak lama saya mengidamkan mobil ini, berharap bahwa suatu saat saya bisa memilikinya, meskipun entah kapan itu akan terjadi. 

Akan tetapi, impian saya untuk memiliki mobil Mitsubishi Outlander Sport ini perlahan luntur, dan mungkin akan sirna. Sebab mobil ini sudah berhenti diproduksi dan dijual di Indonesia sejak 2021 karena sepi peminat. Kalaupun ada yang masih beredar, pastinya adalah mobil bekas yang mungkin kilometernya sudah tinggi, yang entah sudah berapa kali turun mesin, dan entah sudah dipakai petualangan ke mana saja. Nggak asik kalau beli mobil yang udah begitu.

Ada perasaan sedih ketika mendengar kabar bahwa Mitsubishi menghentikan produksi dan penjualan Outlander Sport di Indonesia. Bahkan, semua varian Outlander Sport, termasuk yang PHEV (Plug in Hybrid Electric Vehicle) juga sudah distop. Saya sedih sebab peluang saya untuk mempunyai mobil ini seakan sudah tertutup rapat. Bukannya saya nggak mau beli yang bekas, cuma kayaknya akan asyik kalau beli yang baru, dan kemungkinan itu saat ini masih tertutup.

Selain sedih, saya juga heran mengapa Mitsubishi Outlander Sport ini berhenti diproduksi dan dijual. Padahal mobil ini itu cakep banget. Secara bodi dan desain, Outlander Sport ini punya bodi dan desain yang paling sporty, paling futuristik, namun nggak norak dan kebanyakan ini itu. Ukurannya nggak besar, tapi tetap kelihatan gagah gitu.

Itu mengaopa, saya punya harapan agar Mitsubishi mau mempertimbangkan untuk memproduksi kembali mobil ini. Selain alasan desain, yang akan jelaskan lagi lebih lanjut, saya punya beberapa alasan lain.

Baca juga Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa.

Belum ada SUV compact/crossover yang desainnya secakep Outlander Sport

Kalau kalian lihat gimana tampang Mitsubishi Outlander Sport, kalian pasti akan ngomong atau setidaknya mbatin, “Mobil ini bagus, ya.” Dari kacamata saya, desain mobil ini sempurna banget buat kelas mobil SUV compact/crossover 5-seater. Seperti yang saya bilang di atas, mobil ini sporty, elegan, dan nggak neko-neko. Nggak ada desain atau detail-detail yang aneh-aneh.

Coba saja bandingkan dengan mobil SUV compact/crossover yang masih beredar di pasaran sekarang. Coba bandingkan dengan Raize, Rocky, Yaris Cross, atau bahkan dengan HR-V. Saya berani bilang bahwa desain Outlander Sport masih lebih unggul dibanding mobil SUV compact/crossover lainnya yang sudah saya sebut. Dan setidaknya sejak Outlander Sport pergi dari gelanggang, saya kira belum ada mobil SUV compact/crossover yang desainnya secakep dan setampan Outlander Sport.

Baca Juga:

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

Mungkin ini subjektif, tapi mobil SUV compact/crossover 5-seater apa coba yang desainnya lebih baik ketimbang Outlander Sport. Nggak ada, kan?

Muncul terlalu cepat, dan sekarang pasar sudah lebih siap menerimanya

Setelah mengulik soal Outlander Sport dan mengapa akhirnya mobil ini berhenti produksi, saya bisa menyimpulkan bahwa Outlander Sport ini muncul terlalu cepat. Kemunculan Outlander Sport ini rasanya berada di waktu yang kurang pas, ketika orang-orang belum siap dengan apa-apa yang ditawarkan oleh Mitsubishi melalui Outlander Sport.

Mitsubishi Outlander Sport ini bisa dibilang pas di segala sisi. Desainnya paripurna. Mesinnya cukup tangguh, performanya maksimal, dan tentunya kualitasnya nggak main-main. Nggak ada yang dilebih-lebihkan. Sayangnya, saat itu pasar (baca: masyarakat) punya selera yang hiperbolik. Pasar pengennya mobil SUV compact/crossover 5-seater yang “wah”, yang mencolok, yang pokoknya bikin orang di jalan nengok. Outlander Sport nggak main yang begitu saat itu.

Nah, sekarang eranya sudah berbeda. Sekarang pasar sudah nggak butuh lagi sesuatu yang “wah”. Pasar sudah nggak mau lagi mobil-mobil yang hiperbolik, yang neko-neko. Maka dari itu, ini adalah waktu yang tepat buat Mitsubishi untuk memproduksi dan menjual kembali Outlander Sport ke pasar. Saya yakin ini adalah waktu yang tepat, dan pasar pasti sudah bisa menerimanya.

Baca juga Fortuner dan Pajero Dibuat untuk Menjadi SUV Terbaik di Segala Medan, tapi Pengendara Goblok Merusak Citra Keduanya.

Punya peminat yang masih cukup fanatik

Oke, alasan mengapa Mitsubishi menyetop produksi dan penjualan Outlander Sport adalah karena sepi peminat. Tapi, meskipun dibilang sepi peminat, saya punya keyakinan yang tinggi bahwa Outlander Sport ini masih punya tempat di hati pasar, di hati masyarakat. Dalam bahasa yang lebih sederhana, Mitsubishi Outlander Sport ini sebenarnya punya peminat yang masih cukup fanatik.

Saya melihatnya dari beberapa forum jual beli mobil di berbagai platform. Ketika ada Outlander Sport dijual, lakunya cukup cepat, alias banyak banget yang masih pengin punya mobil ini. Bahkan, saya pernah menemukan beberapa (cukup banyak) orang di forum jual-beli mobil yang sampai menanyakan apakah ada yang jual mobil ini. Selain itu, harganya juga masih cukup bagus.

Dari pandangan ini, dan juga diperkuat dari dua poin sebelumnya, saya cukup yakin bahwa kalau saja Mitsubishi Outlander Sport kembali dirilis, nasibnya pasti akan berbeda dengan sebelumnya. Outlander Sport akan lebih diminati, lebih laku. Apalagi Outlander Sport sudah punya penggemar yang cukup fanatik. Ini bisa jadi modal yang bagus untuk mempertimbangkan produksi dan penjualan kembali Outlander Sport.

Nah, sekarang buat Mitsubishi, dari ketiga penjelasan dan alasan saya di atas, apakah kalian nggak mau mempertimbangkan kembali buat memproduksi dan menjual lagi Outlander Sport? Nggak mau coba dulu? Tes tes pasar dulu, lah, hehehe.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2026 oleh

Tags: mitsubishiMitsubishi Outlander SportOutlander SportSUVSUV compact/crossover
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Opel Blazer, Motuba Nyaman yang Bikin Penumpang Ketiduran di Jok Belakang

Opel Blazer, Motuba Nyaman yang Bikin Penumpang Ketiduran di Jok Belakang

23 Desember 2025
KIA Sonet: Harga Selangit, Kualitas Nomor Wahid

KIA Sonet: Harga Selangit, Kualitas Nomor Wahid

12 April 2023
Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
All New Livina, Kembaran Xpander yang Nggak Mirip-Mirip Amat

All New Livina, Kembaran Xpander yang Nggak Mirip-Mirip Amat

23 Maret 2023
Mitsubishi Lancer Evolution

Impian Masa Kecil Saya Hancur Seketika Setelah Ngerasain Naik Mitsubishi Lancer Evolution

17 Oktober 2019
Mobil pick up Mitsubishi Colt T120SS: Mobil Angkut yang Gampang Semaput (Wikimedia Commons)

Mobil Pick Up Mitsubishi Colt T120SS Mengecewakan. Mobil Angkut, kok, Malah Gampang Banget Semaput

4 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.